Erick Thohir Bantah Australia Ogah Ajak Indonesia Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2034: Jangan Percaya!

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 09 Okt 2023, 22:47 WIB
Sejumlah pemain Timnas Indonesia melakukan briefing pada sesi akhir latihan menjelang laga leg pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Brunei Darussalam di Lapangan A Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (09/10/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Ketua PSSI, Erick Thohir, membantah narasi yang beredar bahwa Australia tidak mengajak Indonesia untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2034.

"Kalau ada berita-berita soal kita ditinggalkan Australia, jangan percaya. Ketua PSSInya di sini," ujar Erick Thohir di atas Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Senin (9/10/2023).

Advertisement

Erick Thohir mengatakan bahwa Indonesia berencana menggandeng Australia untuk mengajukan diri sebagai penyelenggara Piala Dunia pada sepuluh tahun lagi.

Erick Thohir juga telah bertemu dengan perwakilan Federasi Sepak Bola Australia (FA) dalam Kongres FIFA di Rwanda pada Maret 2023. Kedua belah pihak membahas soal kemungkinan menjadi tuan rumah bersama.

2 dari 4 halaman

Malaysia dan Singapura Bisa Bergabung

Penyerang Timnas Darren Lok (kuning) berduel di udara dengan kiper dan pemain belakang Timnas Thailand dalam laga semifinal leg pertama Piala AFF 2022, Sabtu (7/1/2023) di Stadion Bukit Jalil. (Dok. FA Malaysia)

Pria yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI itu juga mengungkapkan bahwa Malaysia dan Singapura tertarik untuk bergabung dengan Indonesia dan Australia.

Poros empat negara anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) itu dapat menjadi penantang serius bagi Arab Saudi yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat penyelenggara Piala Dunia 2034.

"Tetapi, tentu konteksnya kami masih berdiskusi. Sebab, untuk tanda tangan kebersamaan baru pada 31 Oktober 2023. Jadi masih dalam diskusi," ucap Erick Thohir.

 

3 dari 4 halaman

Pantau Situasi

Ketua umum PSSI, Erick Thohir (tengah kiri) mengajak FIFA Team Project Venue Management, Christian Schmolzer (tengah kanan) menjajal kereta cepat Whoosh dari Stasiun Halim, Jakarta, ke Stasiun Tegalluar, Bandung, pada Senin (9/10/2023). (Bola.com/Abdul Aziz)

"Soal bidding Piala Dunia 2034, itu proses setahun. Kami belum masukan bidding. Bisa saja nanti kalau kami melihat situasinya mungkin tidak kuat, kami akan berhitung kembali," ucap Erick Thohir.

"Tetapi, saya keberatan jika kita dianggap tidak kapabilitas. Sebagai bangsa untuk event dunia, wah saya keberatan. Masa negara sebesar ini dianggap sebelah mata," jelasnya.

Sebelumnya, FIFA telah memastikan bahwa tuan rumah Piala Dunia 2034 akan menjadi jatah anggota AFC atau Konfederasi Sepak Bola Oceania (OFC) setelah menunjuk Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai penyelenggara untuk edisi 2030.

4 dari 4 halaman

Pesaing

Ambisi Australia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 diprediksi tak akan mudah. Meskipun sudah mendapatkan mitra menjadi tuan rumah bersama, namun itu belum jadi jaminan.

Australia akan menghadapi persaingan dari Arab Saudi yang juga berminat menjadi tuan rumah. Arab Saudi bahkan percaya diri menjadi tuan rumah tunggal pada edisi Piala Dunia 2034 itu.

Keseriusan Arab Saudi sudah terlihat sejak awal 2034. Mereka mengembangkan kualitas sepak bola nasional melalui liga dengan mendatangkan sejumlah pemain elite dunia semisal Cristiano Ronaldo, Roberto Firmino, hingga Neymar.

Berita Terkait