Cinta Choirul Huda Diabadikan di Sisi Barat Stadion Surajaya: Legenda Sejati Persela

oleh Hery Kurniawan diperbarui 11 Sep 2023, 06:15 WIB
Monumen Choirul Huda dibangun di sudut barat Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Bola.com, Lamongan - Beberapa dekade rasa-rasanya kita cukup akrab dengan pemain yang setia memperkuat satu klub saja di sepanjang kariernya. Ada Fransesco Totti di AS Roma. Kemudian ada Paolo Maldini di AC Milan.

Jangan lupakan juga kiprah legenda lain seperti Ryan Giggs sebagai pemain Manchester United. Namun, belakangan fenomena itu tampak sulit diulangi karena adanya revolusi besar di industri sepak bola.

Advertisement

Di sepak bola Indonesia fenomena seperti itu cukup sedikit terjadi. Choirul Huda menjadi satu dari sedikit kasus kesetiaan pemain kepada satu klub di sepak bola Tanah Air.

Ya, Choirul Huda hanya membela Persela Lamongan di sepanjang karaiernya. Sayangnya, di kandang Persela pula Huda harus kehilangan nyawarnya.

Tanggal 15 Oktober 2017 tampaknya tak akan dilupakan oleh pendukung Persela Lamongan. Pada hari tersebut pukul 16.14 WIB, mereka kehilangan sang legenda sejati, Choirul Huda selama-lamanya.

2 dari 4 halaman

Tabrakan Fatal

Choirul Huda harus dibawa ke RSUD Dr Soegiri setelah tidak sadarkan diri karena berbenturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, pada laga Persela melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Choirul Huda dikenal sebagai penjaga gawang yang sangat tangguh. Huda tak hanya dikenal sebagai penahan tembahan yang solid.

Namun, pemain asli Lamongan itu juga tak ragu berduel di udara. Sayangnya, keberanian Huda saat itu justru berbuah petaka.

Huda bertabrakan dengan rekan setimnya dalam laga Liga 1 melawan Semen Padang. Pemain yang sempat memperkuat Timnas Indonesia itu pun sempat cukup lama terkapar di lapangan.

Tim medis di Surajaya saat itu berusaha sebisanya untuk menyelamatkan nyawa Choirul Huda. Namun, nyawa Huda tak terselamatkan. Huda meninggal dunia pada usia 38 tahun.

3 dari 4 halaman

Tak Terlupakan

Pendukung setia Persela Lamongan, Nur Said saat menghadiri laga antara Laskar Joko Tingkir melawan Persijap Jepara, Minggu (10/9/2023). (Bola.com/Hery Kurniawan)

Bola.com menemui salah satu pendukung setia Persela Lamongan bernama Nur Said pada laga perdana Liga 2 2023/2024. Persela menjamu Persijap Jepara, Minggu (10/9./2023).

Ekspresi Nur Said langsung berubah ketika kami menanyakan mengenai sosok Chorisul Huda. Ia bahkan tampak terbata-bata saat menceritakan suasana Surajaya pada 15 Oktober 2017.

"Ya mendung, suasananya seperti berbeda," ujar Nur Said.

"Saya saja waktu itu menangis," sambungnya.

4 dari 4 halaman

Abadi

Pemain Persela bersama suporter melakukan penghormatan usai laga melawan Bhayangkara FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (27/10). Choirul Huda meninggal dunia, Minggu (15/10). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sejak Maret 2023, Choirul Huda diabadikan di salah satu sudut Stadion Surajaya, tepatnya di tribune sisi barat. Si sana di bangun khusus monumen untuk mengingat sosok Huda.

Bertepatan dengan ulang tahun Persela Lamongan yang ke-56, sebuah monumen untuk mengenang tragedi yang menimpa sang legenda, Choirul Huda, telah diresmikan, Selasa (18/4/2023.

Monumen itu terdiri dua bagian. Bagaian atas berbentuk miniatur lapangan sepakbola yang terbuat dari lempeng kuningan. Pada bagian tengah terdapat sebuah jam yang menunjukkan pukul 16.14 WIB, sebagai penunjuk waktu meninggalnya Choirul Huda. saat itu.

Sementara pada bagian bawah, terpampang tanggal terjadinya tragedi yang membuat publik sepakbola Lamongan kehilangan Choirul Huda untuk selamanya, yaitu 15 Oktober 2017.

Berita Terkait