Cerita Pemanah asal Yogyakarta Sumbang Medali Perunggu untuk Indonesia di Asian Games 2022: Tampil Enjoy, Adaptasi Cuaca Lancar

oleh Ana Dewi diperbarui 07 Okt 2023, 22:00 WIB
Olimpiade Paris 2024 memang baru akan berlangsung tahun depan, tepatnya pada 26 Juli hingga 11 Agustus 2024. Atlet panahan putra Indonesia, Arif Dwi Pangestu dipastikan menjadi atlet pertama Indonesia yang dipastikan akan berlaga di Olimpiade Paris 2024 setelah dipastikan lolos setelah mencapai semifinal pada Kejuaraan Dunia Panahan 2023 yang berlangsung di Berlin, Jerman sejak 31 Juli hingga 6 Agustus 2023. (AFP/Adek Berry)

Bola.com, Yogyakarta - Pemanah asal Yogyakarta, Arif Dwi Pangestu ikut menyumbangkan satu medali bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2022. Turun di nomor recurve beregu putra, tim panahan sukses meraih perunggu di Fuyang Yinhu Sports Centre, Hangzhou, Jumat (6/10/2023).

Tim Indonesia diwakili tiga pemanah terbaik. Selain Arif Dwi Pangestu, ada pula Ahmad Khoirul Baasith dan pemanah senior Riau Ega Agatha Salsabilla. Pada perebutan tempat ketiga, tim recurve putra tampil mengesankan.

Advertisement

Mereka menang telak dengan skor 56-55, 55-54, dan 58-54 atas Bangladesh yang diperkuat Md Sagor Islam, Md Ruman Shana, serta Mohammad Hakim Ahmed.

Arif Dwi Pangestu bersyukur bisa mempersembahkan medali buat Indonesia di Asian Games kali ini. Menurutnya, keberhasilan tim recurve putra berkat kerja keras tim selama pertandingan.

"Alhamdulillah tentu senang dapat medali perunggu. Lawan Bangladesh tidak ada kendala sih karena kami sudah tahu celahnya, jadi kami main enjoy saja," ujar Arif Dwi Pangestu kepada wartawan pada Sabtu (7/10/2023) sore.

"Sebelumnya di perempatfinal kami menang 6-2 lawan Iran. Lalu, lawan Korea Selatan di semifinal tapi kalah. Jadi mereka itu ada satu atlet baru yang Korea Selatan bagus lah mereka, kayak setara gitu setim saling menutupi bagus-bagus individunya," katanya.

==

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Piala Dunia U-17 - ilustrasi Piala Dunia U-17 2023 Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

 

EMTEK Group sebagai pemegang hak siar Piala Dunia U-17 2023 menayangkan pertandingan-pertandingan penyisihan hingga final di berbagai platform. Sobat Bola.com bisa menyaksikan aksi bintang-bintang muda kelas dunia di Indosiar, SCTV, Vidio, Moji TV, Champion TV, Mentari TV, dan Nex Parabola. Nikmati juga berita-berita eksklusif Piala Dunia U-17 di Bola.com, dengan mengklik tautan ini.  

2 dari 4 halaman

Lawan Berat

Trio Alviyanto Prastyadi Bagas, Arif Pangestu Dwi, dan Riau Salsavilla Ega Agata yang sukses meraih medali emas SEA Games 2021 buat Indonesia, Rabu (18/5/2022) siang WIB. Ketiganya tampil memukau pada kategori Men's Team Recurve. (Bola.com/Ikhwan Yanuar Harun)

Ya, di semifinal Indonesia harus berhadapan dengan lawan tangguh Korea Selatan. Pada fase ini, Arif Dwi dkk. menyerah dengan skor 56-57, 53-58, dan 55-58.

"Terus pas lawan Korea Selatan sempat gerimis mendung gitu. Dari dulu yang masih ketat di Asia itu Korea Selatan, kebetulan ketemunya kemarin di semifinal," ucap pemanah asal Kabupaten Bantul itu.

"Dengan sikon seperti itu, karena pas lawan Korea Selatan pas gerimis jadi begitu main lawan Iran di perebutan ketiga kami sudah tahu celahnya, bidikan dan macam-macamnya," sambung Arif Dwi.

3 dari 4 halaman

Butuh Adaptasi

Tim panahan putra Indonesia Riau Ega Agatha Salsabila, Arif Dwi Pangestu, dan Alviyanto Bagas Prastyadi mengamankan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. (Dok. NOC Indonesia)

Biasanya di turnamen-turnamen sebelumnya, tim recurve putra diperkuat oleh trio Riau Ega Agatha, Arif Dwi, dan Alviyanto Bagas Prastyadi. Namun, pada Asian Games kali ini, Bagas absen karena gagal lolos kualifikasi. Posisinya pun diganti Ahmad Khoirul.

Menanggapi hal itu, Arif Dwi berujar, timnya saat ini memang perlu waktu untuk beradaptasi lagi. Sebab, bukan hal gampang menyatukan chemistry dalam satu tim.

"Masalah seperti itu sebetulnya memang harus ada waktu untuk chemistry tapi kemarin pas kualifikasi Bagas kena trouble dikit lalu ternyata saya juga kena," paparnya.

Trouble yang dimaksud Arif Dwi yakni dia merasa kurang enjoy dan terlalu hati-hati saat kualifikasi. Plus, angin di lokasi pertandingan juga tidak bersahabat.

"Jadi malah ragu sama panahnya sendiri. Soalnya anginnya itu enggak terlalu saya suka, angin sepoi-sepoi tapi panahnya ikut kebawa angin. Enggak tahu kekuatan atau speed anginnya," keluh dia.

"Awalnya kami bawa full team divisi recurve putra ada empat orang, kalau SEA Games diambil dua terbaik terus di Asian Games semua bisa main. Tapi ternyata ini peraturan baru diambil dua terbaik seperti SEA Games,".

"Pas kualifikasi ya itu ada trouble jadi saya nomer tiga, Bagas nomer empat. Regunya diambil tiga terbaik karena ini ditentukan dari awal sistemnya open jadi kayak siapa paling baik itu yang main," jelas Arif Dwi.

4 dari 4 halaman

Debut di Asian Games

Pemanah asal Bantul, Yogyakarta Arif Dwi Pangestu (Bola.com/Ana Dewi)

Asian Games 2022 menjadi yang pertama bagi Arif Dwi Pangestu. Meski gagal mencapai target emas, menurut Arif hasil itu tidak buruk-buruk amat dan cukup positif. Apalagi, Indonesia juga harus menghadapi lawan-lawan berat.

"Ini Asian Games pertama saya, kebetulan pesaing yang kuat sebagian besar memang di Asia. Meski event ini enggak sebesar World Cup tapi feel-nya benar-benar ada disini karena para pesaing di World Cup ya main di Asian Games," terang pemanah berusia 19 tahun itu.

"Target pribadi belum terpenuhi karena target saya satu emas beregu dan satu medali di individu tapi individu enggak masuk terus regu semifinal malah ketemu Korea,".

"Saya tidak main di nomer individu karena diambil dua terbaik dari masing-masing negara. Kalau sistem ranking sebenarnya masuk tapi karena di ambil dua terbaik jadi saya enggak ikut," pungkas Arif Dwi Pangestu.