Rapor 5 Nama Pengganti Thierry Henry di Arsenal : Jeblok tak Jelas Jejaknya, Benarkah ?

Arsenal memiliki pengganti Thierry Henry sebagai pemain yang berfungsi sebaga si nomor 9.

BolaCom | Choki SihotangDiperbarui 20 Februari 2023, 21:25 WIB
Marouane Chamakh, eks bomber Arsenal yang nasibnya tak mulus. (AFP)

Bola.com, Jakarta - Arsenal pernah punya bomber super tokcer, Thierry Henry. Pemilik nama lengkap Thierry Daniel Henry ini memperkuat Arsenal selama delapan tahun, dari 1999 hingga 2007.

Bersama The Gunners, eks Juventus itu memenangkan dua trofi Liga Inggris, tiga FA Cup, dan dua gelar FA Community Shield. Publik mengenang Henry sebagai protagonis di balik kedigdayaan "Gudang Peluru" pada 2003/2004.

Advertisement

Pada sisi lain, ia mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak Arsenal sepanjang masa, berkat torehan 227 gol. Edun!

Sayangnya, setelah sang bomber pergi ke Barcelona, Meriam London sangat kesulitan mendapatkan tombak segalak Henry. Tak sedikit yang kemudian dicap gagal dan, langsung atau tidak, mencederai nama besar pelatih legendaris Arsene Wenger.

Beberapa nama yang mungkin kalian kenal, atau bisa jadi tak kalian dengar :

 


Park Chu-young

Striker Arsenal asal Korsel Park Chu-Young beraksi dalam perebutan bola ketika bertemu Bolton Wanderers di putaran keempat Carling Cup di Emirates Stadium, London, 25 Oktober 2011. AFP PHOTO/IAN KINGTON

Arsene Wenger mendapat tudingan menyakitkan, yakni ceroboh saat merekrut pemain Korea Selatan ini dari Monaco, Prancis, pada 2011. Soalnya, selama di Monaco sejak 2011, Park kurang istimewa. Dia tak mampu menyelamatkan As Monaco dari jurang degradasi, sebelum akhirnya hengkang ke Emirates Stadium.

Ia mengenakan jersey bernomor punggung 9, tak banyak yang bisa dilakukan Park di Arsenal. Pria kelahiran 10 Juli 1985 itu mendapat kesempatan dalam tujuh laga, dan akhirnya disepak ke Watford pada 2014.

Saat ini, Park mudik ke kampung halaman dan bermain bersama Ulsan Hyundai. Kasihan banget enggak sih?

 


Chuba Akpom

Kesempatan tak datang dua kali. Chuba Akpom menyadari kalimat tersebut. Usai menempa ilmu di Akademi Arsenal, lalu naik pangkat ke tim senior pada 2013.

Bukannya berusaha keras tampil maksimal, Akpom masih jauh dari kata memuaskan. Sebagai bomber, Akpom tak mampu mencetak sebiji gol pun.

Padahal, dia sudah mendapat kesempatan dalam 12 laga di ajang Premier League. Setelah melakoni peminjaman ke sejumlah klub, Arsenal melepasnya ke klub Yunani, PAOK, pada 2018.

 


Jay Emmanuel-Thomas

Seperti halnya Akpom, Thomas juga jebolan Akademi Arsenal (1998–2008). Cukup menjanjinkan di level senior, Thomas malah loyo kala masuk skuad Arsene Wenger.

Pada enam laga di tim utama, Thomas minus gol. Bisa ditebak, Wenger lalu menyekolahkannya ke klub lain sebelum melepasnya secara permanen ke Ipswich Town pada 2011.

 


Yaya Sanogo

Yaya Sanogo - Pemain muda yang digadang-gadang bakal tampil hebat ini direkrut Arsenal dari Auxerre pada tahun 2013 lalu. Alih-alih meraih kesuksesan bersama The Gunners sang pemain justru performanya menurun drastis hingga Wenger pun putus asa. dan melepasnya pada 2017. (AFP/Adrian Dennis)

Sanogo tak jelet-jelet amat. Lumayanlah, meski tak begitu membekas di hati. Setidaknya, banyak orang mengenalnya sampai ke level timnas senior.

Ia 'bersekolah' ke Crystal Palace, Ajax, Jong Ajax, Charlton Athletic, dan akhirnya berkostum Toulouse pada 2017. Bomber yang datang dari Auxerre pada 2013 itu dikenang karena mencetak empat gol kala melawan Benfica di Piala Emirates 2014.

 


Marouane Chamakh

Tampang oke, nasib memble. Chamakh gagal memenuhi ekspektasi fans Arsenal.

Sejak kedatangannya dari Bordeaux pada 2010 dan dilepas ke Crystal Palace tiga tahun berselang, Chamakh hanya mengantongi 67 laga dengan torehan 14 gol. Tak heran, Chamakh gagal mengisi ruang bomber bernomor punggung 9.

Sumber: Planetfootball


Arsenal Kudeta Man City

Berita Terkait