Nasibnya Apes! 6 Striker Argentina yang Merana di Bawah Bayang-bayang Gabriel Batistuta

oleh Suharno diperbarui 08 Nov 2022, 19:05 WIB
Gabriel Batistuta - Kepiawaianya dalam membobol gawang lawan membuatnya dijuluki Batigol. Striker tertajam di eranya ini adalah top skor sepanjang masa Fiorentina di pentas Liga Italia dengan 152 gol. (AFP/Adrian Dennis)

Bola.com, Jakarta - Pada era 1990-an, Timnas Argentina menjadi satu di antara tim terbaik di dunia. Bahkan mereka bisa terbagi dalam dua tim yang sama baik secara kualitas.

Dari deretan pemain berkualitas di skuad Timnas Argentina, ada striker hebat Gabriel Batistuta. Dia bersinar terang meskipun ada pemain hebat yang lain seperti Fernando Redondo, Ariel Ortega, dan Diego Simeone.

Advertisement

Batistuta memiliki campuran kehebatan antara kecepatan dan kekuatan. Pemain yang menjadi legenda di Fiorentina dan meraih scudetto bersama AS Roma itu mengoleksi 54 gol dari 77 pertandingan.

Batistuta juga mencetak 10 gol dan dua hat-trick di tiga Piala Dunia, serta dua kali menjuarai Copa America. Alhasil, striker-striker hebat Argentina lainnya terpaksa berada di bawah bayang-bayangnya. 

Berikut enam striker hebat Argentina yang berada di bawah bayang-bayang Gabriel Batistuta. Tanpa basa-basi lagi kita simak daftarnya.

 

2 dari 7 halaman

1. Diego Latorre

Striker yang mendapatkan julukan The New Maradona itu seharusnya tidak menjadi bayangan Batistuta. Diego Latorre adalah duet sehati Batistuta di Boca Juniors dan membawa Argentina juara Copa America 1991.

Bahkan, klub Liga Italia Serie A Fiorentina merekrut keduanya supaya membantu klub berprestasi. Sayangnya, ketika Batistuta melambung tinggi, Latorre hanya dua kali tampi untuk La Viola hingga akhirnya dilego ke Tenerife.

 

3 dari 7 halaman

2. Hernan Crespo

Hernan Crespo dipanggil oleh Timnas Argentina ketika Olimpiade Atlanta 1996. Dirinya berhasil mengantarkan Tim Tanggo menyabet medali perak dan keluar sebagai top skor dengan torehan enam gol. (Foto: AFP/Miguel Mendez)

Dengan torehan 35 gol dalam 64 pertandingan Argentina, Hernan Crespo juga menjadi andalan Argentina. Nama Crespo melambung tinggi saat hijrah ke Parma pada 1996 dan duetnya bersama Enrico Chiesa mampu menyangi sinar Batistuta.

Sayangnya di Piala Dunia 1998, Crespo hanya menjadi pelapis bagi Batistuta meski telah mencetak banyak gol. Setelah itu, Crespo mengungguli Batigol karena sang pemain juga bersitegang dengan pelatih Argenita, Marcelo Bielsa.

 

4 dari 7 halaman

3. Abel Balbo

Abel Balbo lebih dahulu berkarier di Serie A sebelum Batistuta. Dia memperkuat Udinese dan kemudian AS Roma dari 1989 hingga 1998.

Balbo membukukan dua digit gol. Dia adalah finisher ahli, tenang di bawah tekanan, dan mampu mencetak gol dari berbagai sisi lapangan.

Pada musim 1994/1995, Balbo mencetak 22 gol untuk Roma, tapi Batigol mengemas rekor 26 gol bagi Fiorentina untuk mengambil mahkota Capocannoniere. Balbo juga kalah bersaing dengan Batistuta untuk masuk skuad Argentina meski mencetak banyak gol di Serie A.

 

5 dari 7 halaman

4. Martin Palermo

Kegembiraan striker Argentina Martin Palermo setelah menjebol gawang Yunani di penyisihan Grup B PD 2010 di Peter Mokaba Stadium, Polokwane, 22 Juni 2010. Skor 2-0. AFP PHOTO / CHRISTOPHE SIMON

Palermo pensiun sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Boca Juniors dengan 236 gol dari 424 laga bersama klub tersebut. Meski tidak pernah bermain di Serie A, akan tetapi karir Palermo berantakan di Spanyol bersama Villarreal dan Real Betis.

Dia sebenarnya juga menjadi andalan Argentina bersama Batistuta, tetapi dia pernah gagal tiga kali mengeksekusi penalti dalam satu laga bersama Timnas. Hal ini yang membuatnya kalah bersinar dari Batistuta yang sangat dingin mengeksekusi penalti.

 

6 dari 7 halaman

5. Claudio Lopez

Kecemerlangan Batistuta adalah berkah sekaligus kutukan bagi Argentina, terutama dalam kasus Claudio Lopez. Striker berjuluk El Piojo alias kutu itu sering menyiksa penjaga gawang saat memperkuat Valencia dan Argentina.

Sayangnya striker yang pernah mencetak 30 gol pada La Liga musim 1998/1999 tersebut selalu kalah bersaing dengan Argentina. Apalagi jelang Piala Dunia 2002 ketika performanya anjlok bahkan mengalami cedera saat memperkuat AS Roma.

 

7 dari 7 halaman

6. Sebastian Rambert

Inter Milan selama era Massimo Moratti sering melakukan transfer boros dan tidak tepat sasaran termasuk saat mendatangkan Sebastian Rambert. Pemain Argentina itu sempat dijuluki The Next Batistuta.

Meski sempat bersinar bersama Independiente dan Argentina, Rambert datang ke Inter Milan pada 1995 saat dalam kekacauan dengan memecat secara cepat tiga pelatih anyarnya. Ini yang membuat dia tidak berkembang dan dipinjamkan ke sejumlah klub dan kalah bersinar dengan Batigol.

Sumber: Sportkeeda 

Berita Terkait