BRI Liga 1: Diminta Out oleh Suporter Bali United, Stefano Teco Kalem, Tak Baca Medsos

oleh Alit Binawan diperbarui 01 Feb 2023, 14:15 WIB
Pelatih Bali United, Stefano Teco Cugurra, memberikan arahan saat menghadapi Bhayangkara FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (13/9). Bhayangkara bermain imbang 0-0 atas Bali United. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Denpasar - Tagar Teco Out menggema setelah Bali United hanya meraih 2 poin dari 3 pertandingan BRI Liga 1 2022/2023.

Tagar #TecoOut terus menggema ketika akun Instagram resmi Bali United mengunggah konten. Selain tagar #TecoOut, suporter di dunia mayar menyayangkan Serdadu Tridatu yang bermain semakin monoton dan terlihat dalam 3 pertandingan terakhir menghadapi Persija Jakarta, PSM Makassar, dan RANS Nusantara FC.

Advertisement

Teco sadar betul kritikan lebih banyak datang untuk dia dan Bali United daripada pujian.

“Saya tahu banyak kritikan daripada pujian di media sosial. Terus mungkin ada komentar-komentar dari akun palsu. Saya tidak mau melihatnya dan terlalu fokus dengan komentar tersebut. Bagi saya hal tersebut bisa mengganggu,” kata Teco ketika ditemui usai sesi latihan di Lapangan Gelora Trisakti Legian, pada Selasa sore (31/1/2023).

2 dari 5 halaman

Paham

Pelatih Bali United, Stefano Teco, memberikan instruksi saat melawan Bhayangkara FC pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (14/3). Bhayangkara menang 4-1 atas Bali. (Bola.com/Yoppy Renato)

Teco paham suporter tidak puas dengan performa Nadeo Arga Winata dkk. saat ini. Namun sebagai pelatih, Teco harus terima hasil apapun yang diraih anak asuhnya. Entah itu hasil positif atau hasil negatif.

Setidaknya menurut Teco, anak asuhnya sudah berjuang di dalam lapangan untuk meraih hasil terbaik. Jika ada kritikan yang menjurus hujatan, hal tersebut tentu bisa merugikan Bali United.

“Mudah-mudahan kritikan ini tidak mengganggu tim. Mereka bisa down. Tapi dengan hasil ini, saya harus bisa bekerja lebih keras dari sebelumnya,” ungkapnya.

3 dari 5 halaman

Tak Sakit Hati

Asisten pelatih Bali United, Antonio Claudio (kanan), bersama pelatih Stefano Teco Cugurra saat memantau sesi latihan timnya di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran beberapa waktu lalu. (Bola.com/Maheswara Putra)

 

Mantan pelatih fisik Persebaya Surabaya tersebut sadar jika Indonesia adalah salah satu negara dengan fanatisme sepak bola yang begitu besar.

Suporter menginginkan kemenangan di setiap pertandingan. Jika klub yang dibela suporter mendapat hasil minor, pelatih dan pemain harus siap-siap menerima kritikan pedas.

Bagi Teco kritikan seperti sudah biasa dialaminya.

“Kalau pelatih tidak bisa menerima kritik, lebih baik jangan menjadi pelatih kepala. Lebih baik jadi asisten pelatih saja. Bias aini dalam sepak bola. Saya tidak ada rasa kesal atau sakit hati,” bebernya.

4 dari 5 halaman

Tidak Lihat Medsos

Jika boleh memilih, Teco lebih baik mendapatkan kritikan dari awak media daripada suporter yang ada di dunia maya.

Di media sosial menurutnya, cukup sulit melihat apakah suporter tersebut benar-benar pendukung Bali United atau justru dari klub lain yang ingin merusak suasana tim.

“Saya tidak mau untuk terlalu melihat media sosial. Kalau wartawan yang mengkritik, saya tentu respect. Mereka tahu kondisi tim dan bisa melakukan evaluasi. Tapi orang lain tidak bisa. Di media sosial, ada juga akun-akun palsu. Apakah mereka benar dari Bali atau dari klub lain yang ingin mencari masalah. Maaf, saya tidak terlalu senang membaca komentar-komentar itu,” tutup Teco.

 

5 dari 5 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait