Piala Dunia 2022: Euforia Timnas Belanda di Ambon, Tradisi Sejak Dulu

oleh Iwan Setiawan diperbarui 27 Nov 2022, 07:30 WIB
Hingga laga usai skor 2-0 untuk kemenangan pasukan Louis van Gaal tetap bertahan. (AP/Petr David Josek)

Bola.com, Jakarta Setiap kali Piala Dunia digelar, Kota Ambon, Maluku selalu banyak disorot. Mereka memberikan dukungan untuk Timnas Belanda.

Bendera merah putih biru banyak dibawa warga untuk pawai menjelang Piala Dunia dan saat Belanda hendak menjalani pertandingan.

Advertisement

Ini menandakan betapa lekatnya Kota Ambon dengan Belanda. Pemain asal Maluku, Hasim Kipuw, menyebut antara Ambon dan Belanda tak bisa dipisahkan.

“Ada banyak orang Ambon yang tinggal di Belanda. Begitu juga sebaliknya, ada orang Belanda lama tinggal di sana lalu pulang ke Ambon. Jadi, Ambon dan Belanda tidak bisa dipisahkan, terutama di Piala Dunia,” kata pemain 34 tahun ini.

2 dari 6 halaman

Belanda dan Argentina

Arema FC langsung menggelar latihan setelah ditahan PSS Sleman di BRI Liga 1 2022/2023. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Kipuw berasal dari Tulehu. Namun lokasinya tak terlalu jauh dari Ambon. Dia tahu bagaimana dukungan untuk Timnas Belanda di sana.

“Tapi sebenarnya tidak semua menjadika Belanda sebagai tim favorit. Ada juga negara lain yang dijagokan. Namun hanya Belanda yang ditampilkan. Karena hubungan kedekatan Ambon-Belanda tadi,” imbuhnya.

Kipuw juga punya favorit negara lain. Sejak lama dia suka dengan timnas Argentina. Pada beberapa edisi, dia menjagokan Lionel Messi dkk. yang jadi juaranya. Hanya, di awal penyisihan grup, Belanda masih lebih baik dari Argentina.

3 dari 6 halaman

Total Football Belanda

Dahulu Belanda dikenal sering melahirkan striker tangguh karena ditunjang taktik total football, skuat tim Oranje kini malah memiliki banyak bek tengah berbakat. Berikut ini tujuh bek tengan kelas dunia yang berasal dari Belanda. (Kolase Foto dari AFP)

Belanda tampil lumayan di Piala Dunia kali ini. Dua laga sudah dijalani di penyisihan Grup A. Virgil van Dijk dkk. sudah meraih 4 poin.

Setelah menang 2-0 dari Senegal, mereka bermain imbang dengan 1-1 melawan Ekuador. Hasil imbang tersebut agak disesalkan. Karena jika menang, mereka bisa mengamankan tiket ke babak 16 besar.

“Belanda ini dikenal dengan Total Football. Tapi kali ini mereka memakai formasi yang agak berbeda dengan menggunakan tiga pemain belakang. Mungkin karena sepak bola di sana mulai berubah. Belanda ingin tampil lebih menekan dan terus menguasai bola,” terangnya.

4 dari 6 halaman

Belum Maksimal

Belanda dan Ekuador harus puas berbagi angka di laga kedua Grup A Piala Dunia 2022. Hasil akhir 1-1 menghiasi papan skor di Khalifa International Stadium, Jumat (25/11/2022) malam WIB. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Formasi Belanda saat menyerang hanya menyisakan tiga pemain belakang. Artinya, mereka menaruh pemain lebih banyak di tengah, sayap dan depan.

Namun secara permainan, Belanda masih belum memuaskan. Permainannya agak membosankan dan sering mengalami kebuntuan di lini depan.

5 dari 6 halaman

Posisi Belanda

6 dari 6 halaman

Berita Terkait