Kinerja Wasit 8 Besar Piala Dunia 2022 dan Isu Teori Konspirasi Messi-Argentina Juara: Benarkah Terjadi?

Teori konspirasi seputar kinerja wasit bermunculan pada 8 besar Piala Dunia 2022. Banyak protes yang datang.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 12 Desember 2022, 16:05 WIB
Lionel Messi dkk pun lolos ke babak semifinal untuk menantang Kroasia yang sebelumnya juga lolos berkat kemenangan lewat adu penalti atas Brasil. (AP/Francisco Seco)
Maroko harus bermain dengan 10 pemain pada masa injury time babak kedua usai Walid Cheddira diganjar kartu kuning kedua oleh wasit akibat tekel kerasnya terhadap Joao Felix. (AP/Alessandra Tarantino)

Bola.com, Jakarta - Teori konspirasi seputar kinerja wasit bermunculan pada 8 besar Piala Dunia 2022. Banyak protes yang datang, dan menuding ada konsporasi untuk membuat Lionel Messi dan tim Argentina menjadi kampiun pada turnamen ini. 

Satu di antara yang paling disorot adalah penunjukan lima wasit asal Argentina untuk memimpin laga Maroko kontra Portugal, Sabtu (10/12/2022). 

Advertisement

Secara umum, laga-laga Piala Dunia 2022 berjalan cukup menarik. Teknologi offside semi-otomatis mendapat perhatian pada fase grup. Ada beberapa gol yang harus dianulir karena offside dengan selisih yang sangat tipis.

Lalu, ada momen kontroversial gol Ao Tanaka ke gawang Spanyol. Sebelum gol, bola hanya berjarak milimeter di dalam lapangan. Ada momen klaim gol Cristiano Ronaldo ke gawang Uruguay, akan tetapi FIFA menyebut gol itu milik Bruno Fernandes.

Momen-momen di atas diselesaikan dengan bantuan teknologi yang dipakai selama Piala Dunia 2022. Namun, kini muncul teori konspirasi soal pemilihan wasit di babak 8 Besar. 

 


Dimulai dari Protes Lionel Messi

Wasit Antonio Mateu memberikan kartu kuning kepada pemain Argentina Lionel Messi pada laga perempat final Piala Dunia 2022 melawan Belanda di Stadion Lusail, Qatar, Sabtu, 10 Desember 2022. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Laga pertama babak 8 Besar Piala Dunia 2022 adalah Kroasia vs Brasil. Tak banyak keluhan soal kinerja wasit. Kroasia lolos ke babak 8 Besar lewat adu penalti. Mereka tampil solid dan mampu menahan Brasil dengan skor 1-1 pada waktu normal dan extra time.

Lalu, ada duel Belanda vs Argentina. Laga ini berjalan sangat seru dan panas, di dalam dan luar lapangan. Wasit Mateu Lahoz dari Spanyol harus mengeluarkan 18 kartu kuning. Rekor baru di Piala Dunia.

Setelah laga, sejumlah pemain Argentina protes pada kinerja wasit. Salah satunya Lionel Messi.

"Gol Belanda datang dari bola mati yang menurut saya bukan pelanggaran. Saya tidak ingin berbicara tentang wasit karena Anda bisa dikenai sanksi. Saya tidak berpikir dia memenuhi standar, dia sangat berbahaya bagi kami," kata Messi.

 


Muncul Teori Konsipirasi untuk Messi

Pepe dan Bruno Fernandes tidak habis pikir karena ada wasit yang berasal dari negara yang masih bermain di Piala Dunia 2022. (AP/Ricardo Mazalan)

Lionel Messi bukan satu-satunya pihak dari Argentina yang kecewa dengan kinerja Lahoz. Emiliano Martinez menyebut Lahoz hanya ingin Belanda mencetak gol ke gawang Argentina. "Semoga tak ada wasit seperti itu lagi, tidak berguna," katanya.

Sehari setelah protes keras dari Lionel Messi dan kolega, laga Maroko kontra Portugal dimainkan. Lima wasit asal Argentina memimpin pertandingan yang dimainkan di Stadion Al Thumama tersebut. Facundo Tello jadi wasit utama.

Kinerja Facundo Tello dan kolega mendapat sorotan, terutama dari pihak Portugal. Dikutip dari Mirror, pemain Portugal merasa harusnya bukan Tello dan kawan-kawan yang menjadi wasit semifinal setelah protes Messi Cs pada laga sebelumnya.

Mirror membuat judul 'Teori konspirasi Lionel Messi muncul saat mimpi Piala Dunia Cristiano Ronaldo berakhir'. Lalu, ada juga komentar dari Pepe usai laga. "Saya berani bertaruh bahwa Argentina akan menjadi juara Piala Dunia 2022," ucapnya.

 


Kecurigaan Bruno Fernandes

Di akhir babak pertama, Portugal nyaris menyamakan skor melalui Bruno Fernandes. Tembakan volinya sebenarnya sudah tak mampu dijangkau kiper Yassine Bounou, namun sayang bola hanya mengenai mistar gawang. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Maroko 1-0. (AP/Martin Meissner)

Pepe tak habis pikir mengapa wasit asal Argentina memimpin laga semifinal, di mana Timnas Argentina juga terlibat dan setelah protes dari Messi Dkk. Bukan hanya Pepe, Bruno Fernandes juga melihat ada gelagat yang tidak beres.

"Kami sudah tahu cara kerjanya. Sebelum pertandingan kami sudah tahu apa yang akan terjadi, dan wasit seperti apa yang akan kami hadapi," kata Bruno.

"Saya tidak tahu apakah mereka akan memberikan trofi kepada Argentina. Saya tidak peduli, saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan. Sangat aneh bahwa wasit berasal dari negara yang masih dalam kompetisi. Jelas, mereka berat sebelah," tegasnya.

 


Timnas Inggris Juga Protes

Gelandang Prancis Aurelien Tchouameni mencetak gol pembuka untuk timnya ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 2022 di Al Bayt Stadium, Al Khor, Minggu (11/12/2022) dini hari WIB. Prancis menang 2-1 dalam laga yang diwarnai kegagalan penalti Harry Kane. (AP Photo/Christophe Ena)

Bukan hanya Portugal, Timnas Inggris juga protes keras dengan kinerja wasit saat kalah dari Prancis. Laga Inggris vs Prancis dipimpin oleh wasit asal Brasil yakni Wilton Pereira Sampaio. Dua asisten wasit juga dari Brasil.

"Pengambilan keputusan wasit malam ini sangat buruk," buka Maguire dikutip dari Fotmob.

"Kami adalah tim yang lebih baik dalam permainan. Saya pikir siapa pun yang menonton sebagai netral akan mengatakan kami mendominasi permainan untuk waktu yang lama. Keputusan (wasit) sangat merugikan kami, banyak keputusan, harus saya katakan," tambah Maguire.

Sumber: Mirror, Fotmob, Marca 

Disadur dari: Bola.net (Penulis Asad Arifin, published 12/12/2022)


Berita Terkait