Jika Melihat Permainan Timnas Indonesia Vs Libya, Akankah Thom Haye dan Jay Idzes Bakal Punya Peran Sentral?

oleh Radifa Arsa diperbarui 04 Jan 2024, 07:00 WIB
Timnas Indonesia - Ilustrasi Jay Idzes (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia memperlihatkan sejumlah kekurangan saat tumbang dari Libya pada pertandingan uji coba, Selasa (2/1/2023) malam WIB.

Namun hadirnya Thom Haye dan Jay Idzes bakal mengatasi satu kekurangan skuad Merah Putih.

Advertisement

Kekalahan empat gol tanpa balas yang dialami Timnas Indonesia pada laga latih tanding ini memang membuat publik kecewa. Sebab, skuad Garuda sebentar lagi bakal berlaga di Piala Asia 2023. 

Namun, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengisyaratkan bahwa penampilan ‘amburadul’ yang diperagakan anak asuhnya cukup beralasan. Sebab, selama berlatih di Turki, tim pelatih belum menyentuh aspek taktik.

"Memang para pemain begitu datang ke Turki sampai satu hari sebelum laga melawan Libya fokus lafihan fisik, jadi memang saya tidak banyak berharap pada pertandingan kemarin," ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers secara virtual yang dihadiri Bola.com, Rabu (3/1/2024) siang.

Skuad Garuda bakal mendapatkan berkah yang luar biasa apabila mendapat suntikan tenaga dari dua pemain keturunan, Thom Haye dan Jay Idzes. Keduanya bisa menjadi jawaban atas kekurangan Marc Klok dkk di laga uji coba ini.

 

 

2 dari 3 halaman

Peran Sentral Lini Tengah

Pemain Timnas Indonesia Marc Klok dan Ramadhan Sananta saat menjalani latihan dengan Skuad Garuda. Tim racikan Shin Tae-yong diagendakan menjalani laga uji coba kontra Libya dan Iran sebelum tampil dalam ajang Piala Asia 2023 di Qatar. (Dok. PSSI)

Shin Tae-yong memang menggunakan dua komposisi pemain yang berbeda pada pertandingan ini. Pada babak pertama, lini tengah dipercayakan kepada duet Ricky Kambuaya dan Marc Klok. Hasilnya, alur distribusi bola masih tersendat.

Berbeda dengan babak kedua, hadirnya Ivar Jenner dan Adam Alis di tengah membuat permainan skuad Garuda lebih cair. Apalagi, Marselino Ferdinan sering turun ke belakang untuk menjemput bola.

Yang menjadi persoalan, tidak ada gelandang dengan karakter breaker yang dimiliki Shin Tae-yong saat ini. Hal itu membuat pertarungan bola di lini tengah sulit dimenangkan oleh skuad Garuda.

Situasi ini semakin bertambah pelik ketika Timnas Indonesia kehilangan bola. Para pemain Libya bisa langsung menembus lini tengah dengan mudah karena tidak ada pemain yang berjaga untuk memutus alur serangan lawan.

 

 

3 dari 3 halaman

Thom Haye dan Jay Idzes

Thom Haye dan Jay Idzes di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat. (Bola.com/Dok.PSSI).

Hadirnya Thom Haye dan Jay Idzes dinilai mampu mengatasi permasalahan ini. Pasalnya, kedua pemain ini sama-sama bisa bermain sebagai gelandang bertahan. Jay Idzes memang berposisi sebagai bek tengah, tetapi dia bisa juga diplot untuk menjadi gelandang bertahan.

Kedua pemain ini tentu bakal lebih memudahkan Shin Tae-yong untuk merancang komposisi yang kuat di lini tengah. Apalagi, skuad Garuda saat ini kehilangan Rachmat Irianto yang biasa diplot sebagai gelandang bertahan.

Thom Haye bakal memberikan alternatif yang menarik. Sebab, pemain berusia 28 tahun ini tak hanya memiliki akurasi operan yang mumpuni, tetapi juga dilengkapi pemahaman positional yang apik.

Saat bermain bersama Heerenveen, Thom memahami kapan momen untuk maju ke depan membantu serangan, atau momen yang mengharuskan dia turun ke belakang untuk menjadi cover tambahan di lini pertahanan.

Berita Terkait