Kroasia Tersingkir dari Piala Dunia 2022, Dominik Livakovic Masih Berpeluang Merebut Golden Glove?

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 14 Des 2022, 09:10 WIB
Kiper Kroasia, Dominik Livakovic melakukan penyelamatan penalti saat laga 16 besar Piala Dunia 2022 melawan Jepang yang berlangsung di Al Janoub Stadium, Senin (05/12/2022). (AP/Luca Bruno)

Bola.com, Jakarta - Kroasia harus mengakhiri kiprah di Piala Dunia 2022 setelah kalah 0-3 dari Argentina di laga semifinal yang berlangsung di Lusail Iconic Stadium, Rabu (14/12/2022) dini hari WIB. Kecemerlangan Dominik Livakovic di bawah mistar gawang pun berakhir.

Dominik Livakovic merupakan satu di antara deretan kiper yang tampil gemilang di Piala Dunia 2022. Kiper milik Dinamo Zagreb itu adalah sosok krusial di balik keberhasilan Kroasia melangkah hingga semifinal.

Advertisement

Dominik Livakovic tercatat hanya meraih dua clean sheet dalam enam pertandinngan Kroasia di Piala Dunia 2022, yaitu saat bermain imbang tanpa gol dengan Maroko dan Belgia.

Namun, lebih daripada itu, aksinya membantu Kroasia melangkah jauh lewat drama adu penalti pada 16 besar dan perempat final membuat nama Livakovic pun jadi sorotan.

Bahkan kiper berusia 27 tahun ini digadang-gadnag bisa menjadi kandidat untuk meraih sarung tangan emas di Piala Dunia 2022, sebuah penghargaan untuk kiper terbaik sepanjang turnamen ini.

Namun, setelah Kroasia kalah dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2022, apakah Dominik Livakovic masih bisa meraih penghargaan kiper terbaik itu?

2 dari 5 halaman

Penyelamatan Terbanyak di Piala Dunia 2022

Namun penampilan brilian kiper Kroasia, Dominik Livakovic menjadi batu sandungan Timnas Brasil. Setidaknya ada 6 peluang matang yang mampu dipatahkannya sepanjang 90 menit pertandingan. (AP/Martin Meissner)

Seperti dilansir dari Squawka, Dominik Livakovic sejauh ini sudah mencatatkan 24 penyelamatan di Piala Dunia 2022. Catatan itu membuatnya menjadi kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak selama di Qatar.

Selain itu, Livakovic punya catatan gemilang ketika menghadapi Brasil di perempat final Piala Dunia 2022.  Kiper berusia 27 tahun itu tercatat melakukan 11 kali penyelamatan, jumlah terbanyak dalam satu pertandingan yang terjadi di Piala Dunia 2022.

Dengan bermodalkan catatan tersebut, mampukah Dominik Livakovic meraih sarung tangan emas atau Golden Glove Piala Dunia 2022?

3 dari 5 halaman

Bersaing dengan Martinez dan Bounou

Kiper Argentina, Emiliano Martinez, saat melawan Australia pada laga Piala Dunia 2022 di Stadion Ahmad Bin Ali, Doha, Sabtu (3/12/2022). (AP/Petr David Josek)

Berhasil lolosnya Argentina ke final Piala Dunia 2022 membuat sang penjaga gawang, Emilianoo Martinez punya kans kuat untuk menjadi kiper terbaik.

Selain itu juga masih ada dua kiper yang baru akan bertanding di semifinal pada Kamis (15/12/2022) dini hari WIB, yaitu Yassine Bounou dari Maroko dan Hugo Lloris di Prancis.

Artinya kans Dominik Livakovic untuk meraih sarung tangan emas tak begitu saja mudah, meski mungkin Hugo Lloris tak terlalu diperhitungkan untuk menjadi kandidat.

Artinya hanya Emiliano Martinez dan Yassine Bounou yang sejauh ini bisa menjadi penghalang Livakovic meraih gelar individu di Piala Dunia 2022 tersebut.

Kiper Maroko, Yassine Bounou mengikuti sesi latihan di Stadion Al Duhail SC di Doha pada 13 Desember 2022. Maroko berhasil lolos ke semifinal usai menyingkirkan Portugal dengan skor 1-0 pada babak perempat final. (AFP/Karim Jaafar)

Yassine Bounou, Jordan Pickford, dan Emiliano Martinez adalah kiper yang tercatat paling sering mencatatkan clean sheet di Piala Dunia 2022, di mana masing-masing kiper mencatatkan tiga clean sheet.

Bahkan meski punya catatan dua clean sheet, Dominik Livakovic tak berada di posisi terbaik untuk jadi pemenang sarung tangan emas.

Namun, jika bicara jumlah penyelamatan, Emiliano Martinez dan Yassine Bounou tak perlu diperhitungkan. Hanya Wojciech Szczesny, kiper Polandia, yang punya catatan yang bersaing, dengan 23 penyelamatan dalam 360 menit permainan di Piala Dunia 2022.

4 dari 5 halaman

Pertimbangan Menentukan Pemenang Sarung Tangan Emas

Ekspresi kesedihan bek dan kiper timnas Belgia, Vincent Kompany dan Thibaut Courtois setelah kalah dari Prancis pada babak semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion St. Petersburg, Selasa (10/7). Belgia tumbang 0-1 dari Prancis. (AP/Petr David Josek)

Penghitungan elemenyang menentukan siapa nantinya yang menjadi kiper terbaik dan merebut sarung tangan emas di Piala Dunia memang menarik.

Berbeda dengan Premier League, penentuan sarung tangan emas di Piala Dunia 2022 tak hanya tergantung kepada jumlah clean sheet saja. Menit bermain dan jumlah penyelamatan juga jadi pertimbangan.

Sebagai contoh Thibaut Courtois pada Piala Dunia 2018. Kiper Belgia itu memenangkan sarung tangan emas setelah meraih tiga clean sheet. Namun, secara menit bertanding harusnya ia gagal setelah Belgia tersingkir di tangan Prancis pada laga semifinal.

Namun, jumlah penyelamatan Thibaut Courtois jadi elemen yang penting dalam keberbasilannya menjadi kiper terbaik di Piala Dunia 2018. Courtois mencatatkan 27 penyelamatan yang membantu Belgia melangkah hingga semifinal.

Jadi berdasarkan pengalaman Courtois, Dominik Livanovic masih berpeluang untuk menjadi kiper terbaik di Piala Dunia 2022. Ia masih bisa menambah jumlah clean sheet menjadi tiga kali dan jumlah penyelamatannya dengan bermain di pertandingan perebutan tempat ketiga pada 17 Desember 2022.

Sumber: Squawka

5 dari 5 halaman