Bola.com, Jakarta - Geluar transfer window BRI Liga 1 2023/2024 mulai terlihat. Beberapa nama besar memilih pindah klub di paruh musim. Salah satunya top skorer Liga 1, Gustavo Almeida yang berganti kostum dari Arema FC ke Persija Jakarta.
Kabarnya, Persija menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan penyerang asal Brasil itu dengan status pinjaman.
Namun, jika melihat perkembangan transfer window, bukan Persija Jakarta yang jadi klub paling greget. Tapi tim papan atas dan bawah yang aktif memperbaiki skuatnya. Bhayangkara FC jadi yang paling serius dalam bursa transfer.
Maklum, tim berjulukanThe Guardian itu ada posisi juru kunci klasemen sementara. Sehingga mereka jor-joran mendatangkan pemain berkualitas. Sebut saja Witan Sulaeman dan I Putu Gede.
Tim papan bawah BRI Liga 1, Persikabo juga mendatangkan lumayan banyak pemain. Selain itu, ada PSIS Semarang yang bersaing di papan atas baru mendapatkan pemain sekelas Evan Dimas Darmono.
Berikut geliat tiga klub tersebut di transfer window.
Bhayangkara FC
Bisa dibilang Bhayangkara FC sedang mengalami musim terburuk. Sejak jadi juara Liga 1 2017, mereka dikenal sebagai langganan papan atas. Namun, tim berjulukan The Guardian ini seperti kehilangan bentuk permainannya. Sehingga mereka ada di dasar klasemen.
Demi lepas dari jeratan degradasi, mereka mendatangkan 5 pemain baru. Tiga diantaranya merupakan pemain lokal yang masih dan pernah jadi bagian Timnas Indonesia. Yakni Witan Sulaeman, I Putu Gede Juni Antara dan Arif Satria. Sedangkan dua pemain lain mengisi slot asing.
Seperti Zulfahmi Arifin yang merupakan pemain Timnas Singapura. Sedangkan satu nama lagi adalah jebolan Timnas Australia U-23, George Blackwood. Melihat nama-nama pemain yang didatangkan, tim ini sangat serius untuk bangkit.
Ternyata, mesin rekrutmen pemain Bhayangkara masih belum berhenti. Kabarnya, mereka masih memburu beberapa pemain yang kini membela tim papan atas. Ditambah lagi mereka sudah ditangani pelatih sekelas Mario Gomez. Pelatih asal Argentina yang pernah menukangi tiga tim besar Liga 1. Seperti Persib Bandung, Borneo FC dan Arema FC.
Pemain masuk: Witan Sulaeman, Zulfahmi Arifin, Putu Gede, George Blackwood, Arif Satria.
Persikabo 1973
Sepertinya, Persikabo 1973 tak mau kalah dari rivalnya di papan bawah, Bhayangkara FC. Karena dalam transfer window, Laskar Padjadjaran ini sudah mendatangkan 6 pemain. Lima di antaranya merupakan pemain asing, yakni Pedro Augusto, Caca Basilio, Keven Aleman, Junior Bakayoko dan Myat Kaung Khant. Satu-satunya pemain lokal yang direkrut adalah Fajar Ginting dari klub kasta kedua, Deltras FC.
Dengan mengubah mayoritas pemain asing, pelatih Aji Santoso berharap timnya bisa lepas dari degradasi. Persikabo berlombang dengan Bhayangkara dan Arema agar tidak turun ke kasta kedua. Yang menarik, lima pemain asing yang didatangkan belum pernah main di Liga 1.
Biasanya, keputusan ini berisiko dari sisi adaptasi sang pemain. Tapi jika masalah itu teratasi, Persikabo bisa membuat gebrakan. Karena, pemain asing yang baru muncul biasanya sulit diprediksi oleh lawan. Sepertinya itu yang diinginkan sang pelatih. Hanya saja, para pemain asing tersebut tidak punya pengalaman mentereng.
Pemain masuk: Pedro Augusto, Myat Kaung Khant, Caca Basilio, Keven Aleman Junior Bakayoko, Fajar Ginting
PSIS
Mahesa Jenar ini berhasil memanaskan persaingan papan atas. Mereka berada di urutan ketiga klasemen sementara. Tapi, hal itu tak membuat PSIS cepat puas. Buktinya, di transfer window mereka mendatangkan beberapa pemain.
Yang paling mentereng tentu Evan Dimas Darmono dipinjam dari Arema FC. Gelandang 28 tahun itu merupakan pemain dengan nama besar di Indonesia. Meski musim ini namanya tenggelam bersama Arema, PSIS seperti ingin membangkitkannya lagi.
Ini jadi tantangan tersendiri untuk membuktikan jika Evan belum habis. Selain itu, bek muda yang muncul bersama Timnas Indonesia kelompok usia, Barnabas Sobor juga digaet.
Pemain asal Papua itu akan jadi salah satu pemain masa depan PSIS. Karena dia punya potensi besar. Hanya saja Sobor jarang dapat kesempatan ketika bermain untuk Persija Jakarta, awal musim ini dia bergabung dengan klub kasta kedua, Kalteng Putra. Selain dua pemain tersebut ada dua pemain lokal lain, Fathur Ihsan dan Jorry Guruh yang didaftarkan.
PSIS Semarang: Barnabas Sobor, Evan Dimas, Fathul Ihsan, Jorry Guruh