BRI Liga 1: Tokoh Bonek Minta Azrul Ananda Perhatikan Manajemen Persebaya

oleh Aditya Wany diperbarui 31 Okt 2023, 06:00 WIB
Logo Bonek, populer di Surabaya, dibuat oleh orang Makassar. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Suporter Bonek menggelar demo kepada manajemen Persebaya Surabaya di Sutos, Surabaya, Senin (30/10/2023). Mereka menuntut evaluasi setelah klub Bajul Ijo kian terpuruk di BRI Liga 1 2023/2024.

Persebaya kini sedang dalam performa buruk dengan telah mendapat tiga kekalahan beruntun. Itu dimulai dari dipermalukan dengan skor 2-3 saat menjamu Persib Bandung (7/10/2023).

Advertisement

Berikutnya, mereka kalah dua kali dalam dua laga beruntun, yakni 1-3 kontra Bali United (20/10/2023) dan 0-4 melawan Persik Kediri (27/10/2023).

Akibatnya, tim Bajul Ijo (julukan Persebaya) kini menghuni peringkat ke-11 klasemen sementara masih dengan 22 poin. Mereka berpotensi turun peringkat lagi karena masih ada beberapa pertandingan pekan ke-17 yang belum dimainkan.

==

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Menagih Target

Ratusan Bonek mendatangi Sutos sejak sekitar Senin (30/10/2023) pukul 10.00 WIB. Mereka menuntut Yahya Alkatiri mundur. (Bola.com/Aditya Wany)

Koordinator Green Nord, Husin Ghozali, tetap menyuarakan Persebaya target juara musim ini. Namun, dia ingin CEO Persebaya Azrul Ananda lebih memperhatikan tim. Sayangnya, Azrul tak menemui Bonek dalam aksi ini.

“Salah satunya evaluasi tim ini dan target juara tidak bisa direvisi. Tentu kami tagih saat akhir musim. Kita tahu hari ini melakukan aksi karena tim ini tidak maksimal, tidak mencerminkan Persebaya,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Cong itu.

“Kami belum puas karena tidak ada, CEO di luar kota. Saya harap mau mengevaluasi, jangan sampai tidak tahu apa yg di bawahnya, asal bapak senang saja. CEO perlu mengambil tindakan taktis untuk meraih posisi target juara ini,” imbuhnya.

3 dari 5 halaman

4 Tuntutan

Ratusan Bonek melakukan demo karena terpuruknya performa Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2023/2024, Minggu (29/10/2023). (Bola.com/Aditya Wany)

Ada empat tuntutan yang disuarakan Bonek dalam aksi ini. Pertama, mereka menuntut CEO Persebaya Azrul Ananda membuat statement tegas serta mengambil langkah strategis dan konkret penyelamatan tim, melalui perbaikan kualitas individu baik jajaran kepelatihan hingga pemain jangan seperti beli kucing dalam karung.

Kedua, jika dalam tiga laga putaran kedua, Persebaya tidak mampu meraih hasil maksimal 9 poin dengan kemenangan penuh atau setidaknya 7 poin, manajer tim harus mengundurkan diri.

Ketiga, lakukan pengawasan penuh terhadap pemain, baik lokal maupun asing. Tidak ada siapapun yang boleh mengakses kedekatan dengan para pemain kecuali demi kepentingan Persebaya. Terakhir, target juara harus tetap terealisasi di musim ini.

“Target tetap harus juara dan manajemen harus mengevaluasi agar membuat tim ini kembali ke marwahnya. Persebaya tim besar bermental juara,” imbuh Cak Cong.

Teriakan “Yahya Out” terus menggema saat Bonek menyuarakan aspirasinya di depan Sutos. Mereka merasa manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas hasil ini.

4 dari 5 halaman

Kembalinya Peran Uston Nawawi

Direktur Teknik Persebaya Surabaya, Uston Nawawi. (Bola.com/Aditya Wany)

Sebelumnya, manajemen Persebaya untuk kali kedua menunjuk Uston Nawawi sebagai pelatih interim. Pengumuman ini muncul setelah mereka kalah 0-4 dari Persik Kediri dalam pekan ke-17 BRI Liga 1 2023/2024, Jumat (27/10/2023).

Pihak klub tidak menjelaskan bagaimana nasib pelatih kepala Josep Gombau dalam pengumuman yang diunggah di situs resmi klub, Jumat (28/10/2023) malam.

Pertandingan melawan Persik itu membuka kualitas buruk Persebaya. Lini belakang Bajul Ijo benar-benar jadi sorotan saat kalah dengan skor memalukan di kandang Persik Kediri.

Permainan mereka sangat buruk di lini belakang. Ditambah, Song Ui-young kemudian mencetak gol bunuh diri sangat menghalau bola. Kartu merah yang diterima Reva menambah lengkap derita Persebaya di laga ini.

Persebaya tercatat sempat tampil apik dengan tak terkalahkan di bawah arahan pelatih interim Uston Nawawi. Tanpa pelatih kepala, mereka justru mampu membukukan empat menang dan sekali seri. Kini, Uston kembali menjabat status itu.

5 dari 5 halaman

Yuk Lihat Posisi Persebaya di Papan Klasemen

Berita Terkait