Bintang Superbike Sebut Sprint Races Ajang MotoGP Bakal Menguntungkan Pembalap dengan Karakteristik Khusus

oleh Hendry Wibowo diperbarui 21 Feb 2023, 18:00 WIB
Pembalap Aruba.it Racing Ducati, Alvaro Bautista, berhasil merebut kemenangan dalam balapan kedua (Race 2) WorldSBK Portugal di Sirkuit Algarve, Portimao, pada Minggu (9/10/2022). (Vincent Jannink/ANP/AFP)

Bola.com, Jakarta - MotoGP 2023 akan memperkenalkan sesi Sprint Races yang bakal berlangsung setiap hari Sabtu pada pekan balapan.

Untuk pembalap MotoGP, Sprint Races memang bakal jadi hal baru. Namun untuk rider Superbike sebaliknya.

Advertisement

Sprint Races sudah menjadi ciri khas ajang Superbike sejak lama. Oleh karena itulah, banyak pembalap Superbike yang diminta pendapat soal bagaimana Sprint Races berjalan di MotoGP.

Salah satunya juara dunia Superbike 2022 sekaligus pembalap yang pernah mencicipi persaingan MotoGP, Alvaro Bautista.

"Tentu saja, Sprint Races akan sangat mengubah persaingan di MotoGP. Karena jumlah balapan yang harus dijalani nanti bertambah dua kali lipat," kata Bautista.

2 dari 4 halaman

Pembalap Tipe Khusus

MotoGP - Ilustrasi Logo MotoGP (Bola.com/Adreanus Titus)

Bautista menganalisis Sprint Races yang berlangsung hanya setengah dari jumlah lap balapan hari Minggu bakal menguntungkan pembalap dengan tipe khusus.

Tipe khusus itu adalah pembalap yang kesulitan kompetitif melibas banyak lap pada balapan hari Minggu.

Di Sprint Races, pembalap memang hanya harus gaspol tanpa memikirkan bagaimana menghemat ban seperti balapan dengan jumlah lap normal.

3 dari 4 halaman

Komentar Bautista

Pembalap Aruba.it Racing Ducati, Alvaro Bautista (nomor 19), berhasil merebut kemenangan dalam balapan kedua (Race 2) WorldSBK Portugal di Sirkuit Algarve, Portimao, pada Minggu (9/10/2022). (Vincent Jannink/ANP/AFP)

"Sprint Races adalah kesempatan buat pembalap yang selama ini kesulitan kompetitif pada balapan normal yang menempuh banyak lap," kata Bautista. 

"Pendekatannya pada Sprint Races sangat berbeda karena Anda harus menekan sejak awal," lanjutnya. 

Bautista sendiri mengakui dirinya bukan tipe pembalap yang senang dengan sesi Sprint Races. Karena memang karakteristiknya cocok dengan balapan normal. 

"Itu tidak pernah mudah bagi saya karena saya tidak menaikkan suhu ban dengan cepat dan oleh karena itu saya mengalami kerugian di lap pertama," ujar pembalap asal Spanyol ini. 

"Dan jika Anda sudah buat kesalahan di awal Sprint Races, Anda tidak menebusnya karena jumlah lap sangat pendek," tambahnya.

 

 

4 dari 4 halaman

Cuma 3 Kemenangan di Sprint Races

Statistik memang menuliskan Bautista tidak terlalu bersahabat dengan Sprint Races ajang Superbike yang dinamakan Superpole.

Sepanjang berkarier di Superbike, ia baru menang Superpole sebanyak delapan kali. Bahkan dari total 16 kemenangan yang ia raih ketika juara dunia Superbike 2022, hanya tiga yang ia raih dari Superpole. 

 

Sumber: Speedweek 

Berita Terkait