3 Pelatih Asing Debutan di Liga 1 2023 / 2024: Awet Enggak Nih?

Persaingan kompetisi Liga 1 2023/2024 akan melibatkan sederet pelatih asing. Dari 18 kontestan yang berkompetisi, 14 di antaranya menggunakan jasa juru taktik impor.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 14 Juni 2023, 11:00 WIB
Liga 1 - 3 Pelatih Asing Debutan di Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Persaingan kompetisi Liga 1 2023/2024 akan melibatkan sederet pelatih asing. Dari 18 kontestan yang berkompetisi, 14 di antaranya menggunakan jasa juru taktik impor.

Sebagian besar pelatih asing yang akan mewarnai kompetisi Liga 1 musim depan memang bukanlah wajah baru. Sebab, hanya tiga di antaranya yang bakal menyandang status sebagai juru taktik debutan.

Advertisement

Tentu saja, patut dinantikan kiprah para pelatih asing debutan ini musim depan. Pasalnya, pada musim lalu, muncul sosok Bernardo Tavares yang sukses mengantarkan PSM Makassar menjuarai Liga 1.

Padahal, juru taktik asal Portugal itu berstatus sebagai pelatih asing debutan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Sementara itu, pada musim ini Liga 1 akan menyajikan tiga juru taktik yang baru pertama kali melatih klub Indonesia.

 


Marcelo Rospide (Persik Kediri)

Marcelo Rospide memanfaatkan latihan perdana untuk berkenalan dengan pemain Persik. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Secara mengejutkan, Persik Kediri mendepak Divaldo Alves pada akhir musim Liga 1 lalu. Sebagai gantinya, tim beralias Macan putih ini menunjuk Marcelo Rospide sebagai penggantinya.

Pelatih asal Brasil ini sebetulnya tak punya rekam jejak yang panjang di dunia racik strategi. Apalagi, sebagian besar pengalamannya masih sebatas menjadi asisten pelatih.

Kariernya bermula ketika ditunjuk menjadi caretaker tim asal Brasil, Gremio, untuk menggantikan Paulo Autuori. Setelah itu, dia ditunjuk menjadi manajer Barueri pada September 2010.

Pada 2018, dia sempat menjadi asisten manajer Caera SC (2018-2019), lalu mengembang tugas yang sama bersama FC Vitoria (2019). Pada 2019, dia menerima tawaran dari klub asal China, MZ Hakka.

 


Mauricio Souza (Madura United)

Pelatih Madura United, Mauricio Souza (tengah), bersama staf kepelatihannya saat memimpin latihan perdana skuad Laskar Sape Kerrap di Madura United Training Ground (MUTG), Selasa (23/4/2023). (Bola.com/Dok Madura United)

Pelatih selanjutnya yang berstatus debutan di Liga 1 musim depan ialah Mauricio Souza. Juru taktik berusia 49 tahun ini musim depan bakal mengawali kiprahnya di Indonesia bersama Madura United.

Sebelum mendapat pekerjaannya ini, Mauricio Souza memang lebih banyak berkarier di Negeri Samba. Kiprahnya dimulai sebagai manajer Botafogo U-17 (2013-2014) dan Botafogo U-20 (2013-2017).

Setelah itu, dia naik pangkat menjadi asisten manajer tim senior Botafogo, Kiprahnya pun kemudian bergeser bersama Flamengo U-20 pada 2017-2018.

Di klub ini, dia pernah menduduki sejumlah jabatan, mulai dari asisten manajer hingga caretaker manager. Baru setelah itu, dia direkrut Athletico-PR pada 2022. 

Tak berselang lama, dia menangani Vasco da Gama. Namun, pekerjaan ini hanya berlangsung singkat sebelum hingga akhirnya pelatih kelahiran Rio de Janeiro ini diboyong Madura United.

 

 


Marian Mihail (PSS Sleman)

Pelatih PSS Sleman, Marian Mihail (Bola.com/Dok. PSS)

Jika dibandingkan nama-nama pelatih yang disebutkan dalam daftar ini, pelatih kepala terbaru PSS Sleman, Marian Mihail, menjadi sosok juru taktik yang memiliki rekam jejak paling banyak di kawasan Asia.

Sebelum hijrah ke Bumi Sembada, juru taktik asal Rumania itu terakhir kali menangani klub asal Vietnam, Thanh Hoa, pada 2017 hingga 2018. Setelah itu, dia sempat menganggur tanpa pekerjaan.

Awal mula kariernya berlangsung bersama sejumlah klub Rumania, mulai dari Sportul Studentesc Bucharest (1996-1997 dan 1998-1999), Brasov (1997), Bacau (1997-1998), dan Rocar Bucharest (2001-2002)

Setelah itu, dia mulai merambah kompetisi sepak bola Asia. Awalnya, Mihail mengasuh klub asal Suriah, Al Qardaha (2002-2003), klub Arab Saudi, Al Riyadh (2003-2004), dan Al Jaish (2006-2007).

Berikutnya, dia menangani Al-Jahra (2008-2009), lalu menjadi Direktur Teknik Al-Wahda Abu Dhabi (2009-2010), dan Direktur Teknik Timnas Rumania (2011-2014).

Berita Terkait