BRI Liga 1: Soal Kericuhan Antarsuporter, Pelatih PSS Sindir Kualitas Pengamanan

oleh Ana Dewi diperbarui 07 Des 2023, 22:30 WIB
Pelatih PSS Sleman, Risto Vidakovic. (Dokumentasi PSS Sleman)

Bola.com, Sleman - Pelatih PSS Sleman, Risto Vidakovic, memiliki pandangan tersendiri mengenai kericuhan yang baru saja terjadi ketika tim asuhannya ditekuk PSIS Semarang dengan skor 0-1 pada laga pekan ke-21 BRI Liga 1 2023/2024, Minggu (3/12/2023).

Arsitek PSS Sleman asal Serbia itu tidak membenarkan tindakan kekerasan yang dilakukan suporter sepak bola. Namun, menurutnya semua suporter di seluruh dunia datang ke stadion dengan tujuan yang sama, menonton tim kesayangannya bertanding.

Advertisement

Sementara berkaca dalam insiden di Stadion Jatidiri, Risto melihat gesekan antarsuporter seharusnya bisa diantisipasi lebih awal. Jadi tidak menimbulkan kerugian bagi kedua tim.

"Saya pikir suporter di seluruh dunia sama. Mereka datang untuk mendukung tim mereka. Apa yang terjadi di pertandingan sebenarnya ada di security bukan suporter," ujar Risto Vidakovic, Kamis (7/13/2023) sore WIB.

"Saya pikir jika punya security yang bagus tidak ada yang akan masuk ke lapangan, itu poin pertama. Poin kedua, kita harus mengedukasi suporter juga karena itu bukan cara terbaik untuk mendukung tim jika mereka berperilaku seperti itu."

"Ketika mereka masuk ke lapangan, para pemain keluar dan mereka merusak sesuatu, saya pikir itu bukan cara yang baik. Cara yang baik adalah untuk mendukung di tribune dan itu sangat penting untuk kita ketika memiliki suporter di stadion," lanjut pelatih PSS Sleman.

====

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Kerugian Besar

Momen kericuhan yang melibatkan kelompok suporter pendukung PSIS Semarang, Snex, dengan suporter PSS Sleman pada laga yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (2/4/2023). (DOK PSIS)

Adanya insiden kurang mengenakkan itu tentu jadi kerugian bagi Super Elang Jawa, julukan PSS Sleman. Bukan tidak mungkin, PSS kembali mendapatkan sanksi tambahan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Seperti diketahui, PSS Sleman saat ini masih menjalani sanksi tiga laga kandang tanpa penonton. Hukuman itu diberikan akibat kerusuhan dan perusakan fasilitas stadion yang dilakukan oknum suporter pascalaga melawan Bali United dalam pekan ke-18 BRI Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman (3/11/2023).

"Sanksi yang diberikan tidak membantu kita. Kami bermain di laga kandang tanpa kehadiran mereka, kami kehilangan dukungan. Saya pikir itu tidak bagus, mereka harus mencoba melakukan semuanya untuk bisa kembali ke stadion dan mendukung kita," ucap Risto.

3 dari 5 halaman

Termotivasi

Selebrasi para pemain PSS Sleman setelah Riki Saputro (bersujud) mencetak gol ketiga ke gawang Persita Tangerang pada laga pekan ke-9 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (18/8/2023). (Bola.com/Abdul Aziz)

 

Larangan tanpa penonton, masih berlaku ketika PSS Sleman menjamu RANS Nusantara FC di Stadion Maguwoharjo, Jumat (8/12/2023) malam WIB. Meski tanpa suporter, Risto Vidakovic memastikan timnya akan bertanding dengan penuh semangat.

"Saya pikir kami sedang termotivasi karena betapa penting pertandingan besok. Jadi semua termotivasi untuk bermain. Namun, sebenarnya akan lebih baik jika ada suporter dan memberikan dukungan kepada kami," keluhnya.

"Mereka sangat penting untuk kami dan itu menjadi tenaga tambahan ketika mereka ada. Namun, sangat penting jika mereka tahu bagaimana bersikap agar mereka ada di stadion ketika tim membutuhkan mereka."

"Dalam situasi ini, ketika kami sangat membutuhkan mereka. Jadi sangat penting untuk kami mempunyai dukungan mereka di tribune," tambah pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

4 dari 5 halaman

Tanpa Jihad Ayoub

PSS Sleman resmi memperpanjang kontrak gelandang asal Lebanon, Jihad Ayoub. (dok. PSS Sleman)

Menghadapi RANS Nusantara FC, PSS Sleman dipastikan tanpa sang gelandang andalan, Jihad Ayoub. Pemain Timnas Lebanon itu absen karena cedera. Jihad diperkirakan menepi selama dua sampai tiga pekan.

"Jadi besok dia tidak akan bermain. Dia mengalami robek hamstring ketika pertandingan melawan PSIS. Jadi saya pikir, dia akan tidak bermain di pertandingan besok," ungkap Risto.

Sementara soal persiapan tim, juru taktik berusia 54 tahun itu mengeluhkan waktu persiapan timnya yang terbilang mepet. PSS Sleman cuma memiliki jeda persiapan kurang lebih empat hari saja jelang laga nanti.

"Kami punya hari yang lebih sedikit untuk istirahat daripada lawan. Kami bermain di hari Minggu dan bermain kembali hari Jumat. Kami hanya punya satu hari untuk mempersiapkan diri. Itu tidak ideal, tapi pemain sudah siap dan sudah sadar," paparnya.

"Kami sudah fokus untuk game besok, mereka sudah berada di kondisi yang baik. Besok jujur sangat penting untuk kami, para pemain memberikan segalanya untuk mendapatkan tiga poin," kata dia.

PSS Sleman saat ini ada di posisi ke-13 dengan torehan 23 angka. Adapun RANS Nusantara FC menempati peringkat kelima dengan koleksi 32 poin.

5 dari 5 halaman

Persaingan di BRI Liga 1

Berita Terkait