Timnas Indonesia U-17 Dibubarkan, Bima Sakti Langsung Fokus ke Asian Youth Games 2022 Bersama Tim Pelajar

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 11 Okt 2022, 15:01 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti memeluk kapten tim, Muhammad Iqbal Gwijangge (21) usai melawan Timnas Uni Emirat Arab U-17 di laga Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (5/10/2022) (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Cibinong - Timnas Indonesia U-17 resmi dibubarkan setelah gagal tampil di Piala Asia U-17 2023. Adapun pelatih Bima Sakti akan langsung fokus membesut tim pelajar di Asian Youth Games 2022.

Timnas Indonesia U-17 gagal melaju ke Piala Asia U-17 2023 setelah menyerah 1-5 dari Malaysia (9/10/2022). Kekalahan itu membuat skuad Garuda Asia finis di urutan kedua klasemen akhir Grup B dengan raihan sembilan poin.

Advertisement

Namun, pada perebutan tiket melalui jalur runner-up terbaik, dua kemenangan Timnas U-17 atas Palestina dan Guam tidak dihitung. Itu mengacu pada regulasi AFC di mana duel melawan dua tim terbawah dari grup tidak masuk hitungan di klasemen kecil runner-up terbaik.

Dengan demikian, Timnas Indonesia U-17 hanya memiliki tiga poin di klasemen kecil dari dua kali bermain melawan Uni Emirat Arab dan Malaysia. Namun, Timnas U-17 memiliki selisih gol minus 3 sehingga menempati posisi tujuh dari enam kuota yang tersedia.

2 dari 5 halaman

Fokus ke Asian Youth Games 2022

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti, saat memimpin timnya dalam laga melawan Palestina di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023, Jumat (7/10/2022) malam WIB. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Pelatih Bima Sakti akan langsung fokus ke Asian Youth Games 2022 untuk membesut tim pelajar Indonesia. Asian Youth Games 2022 biasanya menggunakan skuad dari tim pelajar Kemenpora, namun pada edisi kali ini diserahkan ke PSSI.

Adapun untuk susunan pemain, nantinya akan menggunakan yang usianya lebih muda dari skuad Timnas Indonesia U-17. Dengan begitu, pemain U-17 akan dikembalikan ke klub masing-masing.

"Ada jadwal Asian Youth Games di China. Sementara ini, kami mungkin akan kembalikan pemain ke klub karena persiapan sudah sebulan lebih. Mereka harus bangkit, tidak boleh putus asa," tegas Bima Sakti.

3 dari 5 halaman

Minta Maaf

Bima Sakti juga merasakan apa yang dirasakan oleh Arkhan Kaka. Dirinya langsung menghampiri dan memeluk striker bertubuh jangkung tersebut. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Sebelumnya, Bima Sakti meminta maaf atas kekalalahan telak 1-5 yang dialami Timnas Indonesia U-17 dari Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. Bima sadar, hasil negatif ini membuat kecewa banyak pihak, termasuk penggemar sepak bola nasional.

"Saya menyampaikan mohon maaf kepada semua pecinta sepak bola Indonesia atas hasil yang tidak memuaskan ini. Kecewa, sedih, pasti," kata Bima Sakti.

"Saya bilang ke pemain agar bisa mengambil pelajaran dan pengalaman dari turnamen in untuk mereka ke depan. Karier mereka masih panjang. Ini tanggung jawab saya sebagai pelatih," tegas Bima Sakti.

4 dari 5 halaman

Tutup Peluang

Ekspresi pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti saat pertandingan Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 melawan Timnas Guam U-17 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/10/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti, buka suara mengenai kans naik kelas menukangi Timnas U-23 di SEA Games 2023. Bima secara tegas mengaku belum siap dan menyebut masih banyak sosok yang lebih kompeten.

"Untuk pelatih SEA Games, saya pikir banyak pelatih lain yang lebih kompeten dan siap. Kami semua serahkan ke PSSI. Siapa pun pelatihnya, ya kami support," kata Bima Sakti.

"Kalau saya, mendingan pelatih lain karena materi pemainnya dari Coach Shin Tae-yong. Mungkin bisa Coach Nova atau pelatih lain yang tetap berkoordinasi dengan Coach Shin," ucap Bima Sakti.

5 dari 5 halaman

Daftar Tim yang Lolos ke Putaran Final Piala Asia U-17 2023

Ilustrasi AFC. (dok. AFC)
  1. Jepang
  2. Malaysia
  3. Qatar
  4. Arab Saudi
  5. Yaman
  6. Vietnam
  7. Australia
  8. Tajikistan
  9. Iran
  10. Uzbekistan
  11. Korea Selatan
  12. China
  13. Afghanistan
  14. India
  15. Thailand
  16. Laos