5 Pemain yang Laris Manis Setelah Piala Dunia 2022 (Bagian II): Jadi Rebutan Klub-klub Raksasa Eropa

oleh Suharno diperbarui 21 Des 2022, 13:00 WIB
Gelandang Argentina, Enzo Fernandez berselebrasi setelahmencetak gol ke gawang Meksiko selama pertandingan grup C Piala Dunia 2022 Qatar di Stadion Lusail di Lusail, Qatar, Minggu 27 November 2022. Dengan kemenangan atas Meksiko ini, Lionel Messi cs masih berpeluang besar untuk bisa lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. (AP Photo/Moises Castillo)

Bola.com, Jakarta - Setelah pada bagian pertama membahas pemain asal Eropa yang laris manis setelah Piala Dunia 2022, kini kita menuju benua lainnya. Ada sejumlah pemain yang bukan berasal dari Eropa juga bersinar di Qatar.

Ajang Piala Dunia menjadi kesempatan emas sekaligus langka bagi para sepak bola untuk menggaungkan namanya. Dari sebelumnya menjadi pemain yang asing di telinga, kini jadi pembicaraan banyak orang.

Advertisement

Mereka sebelumnya berasal dari klub yang tidak populer atau liga yang tidak tenar. Nanum, nama mereka akhirnya mulai diingat banyak pencinta sepak bola karena penampilannya di Piala Dunia.

Tidak hanya penggemar olahraga, sejumlah klub besar Eropa kemungkinan juga akan mencatat nama sang pemain di daftar belanjanya. Para pemain ini dipastikan bakal laris manis pada bursa transfer nanti.

Pada bagian kedua ini, mari membahas bintang Piala Dunia 2022 di luar Eropa yang bakal laris manis di bursa transfer. Langsung kita simak saja daftar keenam pemainnya.

 

2 dari 6 halaman

1. Sofyan Amrabat (Maroko)

Pemain Prancis, Sofyan Amrabat (kiri) berebut bola dengan pemain Prancis, Kylian Mbappe saat laga semifinal Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Al Bayt Stadium, Qatar, Rabu (14/12/2022). (AP Photo/Martin Meissner)

Amrabat juga termasuk pemain Maroko yang menonjol dan mengantarkan negaranya hingga semifinal. Gelandang Fiorentina berusia 26 tahun itu menjadi sosok penting di setiap laga Singa Atlas.

Permainannya melawan Spanyol juga sangat mengesankan. Sejumlah klub besar Italia dan Inggris mulai melirik namanya.

 

3 dari 6 halaman

2. Enzo Fernandez (Argentina)

Sementara di kubu Argentina, hanya penendang keempat, Enzo Fernandez yang gagal menaklukkan kiper Belanda, Andries Noppert. (AFP/Albeto Pizzoli)

Gelandang Benfica berusia 21 tahun itu menjadi roda penggerak lini tengah Argentina di Qatar. Dia menjadi pemecah kebuntuan tim dan mampu mengalirkan bola yang bisa mengacaukan pertahanan lawan.

Liverpool dikabarkan telah menjalin kesepakatan dengan Benfica dan mendahului Manchester City, Manchester United dan Wolves. Akan tetapi dalam laporan terbaru menyatakan Fernandez memiliki klausul rilis 104 juta pounds dalam kontraknya.

 

4 dari 6 halaman

3. Mohammed Kudus (Ghana)

Pemain Ghana Mohammed Kudus (kanan) berebut bola dengan pemain Korea Selatan Jung Woo-young pada pertandingan sepak bola Grup H Piala Dunia 2022 di Stadion Education City, Al Rayyan, Qatar, 28 November 2022. Ghana mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2. (AP Photo/Julio Cortez)

Awal musim ini, Everton sebenarnya bisa mendapatkan Kudus jika Ajax Amsterdam tidak bersikukuh mempertahankannya karena kehilangan banyak pemain. Everton kemungkinan bakal mendapat saingan dari Tottenham dan Barcelona jika ingin mengulang negosiasinya.

Sang pemain tampil apik meski gagal membawa Ghana lolos dari babak penyisihan grup H. Kudus mampu mencetak dua gol dalam laga mendebarkan saat Ghana menang 3-2 atas Korea Selatan.

 

5 dari 6 halaman

4. Azzedine Ounahi (Maroko)

Gelandang Maroko, Azzedine Ounahi membawa bola dalam sesi latihan jelang menghadapi Prancsi di babak semifinal Piala Dunia 2022 di Stadion Al Duhail SC di Doha pada 13 Desember 2022. Berdasarkan rekor empat pertemuan terakhir, Prancis masih lebih diunggulkan daripada Maroko. (AFP/Karim Jaafar)

Sebelum Piala Dunia 2022, tidak banyak orang di luar Prancis maupun Maroko yang bakal familier dengan nama Ounahi. Pemain berusia 22 tahun ini hanya bermain untuk klub kecil Ligue 1, Angers.

Bahkan pelatih Spanyol, Luis Enrique tercengang melihat sang pemain tidak kenal lelah bergerak dan mengalirkan bola ketika Tim Matador tumbang dari Maroko. Kini, Leicester, Newcastle, hingga West Ham mengincar tanda tangan pemain yang membawa Maroko hingga semifinal tersebut.

 

6 dari 6 halaman

5. Harry Souttar (Australia)

Australia bahkan mampu memperoleh peluang matang saat laga belum genap setengah jam. Bola sundulan Harry Souttar dalam sebuah kemelut di depan gawang Argentina masih mampu diblok barisan pertahanan Tim Tango. (AP/Alessandra Tarantino)

Lahir di Skotlandia tetapi lebih memilih mewakili Australia dan namanya tenar di Qatar. Bek Stoke City berusia 24 tahun ini membuat Tunisia dan Denmark frustrasi untuk mencetak gol dan mengantar Australia ke 16 besar.

Meski ia bermain di Championship bersama Stoke, dak menyurutkan klub Premier League untuk mendapatkannya. The Potters hanya memberi banderol 25 juta pounds bagi klub yang ingin menebus sang pemain.

Sumber: The Sun

 

Berita Terkait