6 Mantan Pesepak Bola yang Sukses Banting Setir ke Dunia Politik, Jadi Menteri hingga Presiden

oleh Suharno diperbarui 05 Jan 2023, 11:00 WIB
Striker asal Ukraina ini menjadi pencetak gol terbanyak ke dua bagi Milan. Shevchenko tercatat telah mencetak 175 gol dalam 296 pertandingan bersama Milan. (AFP/Carlo Baroncin)

Bola.com, Jakarta - Pesepak bola memilih berbagai macam profesi setelah gantung sepatu. Ada yang menjadi komentator atau pelatih. 

Namun, ada juga yang merambah ke dunia bisnis di luar lapangan hijau maupun tetap di dunia sepak bola dengan membeli saham klub. Tidak sedikit pula pemain sepak bola yang masuk ke dunia politik.

Advertisement

Nama terakhir yang masuk ke politik yakni Gary Neville. Bahkan mantan bek Manchester United ini telah tampil di atas panggung bersama Pemimpin Partai Buruh Inggris, Keir Starmer, bulan lalu.

Neville adalah satu dari belasan mantan pemain top sepak bola dunia yang merambah ke dunia politik. Sebelumnya sudah ada pemain yang sukses menjadi anggota parlemen hingga pemimpin negara.

Di antara belasan itu, berikut enam mantan pesepak bola yang sukses di dunia politik. Langsung saja kita simak nama-namanya.

 

2 dari 7 halaman

Titi Camara

Titi Camara adalah mantan pemain Lens, Liverpool dan West Ham. Sang striker menghabiskan sebagian besar karier sepak bolan di Inggris dan Prancis, sebelum kembali ke negara asalnya Guinea setelah pensiun pada pertengahan 2000-an.

Dia sempat menjadi direktur teknis hingga pelatih kepala Timnas Guinea pada 2009. Setelah itu, Presiden Alpha Conde yang memenangi pemilu menunjuk Camara sebagai Menteri Olahraga Guinea yang bertahan hingga 2012.

 

3 dari 7 halaman

Andriy Shevchenko

Ukraina sebagai negara Eropa yag pernah mencicipi ajang Piala Dunia maupun Piala Eropa dihuni para pemain yang tidak asing dengan atmosfer kompetisi top liga Eropa. Seperti deretan 5 top skor Timnas Ukraina berikut yang pernah dan masih berlaga di liga top Eropa. (AFP/Jeff Pachoud)

Striker legendaris yang haus gol ini pernah memperkuat Dynamo Kyiv, AC Milan, dan Chelsea sebelum pensiun pada 2012. Shevchenko sebenarnya sudah sangat dekat dengan politik semasa menjadi pesepak bola kala mendukung Partai Sosial Demokrat akhir 1990-an.

Dia juga menyatakan dukungankepada calon presiden Viktor Yanukovych pada 2004. Setelah pensiun, Sheva juga pernah bertarung memperebutkan kursi parlemen meski akhirnya gagal dan kemudian memilih menjadi pelatih Timnas Ukraina.

 

4 dari 7 halaman

Kakha Kaladze

Bek AC Milan, Kakha Kaladze (depan) ketika bertanding di ajang Coppa Italia menghadapi Novara pada 13 Januari 2010 di San Siro, Milan. AFP PHOTO/DAMIEN MEYE

Mantan pesepak bola terbesar Georgia dan AC Milan itu memutuskan gantung sepatu pada Mei 2012. Beberapa bulan sebelum pensiun, Kaladze terjun ke dunia politik saat bergabung dengan Partai Georgian Dream–Democratic Georgia yang mengantarkannya duduk di parlemen pada Oktober 2012.

Hanya dua minggu jadi parlemen, pemain yang dua kali merebut gelar Liga Champions itu diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri dan Menteri Energi. Banyak yang mengkritik keputusan itu karena memengaruhi bisnis sang pemain hingga akhirnya dia kini menjabat sebagai Wali Kota Tbilisi.

 

5 dari 7 halaman

Gianni Rivera

Legenda sepak bola AC Milan, Gianni Rivera (tengah). (AFP Photo)

Pemain ini termasuk legenda AC Milan karena telah tampil dalam 658 laga Rossoneri antara 1960 hingga 1979. Setelah memutuskan pensiun, Rivera menjadi Wakil Presiden AC Milan.

Tetapi pada 1986 mantan gelandang itu berkecimpung ke politik hingga jadi anggota parlemen dari Partai Demokrasi Kristen. Rivera juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, sebelum menjadi MEP (anggota Parlemen Eropa) pada 2005.

 

6 dari 7 halaman

Romario

Romario gagal memenangkan gelar juara Liga Champions meski menjadi top skor di turnamen tersebut sebanyak dua kali, yaitu bersama PSV dan Barcelona. Padahal, prestasinya di klub dan Timnas Brasil tak pernah diragukan lagi. Ia juga pernah dianugerahi Ballon d'Or 1994. (AFP/Bob Daemrich)

Romaria adalah satu di antara striker terhebat Brasil yang pernah memperkuat PSV, Barcelona dan Falmengo. Kehebatannya tidak hanya di lapangan hijau tetapi juga di panggung politik saat menjadi anggota Kamar Deputi Majelis di bawah bendera Partai Sosialis Brasil.

Jabatan itu dia gunakan untuk melobi Brasil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014. Setelah turnamen itu, dia menjadi anggota Senat dan masih hingga sekarang meski bendera partainya kini berbeda yakni dengan Partai Liberal sejak 2021.

 

7 dari 7 halaman

1. George Weah

Legenda hidup AC Milan, George Weah, berhasil terpilih menjadi Presiden Liberia. Peraih Ballon d'Or 1995 itu akan mnggantikan posisi dari Ellen Johnson Sirleaf pada bulan depan. (Kolase foto-foto dari AFP)

Pada 2005 tak lama setelah berakhirnya Perang Saudara kedua di Liberia, pemenang Ballon D'or 1995 ini mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden di Liberia. Namun saat itu Weah kalah dari Ellen Johnson Sirleaf lulusan Harvard.

Pada 2014 Weah mengalahkan putranya rivalnya, Robert, saat pemilihan Senat Kongres. Weah kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2017 hingga sukses memenangi 61,54% suara dan mengalahkan Joseph Boakai dalam putaran kedua.

Sumber: FourFourTwo

Berita Terkait