Liga Inggris: Terpuruk Bersama Chelsea, Raheem Sterling Merasa di Titik Terendah

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 06 Mei 2023, 14:45 WIB
Pemain Chelsea Raheem Sterling (kanan) berebut bola dengan pemain Arsenal Oleksandr Zinchenko pada pertandingan sepak bola Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, 6 November 2022. Arsenal kembali memuncaki klasemen Liga Inggris usai mengalahkan Chelsea dengan skor 1-0. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bola.com, Jakarta - Penyerang Chelsea, Raheem Sterling, bicara secara terbuka dan mengakui musim ini adalah titik terendah dalam kariernya. Keterpurukan Chelsea turut menjadi bagian dari apa yang dirasakan oleh penyerang Timnas Inggris itu.

Chelsea sebenarnya memulai musim dengan baik. Mereka memiliki salah satu skuad terbaik di Premier League dan ketika itu masih ditangani pelatih top sekelas Thomas Tuchel.

Advertisement

Segalanya berubah dalam waktu singkat. Chelsea mengalami banyak perubahan signifikan dalam beberapa bulan, mulai dari pergantian pemilik klub hingga beberapa kali pergantian pelatih.

Chelsea tengah terpuruk di paruh bawah klasemen Premier League. The Blues bahkan harus berjuang untuk menjauh dari zona degradasi.

2 dari 4 halaman

Baru Pindah ke Chelsea

Pemain Chelsea Raheem Sterling melakukan selebrasi usai mencetak gol pembuka timnya pada pertandingan Liga Champions Grup E antara Chelsea FC dan FC Salzburg, di Stamford Bridge di London, Kamis (14/9/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Leila Coker)

Keterpurukan Chelsea mungkin terasa lebih buruk bagi Sterling pribadi. Pasalnya, musim ini adalah musim pertamanya bersama The Blues, tentu ekspektasinya tinggi.

Sterling memilih meninggalkan Manchester City tahun lalu. Dia pun menerima pinangan Chelsea yang tampak meyakinkan dengan proyek perkembangan klub mereka.

Sayangnya, perubahan tersebut berjalan sulit bagi Sterling. Dalam 24 penampilan di liga sejauh ini, Sterling hanya bisa mencetak empat gol dan dua assist.

 

3 dari 4 halaman

Titik Terendah

Gelandang Chelsea, Raheem Sterling (kiri) menguasai bola dibayangi gelandang AC Milan, Sandro Tonali pada laga fase Grup E Liga Champions 2022/2023 di Stamford Bridge, London (5/10/2022). Didatangkan dengan harga mahal pada awal musim 2022/2023, Raheem Sterling nyatanya baru mencetak 7 gol dan 3 assist dari 26 laga bagi Chelsea musim ini, nilai pasarnya pun turun 10 juta euro dari 70 juta euro (Rp1,1 triliun) menjadi 60 juta euro (Rp981 miliar). (AFP/Glyn Kirk)

Situasi sulit Chelsea ini tentu jadi pukulan telak bagi Sterling pribadi. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, dia menjadi bagian dari kejayaan Manchester City yang berhasil meraih sejumlah trofi.

"Secara pribadi, ini adalah titik terendah dalam karier saya. Namun, meski terdengar sedikit aneh, situasi ini bisa jadi pembelajaran yang bagus," kata Sterling.

"Karier saya berjalan cukup mulus dengan juara ini dan juara itu, tapi terkadang hidup menyulitkan, dan ini adalah tantangan yang akan saya hadapi," lanjutnya.

Sumber: Sky Sports

Disadur dari: Bola.net (Richard Andreas, published 6/5/2023)

 
4 dari 4 halaman

Persaingan di Premier League

Berita Terkait