5 Tim Terburuk Dalam Sejarah Liga Inggris : Adakah MU, Man City, Liverpool, Chelsea atau Arsenal ?

Premier League alias Liga Inggris memiliki sejarah tak mengenakkan untuk klub-klub tertentu.

BolaCom | Choki SihotangDiperbarui 17 Januari 2023, 19:19 WIB
Kapten Leicester City, Wes Morgan, dan pelatih Claudio Ranieri mengangkat trofi juara Liga Inggris seusai mengalahkan Everton 3-1 di Stadio King Power, Leicester, Sabtu (7/5/2016). Klub ini pernah mengalami masa suram pada medio 2001/2002. (AFP/Adrian Dennis)

Bola.com, Jakarta - Premier League adalah kompetisi yang paling sengit di bawah kolong langit. Di sini, tim-tim besar tak melulu menang mudah. Beberapa di antaranya mengalami kekalahan beruntun.

Tak percaya? Coba lihat Chelsea deh. Musim ini, The Blues empot-empotan. Tim asuhan Graham Potter belum juga beranjak dari posisi ke-10 klasemen sementara Liga Inggris 2022/2023.

Advertisement

Tim besar lainnya, Liverpool, juga tak kalah miris. The Reds belum juga mampu menembus empat besar. Meski sudah berusaha maksimal, posisi mereka masih jauh dari harapan fans di seluruh dunia.

Chelsea dan Liverpool kalah mengilap dari tim medioker macam Fulham dan Newcastle United. Fulham bertengger di area 10 besar, sedangkan Newcastle di posisi ketiga.

 


Bisa Kejutan

Jika bisa tampil konsisten, bukan tak mungkin The Magpies menorehkan sejarah di pentas paling bergengsi di Negara Raja Charles III. Brand Premier League meluncur sejak 1992 dan sejumlah klub mengalami nasib yang buruk dibandingkan kontestan lainnya.

Ada lima tim selama 18 tahun terakhir yang begitu buruk sehingga sulit untuk memahami bagaimana mereka bisa sampai ke Liga Inggris. Inilah yang paling buruk ...

 


Leicester City 2001/2002

Setelah awal musim yang buruk, Peter Taylor dipecat sebagai pelatih. Padahal, ia baru dua bulan bekerja. Dave Bassett menjadi pengganti dan nasib Leicester tak jua membaik.

Lima kemenangan dan 20 kekalahan dengan rata-rata 0,74 poin per pertandingan tidak menyelamatkan mereka dari ujung tanduk. Mickey Adams menjadi pelatih ketiga, namun nasib baik masih enggan berpihak. Leicester degradasi.

 


Swindon Town 1993/1994

Meski sedang krisis pemain dan absennya sang pelatih, Pep Guardiola akibat terpapar Covid-19, The Cityzens mampu menguasai pertandingan dan mencetak dua gol di babak pertama. Masing-masing dicetak oleh Bernardo Silva (14') dan Gabriel Jesus (28'). (AP//Kirsty Wigglesworth)

Swindon berjanji kepada fansnya untuk tampil lebih semangat di kasta tertinggi setelah promosi mengejutkan mereka ke Premier League pada musim 1993/1994. Mereka telah membuat banyak rekor baru untuk semua alasan yang salah.

Hanya saja, Swindon Town gagal bersaing. Ketatnya persaingan tak mampu menyelamatkan Swindon dari sergapan degradasi. Di musim ini, mereka terkubur di dasar klasemen.

 


Watford 1999/2000

Meski mendapat penanganan dari eks Timnas Inggris nan sarat pengalaman bernama Graham Taylor, Watford tak bisa berbuat banyak di Premier League 1999/2000. Mereka mengawali musim dengan begitu menjanjikan karena mampu mengalahkan dua tim unggulan, yakni Liverpool dan Chelsea.

Sayang sekali, kemenangan tersebut tak mampu mendongkrak performa. Mereka hanya mengemas enam kemenangan lagi, sementara 26 pertandingan lainnya mengalami kekalahan.

Walhasil, di akhir musim, Watford degradasi dengan total poin terendah dalam sejarah Liga Premier, yakni 24 poin.

 


Sunderland 2005/2006

Tampil perkasa di Championship, namun memble di Premier League. Itulah yang dialami Sunderland pada musim 2005/2006.

Sepanjang musim yang kelam itu, Sunderland yang mendapat suntikan Mick McCarthy hanya mampu mengemas 15 poin. Mereka hanya tiga kali merasakan manisnya kemenangan.

Bintang mereka saat itu, Anthony Le Tallec, adalah pencetak gol terbanyak dengan koleksi tiga lesakan.

 


Derby County 2007/2008

Tak ada yang bisa diandalkan musim ini. Segala upaya berakhir sia-sia. Derby County dipastikan turun kasta setelah terkubur hidup-hidup di dasar klasemen akhir Premier League 2007/2008.

Bayangkan, sepanjang musim itu, Derby County hanya mampu mengemas satu kemenangan. Mereka juga mengumpulkan total poin terendah di liga dengan 11 poin dengan rata-rata hanya 0,32 poin per game menyusul 25 kekalahan dari 34 pertandingan.

Sumber: Bleacherreport


MU Mengancam

Berita Terkait