Ayah Hokky Caraka Marah Piala Dunia U-20 2023 Batal, Seto Nurdiantoro Minta Timnas Indonesia U-20 Tidak Putus Asa

oleh Ana Dewi diperbarui 31 Mar 2023, 06:45 WIB
Reaksi kecewa pemain Timnas Indonesia U-20, Hokky Caraka dan rekan-rekannya setelah FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 pada Rabu (29/03/2023) malam WIB. (Dok. PSSI)

Bola.com, Yogyakarta - Indonesia dipastikan batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia telah memutuskan untuk mencoret Indonesia sebagai host turnamen tersebut pada Rabu (29/3/2023) malam WIB.

Kekecewaan tak hanya dirasakan oleh penggawa Timnas Indonesia U-20. Tetapi juga menyelimuti orang tua para pemain. Salah satunya Ribut Budi Suryono, ayah striker Timnas Indonesia U-20 Hokky Caraka Bintang Briliant.

Advertisement

Ribut Budi Suryono merasa kecewa dan sedih lantaran pengorbanan dan impian anaknya untuk tampil di ajang dua tahunan tersebut harus kandas. Dia tidak menyangka perhelatan Piala Dunia U-20 yang sudah di depan mata batal berlangsung di Tanah Air.

"Kami sangat kecewa dan sangat sedih, kalau bisa dibilang kami sangat marah. Karena persiapan ini untuk jadi salah satu pemain Timnas Indonesia U-20 membutuhkan waktu yang sangat panjang dan berat," kata Ribut Kamis (30/3/2023).

"Tentunya banyak yang harus dikorbankan, seperti sekolah, jauh dari orang tua, banyak hal yang dikorbankan," sambungnya.

 

2 dari 6 halaman

Tak Mudah

Pemain Timnas Indonesia U-20, Hokky Caraka, tertunduk lesu setelah ditaklukkan Guatemala pada laga turnamen mini di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (21/2/2023). Indonesia takluk 0-1 dari Guatemala. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ribut kemudian menceritakan untuk mencapai titik saat ini bukan hal mudah bagi sang putra. Dia menuturkan, orang-orang tidak mengetahui bagaimana usaha dan perjuangan Hokky Caraka untuk bisa menjadi bagian dari skuad Garuda Nusantara.

Sehingga dia menyayangkan banyaknya pihak yang dengan enteng mengatakan tanpa sepak bola, Indonesia tidak akan kiamat. Ucapan tersebut, kata Ribut, sangat melukai hati para pemain yang selama ini sudah berjuang keras demi membela Merah-Putih.

"Orang-orang yang tidak pernah berkecimpung dalam sepak bola akan sangat mudah mengatakan jika ini hanya sepak bola," tegas pria berusia 43 tahun tersebut.

"Tidak ada sepak bola Indonesia tidak kiamat, dan lain sebagainya. Hanya anak-anak, hanya bocah cilik, dan lain sebagainya," lanjutnya.

 

3 dari 6 halaman

Mimpi Besar Hokky

Pemain Timnas Indonesia U-20, Hokky Caraka Brilliant saat pertandingan Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 melawan Timnas Timor Leste U-20 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (14/9/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Tampil di ajang Piala Dunia U-20 adalah salah satu impian terbesar Hokky dalam kariernya di sepak bola. Lewat turnamen ini, sekaligus dijadikan batu loncatan Hokky yang bercita-cita merumput di luar negeri.

"Hokky ini adalah anak yang punya mimpi besar, dia ingin menunjukkan potensinya di panggung akbar Piala Dunia, di mata klub yang terbaik di dunia," paparnya.

"Tapi kembali lagi, karena kejadian ini mimpi itu harus dibangun lagi. Mau tidak mau, anak saya dan yang lain harus bangkit membangun cita-cita kembali. InsyaAllah dengan kejadian ini akan ada jalan terbaik untuk anak-anak Timnas U-20," ujar Ribut.

 

4 dari 6 halaman

Suntikan Semangat

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. (Bola.com/Ana Dewi)

Sementara itu, pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, ikut berkomentar terkait batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Pelatih asal Kalasan, Sleman itu sangat menyayangkan kegagalan Indonesia menjadi host ajang dua tahunan tersebut.

"Saya sangat sedih mendengar kabar ini. Apalagi untuk pemain yang sudah mempersiapkan banyak hal, mencurahkan banyak waktu untuk latihan," ujar Seto Nurdiyantoro, Kamis (30/3/2023).

"Bagaimanapun ini bukan akhir dari segalanya. Tetap semangat dan bangkit untuk para pemain Timnas Indonesia U-20. Saya paham bagaimana kekecewaaan mereka. Tapi ini sudah menjadi keputusan federasi tertinggi sepak bola dunia. Untuk semua pemain, Hokky dan kawan-kawan tetap tegar jangan patah semangat."

"Tugas kita saat ini kerja keras lagi, latihan lagi. Saya yakin dengan melihat potensi pemain-pemain muda saat ini, mereka bisa membawa prestasi lebih baik di kemudian hari untuk Indonesia," tandas Seto.

5 dari 6 halaman

Imbas Penolakan Israel

Keputusan FIFA mencopot status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, merupakan buntut dari masifnya penolakan kehadiran Timnas Israel U-20.

Imbasnya, FIFA pun memutuskan membatalkan pengundian babak penyisihan Piala Dunia U-20 2023. Awalnya drawing tersebut digelar di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Bali pada 31 Maret 2023.

Pencoretan Indonesia sebagai host diumumkan induk organisasi sepak bola dunia tersebut melalui situs resminya, Rabu (29/3/2023) malam. Itu setelah adanya pertemuan antara Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Doha, Qatar.

Israel U-20 berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Mereka berstatus runner-up Euro U-19 2022.

Indonesia semestinya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 pada 20 Mei-11 Juni 2023. Ada enam wilayah yang disiapkan sebagai penyelenggara. Antara lain Bali, Jakarta, Surabaya, Solo, Palembang, dan Bandung.

6 dari 6 halaman

Rilis FIFA

Berikut ini surat atau rilis resmi dari FIFA perihal pencoretan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Dalam surat ini, tertulis pula ancaman sanksi dari FIFA yang bisa dijatuhkan kepada Indonesia

 

Rilis FIFA terkait pencoretan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023

Berita Terkait