Bobotoh dan The Jakmania di Bandung Bersatu Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan

oleh Muhammad Faqih diperbarui 09 Okt 2022, 07:45 WIB
Tony Sucipto (kiri), Dedi Kusnandar (tengah), Taufik Hidayat (kanan) saat berdoa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan.. (Muhammad Faqih/Bola.com)

Bola.com, Bandung - Ribuan Bobotoh menggelar doa bersama dan salat gaib untuk korban Tragedi Kanjuruhan. Acara tersebut berlangsung di GOR Saparua, Jalan Banda, Bandung, Sabtu (08/10/2022) malam.

Bobotoh mulai berbondong-bondong datang ke kawasan GOR Saparua sekitar pukul 17.00 WIB. Selanjutnya, Bobotoh melakukan salat magrib berjamaah dengan dipimpin Ustad Muzammil Hasballah.

Advertisement

Kemudian dilanjutkan dengan tahlil, pembacaan surat yasin, salat isya dan salat gaib. Bobotoh terlihat hanyut dalam doa untuk tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.

Beberapa suporter dari klub lain juga turut hadir seperti Aremania, The Jakmania, Bonek, Panser Biru, Slemania, Makassar dan SMeCK Hooligan.

 

2 dari 5 halaman

Nyanyikan Yel-yel Arema

Tragedi Kanjuruhan - Remember, 1 Oktober 2022 (Bola.com/Bayu Kurniawan Santoso)

Selain suporter, para pemain juga tampak hadir seperti trio Persija Jakarta, Tony Sucipto, Taufik Hidayat dan Hanif Sjahbandi. Sementara itu, Persib diwakilkan Dedi Kusnandar.

Setelah acara doa bersama selesai, suporter yang memadati GOR Saparua serentak menyanyikan yel-yel yang biasa dikumandangkan Aremania saat Arema FC bertanding.

 

 

3 dari 5 halaman

Bentuk Kepedulian

Ketua pelaksana, Ebith Beat A, mengatakan acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian atas tragedi Kanjuruhan. Dia berharap doa-doa yang dipanjatkan suporter bisa terkabul.

"Semua teman-teman punya ide yang sama. Akhirnya sama-sama kita laksanakan. Bisa melaksanakan karena mengejar sepekan Kanjuruhan dan difasilitasi oleh Jabar Quick Respons (JQR)," tutur Ebith.

 

4 dari 5 halaman

Persitiwa Kelam di Kanjuruhan Diharapkan Jadi yang Terakhir

Ribuan suporter melakukan salat gaib untuk korban Tragedi Kanjuruhan di Bandung hari Sabtu (09/10/2022) malam waktu setempat. (Muhammad Faqih/Bola.com)

Dia berharap sepak bola Indonesia lebih baik ke depannya dan peristiwa kelam di Kanjuruhan menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali.

"Yang terlibat di dalam sepak bola juga lebih baik lagi dan tidak ada lagi korban jiwa. Sepak Bola baik, bahkan yang tidak suka dengan sepakbola pun bisa melihat ini kalau sepakbola ingin lebih baik," katanya.

5 dari 5 halaman

Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait