3 Pemain yang Terlupakan dari Tim Raksasa Sarat Prestasi : Nasibmu Ngenes, Kawan ?

MU, Barcelona dan Bayern Munchen punya banyak bintang yang terlupakan.

BolaCom | Choki SihotangDiperbarui 17 April 2023, 15:37 WIB
Park Ji-sung mampu mempersembahkan gelar-gelar bergengsi bagi MU di antaranya, 4 trofi Liga Inggris, 1 trofi Liga Champions dan 3 trofi Piala Liga. Pada awal musim 2012/2013 ia hijrah ke QPR dan pensiun di sana pada 2014 setelah sempat dipinjamkan ke PSV Eindhoven pada musim 2013/2014. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola adalah permainan tim. Namun, kenyataannya, penggemar cenderung melupakannya dan terlalu berkonsentrasi kepada superstar tertentu. Kadang hal itu berlaku bagi fans Manchester United, Liverpool, Real Madrid, Arsenal, Barcelona, Juventus, AC Milan, dan tim-tim besar lain.

Walhasil, kontribusi pemain-pemain lain jadi terlupakan. Padahal, sukses tidaknya sebuah klub tak lepas dari kerja keras semua pemain. Fans juga cenderung menilai pemain berdasarkan angka seperti gol, asis, tekel, dan penyelamatan.

Advertisement

Sepak bola memang tentang semua itu. Tetapi, ada banyak pemain yang kontribusinya diabaikan karena angka-angka tadi jadi tolok ukur. Inilah mengapa bintang macam Paolo Maldini tidak pernah memenangkan Ballon d'Or, meski legenda AC Milan dan Italia itu menjadi satu di antara pemain terhebat yang pernah ada.

Selain Maldini, masih ada tiga pemain lain yang bernasib sama. Ketiganya terlupakan karena luput dari perhatian penonton umum.

 


Park Ji Sung (Manchester United)

Legenda Manchester United, Ji-sung Park dan Danny Webber merayakan kemenangan saat bertanding melawan Legenda Barcelona di Stadion Old Trafford, Sabtu (2/9/2017). Pertandingan tersebut merupakan laga amal. (AFP/Paul Ellis)

Setan Merah memboyongnya dari PSV Eindhoven pada 2005. Saat itu, tak sedikit yang meragukan kalau pemain Korea Selatan itu bakal meledak di Old Trafford.

Nyatanya, Park menjadi prajurit Sir Alex Ferguson yang paling dipercaya dan dia bermain secara reguler di pertandingan-pertandingan besar. Disiplin, stamina, dan dedikasinya sedemikian rupa sehingga lawan sekaliber Andrea Pirlo pun kesulitan.

Ketika meninggalkan Old Trafford tujuh tahun kemudian, fans dibekap kesedihan yang mendalam. Belum siap berpisah dengan pilar yang sempat disangsikan itu.

Park satu di antara pemain kurang penting di tim MU yang mendominasi sepak bola Inggris selama periode 2007-2011. Ia selalu berada dalam bayang-bayang pemain seperti Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney.

Park mengemas 25 gol dalam 207 pertandingan di semua kompetisi. Duel kontra Barcelona di semifinal Liga Champions 2007/2008 mungkin bisa menyadarkan Anda betapa pentingnya dia bagi The Red Devils.

 


Seydou Keita (Barcelona)

Luapan kegembiraan gelandang Barcelona Seydou Keita usai membobol gawang Sporting Gijon pada partai lanjutan La Liga di Nou Camp, Barcelona, 3 Maret 2012. AFP PHOTO/LLUIS GENE

Ketika Pep Guardiola ditunjuk sebagai pelatih Barcelona pada 2008, Keita merupakan rekrutan pertamanya. Keita sedikitnya memainkan 188 pertandingan dalam empat musim di Camp Nou.

Dia adalah tipe pemain yang tidak membuat dunia bersinar dengan sepak bolanya, dan kontribusinya biasanya tidak diperhatikan oleh mayoritas. Di tim seperti Barcelona, ia dibayangi pemain seperti Lionel Messi, Xavi, Iniesta, dan David Villa.

Guardiola mengenang mantan anak buahnya itu sebagai sosok yang rendah hati. "Dia adalah pemain yang murah hati dan pantas mendapatkan semua yang dia dapatkan," ujar Guardiola yang kini menukangi Manchester City.

 


Mario Gomez (Bayern Munchen)

Mario Gomez. Striker Timnas Jerman ini telah mencetak 18 hattrick dengan rincian: 12 untuk Bayern Munich, 4 untuk Stuttgart, 1 untuk Wolsburg dan 1 untuk Timnas Jerman. (AFP/Adrian Dennis)

Meski sukses membawa Die Roten dua kali ke final Liga Champions secara beruntun yakni pada musim 2011/2012 dan 2012/201, Gomez tetap tak masuk hitungan. Dia tak layak dikenang.

Sebagai seorang striker, dia melakukan banyak hal yang diminta darinya yaitu mencetak gol. Dia melakukan pekerjaan itu dengan efisien.

Posisi, finishing, dan pergerakannya sama bagusnya dengan striker top mana pun. Bersama Bayern, dari 2009 sampai 2013, Gomez sukses mendulang 113 gol dalam 174 penampilan di semua ajang kompetisi.

Mario Mandzukic mengambil alih setelah Gomez menjalani operasi pergelangan kaki. Namun, ia tetap memberikan kontribusi yang signifikan seperti mencetak dua gol untuk Bayern di final DFB Pokal.

Dia pindah ke Fiorentina untuk mendapatkan lebih banyak waktu bermain setelah gagal bersaing dengan Mandzukic.

Sumber : Sportskeeda

Berita Terkait