Bikin Kaget! PT LIB Akui Butuh Dana Rp100 Miliar untuk Penggunaan VAR di Liga 1

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 27 Mei 2023, 16:00 WIB
Wasit Szymon Marciniak memeriksa VAR sebelum memberikan penalti untuk RB Leipzig pada laga Grup H Liga Champions 2020/2021 antara RB Leipzig melawan Paris Saint-Germain di Redbull Arena, Leipzig, 4 November 2020. (AFP/Ronny Hartmann)

Bola.com, Jakarta - PT Liga Indonesia Baru (LIB) buka suara mengenai rencana penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 2023/2024.

Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menyebut butuh dana sampai Rp100 miliar untuk merealisasikan penggunaan teknologi tersebut.

Advertisement

PT LIB mendapatkan perintah dari PSSI untuk bisa menghadirkan VAR di Liga 1 musim ini. Rencananya, teknologi yang akan membantu kinerja wasit itu dijadwalkan siap diuji coba pada pertengahan musim 2023/2024.

Tantangan yang datang kini dari biaya yang tidak murah. Menurut Ferry Paulus, jumlah Rp100 miliar digunakan untuk memasang teknologi VAR di seluruh stadion klub peserta Liga 1.

"Tidak cukup Rp10-20 miliar. Mendekati Rp100 miliar. Tidak mungkin untuk awal musim," kata Ferry Paulus.

2 dari 4 halaman

Pertengahan Musim

Foto ilustrasi saat wasit Liga Inggris Kevin Friend melihat Video Assistant Referee (VAR). Keputusan wasit yang menganulir gol di pertandingan pekan ke-6 Liga Inggris 2022/2023 melalui VAR menuai banyak kontroversi. (AFP/Daniel Leal)

Ferry Paulus menegaskan, penggunaan VAR di Liga 1 akan terjadi pada pertengahan musim 2023/2024. PSSI disebut sudah berkirim surat ke FIFA mengenai rencana penggunaan teknologi tersebut.

"Liga punya target secepat-cepatnya tujuh bulan dari Kick-off. Setelah dapat semua sistemnya," ucap Ferry Paulus.

"Ketum PSSI sudah yakin dan baru bersurat ke FIFA. Selain itu, FIFA sudah tahu kita mau pakai VAR. Targetnya tidak lebih dari sepekan atau dua pekan ini adalah surat balasan. Baru ada asistensi detail dari FIFA," jelas Ferry Paulus.

3 dari 4 halaman

Sudah Siap

Protes yang dilakukan para pemain Brasil membuat wasit lagi-lagi harus meninjau VAR. Beruntung bagi Brasil, wasit menganulir keputusannya dengan memutuskan tidak terjadi pelanggaran. (AP/Pool/Rodrigo Buendia)

Ferry Paulus menyebutkan, perangkat VAR sudah siap digunakan. Dalam pengoperasiannya, PT LIB nantinya dibantu Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) dan juga FIFA.

"Perangkat kita sudah siap. Dalam arti project director, technical director, dan ada kolaborasi dari JFA juga," tegas Ferry Paulus.

"Di sini tidak ada yang mengerti soal VAR. Kalau kita harus impor dari FIFA dan AFC dari mana-mana terlalu mahal," jelas Ferry.

4 dari 4 halaman

Yuk Simak Posisi Akhir Tim Kesayangan Kamu!

Berita Terkait