Curhat Haru Mantan Pelatih PSM Setelah Bawa Tajikistan ke Perempat Final Piala Asia 2023: Saya Dulu Miskin, Sekarang Kami Kuda Hitam!

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 29 Jan 2024, 10:15 WIB
Pelatih Tajikistan, Petar Segrt, merayakan kesuksesan timnya lolos ke 16 besar Piala Asia 2023. (AFP/Hector Retamal)

Bola.com, Doha - Tajikistan kembali mengejutkan di Piala Asia 2023. Tim besutan Petar Segrt, mantan pelatih PSM Makassar ini memulangkan Uni Emirat Arab 5-3 melalui adu penalti setelah hasil imbang 1-1 untuk melaju ke delapan besar.

Mereka menjadi tim kedua yang mencatatkan rekor debut yang begitu dalam setelah Australia pada tahun 2007.

Advertisement

"Kami sekarang adalah kuda hitam di turnamen ini. Tidak ada yang tahu seberapa jauh kami bisa melangkah. Saya tidak punya batasan untuk para pemain saya, mereka kembali mengejutkan saya," kata Segrt.

Segrt yang melatih PSM pada 2012-2013 ini menjadi pahlawan nasional di Tajikistan dalam seminggu terakhir.

Sikap dan kecakapan taktik membuat Tajikistana melejit di Piala Asia 2023.

“Ini seperti ketika Anda memiliki anak, Anda harus menunggu saat yang tepat,” kata Segrt ketika ditanya apakah kepribadiannya melindungi timnya selama babak penyisihan grup," katanya.

 

2 dari 4 halaman

Saya Dulu Miskin..

Suasana Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, jelang laga antara Timnas China melawan Timnas Tajikistan di Piala Asia 2023, Minggu (14/1/2024). (AFP/Karim Jaafar)

Tajikistan hanya kebobolan satu gol melawan Qatar, kemenangan comeback atas Lebanon dan hampir mengalahkan UEA dalam 90 menit sebelum menyingkirkan mereka dalam adu penalti adalah bukti bahwa timnya luar biasa. Di peringkat FIFA, Tajikistan di posisi ke-106.

“Kami termasuk di antara delapan tim terbaik di Asia,” kata Segrt.

Tajikistan akan akan menghadapi Irak atau Yordania.

Kebahagian Segrt terpancar usai pertandingan. Pria Kroasia itu berusaha menjabat tangan semua orang di ruangan sebelum konferensi persnya.

“Saya berasal dari situasi yang sangat miskin, situasi yang sangat sulit di Yugoslavia lama dan di Jerman. Saya belajar untuk menghormati semua orang karena bagi saya, sebagai seorang anak, hal itu sangat sulit,” katanya.

3 dari 4 halaman

Penuh Perjuangan

Petar Segrt dan Ong Kim Swee, dua pelatih akan beradu strategi saat Afghanistan dan Malaysia bertemu pada uji coba, Selasa (11/10/2016). (Bola.com/FAM)

Petar Segrt menceritakan masa lalunya yang penuh perjuangan.

"Saya tidak pernah lupa dari mana saya berasal. Saya pikir saya memiliki jiwa yang jujur, ini adalah hal terpenting bagi saya," katanya.

Gaya manajemennya jelas menyentuh hati para pemain mudanya, yang menelannya dan memecahkan kacamatanya saat mereka lolos ke babak 16 besar.

"Dia sangat positif setiap saat, sangat baik hati. Tapi dia tahu kapan dia harus bersikap ramah dan baik hati, dan kapan dia harus bersikap keras dan tegas terhadap kami," kata bek Tajikistan, Zoir Dzhuraboev.

4 dari 4 halaman

Kisah Singkat di PSM

Petar Segrt berkenalan dengan sepak bola Indonesia pada tahun 2010, saat terjadi dualisme kompetisi.Ia menangani Bali Devata. Setelah itu, ia melatih PSM Makassar pada 2011-2013.

PSM kala itu juga berkiprah di Liga Primer Indonesia. Dalam dua musim, tim Juku Eja berada di posisi keenam.

 

Sumber: Channel News Asia

Berita Terkait