Firman Utina Ungkap Perbedaan Besar Timnas Indonesia Dulu dan Sekarang: Berharap Banyak pada Shin Tae-yong

oleh Ana Dewi diperbarui 19 Feb 2024, 09:30 WIB
Timnas Indonesia - Firman Utina (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Mantan kapten Timnas Indonesia, Firman Utina memberikan pandangan terkait penampilan skuad Garuda saat ini dengan era-nya ketika masih aktif bermain.

Pria berusia 42 tahun itu mengatakan, sepak bola Indonesia saat ini jauh lebih berkembang, seiring datangnya pelatih-pelatih berpengalaman macam Shin Te-yong hingga Luis Mila. Hal ini diungkapkan Firman Utina dalam wawancaranya dengan YouTube Sport77 Official belum lama ini.

Advertisement

"Jadi kalau dulu sepak bola di eranya kami itu hanya mengandalkan teknik skill dan fisik saja pada tahun-tahun itu, setelah di era sekarang Shin Tae-yong datang Luis Mil;a datang banyak pelatih-pelatih top datang ke Indonesia, maka ditambah dengan taktik jadi sepak bola sekarang itu penuh taktik," ujar Firman Utina.

"Kalau kayak kami dulu hanya dengan oh pejuang 45 fight di situ hanya mengandalkan fisik, kalau dulu Timnas Indonesia era Ivan Kolev mengandalkan fisik yang diutamakan. Ya mempunyai taktik hanya dua pilihan attacking dan defending pada saat itu," sambungnya.

 

2 dari 4 halaman

Cetak Sejarah di Piala Asia

Gelandang Timnas Indonesia, Yakob Sayuri (tengah) berusaha melewati bek Timnas Irak, Ali Adnan pada laga pertama Grup D Piala Asia 2023 Qatar di Ahmad bin Ali Stadium, Al-Rayyan, Doha, Senin (15/1/2024). (Dok. PSSI)

Mantan gelandang Persija Jakarta itu menilai, sepak bola Indonesia kini berada di trek yang tepat dan mengalami kemajuan cukup bagus. Terutama, performa Tim Merah-Putih dibawah asuhan Shin Tae-yong yang belum lama ini sukses menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk kali pertama.

"Sejarah yang dibuat Shin Tae-yong yang berada di Piala Asia kami sudah lalui, yang kami belum lalui adalah lolos dari fase grup dan juara itu saja," kata Firman Utina.

"Kita harapkan mudah-mudahan dengan eranya Shin Tae-yong yang mengubah tatanan skema cara bermain tim nasional sekarang, jadi dia bisa menunjukkan kepada publik bahwa yang dipilih pemain saat ini tidak salah,".

"Coach Shin tentu sudah mengetahui tentang kultur pemain-pemain yang ada karena sudah berapa tahun di Indonesia. Pemain juga banyak dinaturalisasi, mudah-mudahan bisa menunjukkan yang lebih untuk bangsa ini," tambah dia.

 

3 dari 4 halaman

Andalan

Timnas Indonesia kala itu ditangani pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev dan diperkuat materi pemain terbaik di Tanah Air saat Piala Asia 2007. Mereka adalah Yandri Pitoy, Ferry Rotinsulu, Markus Haris Maulana (kiper), Ricardo Salampessy, Maman Abdurahman, Erol Iba, Ismed Sofyan, Charis Yulianto, Supardi Nasir, Achmad Jufriyanto, Harry Saputra (belakang). Ada juga Muhammad Ridwan, Eka Ramdani, Ponaryo Astaman, Firman Utina, Syamsul Chaeruddin, Mahyadi Panggabean, Atep Rizal (tengah), Elie Aiboy, Budi Sudarsono, Zaenal Arief, Bambang Pamungkas (depan). (AFP/Adek Berry)

Firman Utina merupakan salah satu pemain andalan Timnas Indonesia medio 2002-2015. Dia termasuk pesepakbola yang punya karier panjang dan konsisten bermain untuk sejumlan tim di Indonesia seperti Persib Bandung, Persija, hingga Persita Tangerang.

Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara itu memulai karier sebagai pemain tahun 1999 dan pensiun di 2018. Firman Utina pun membeberkan rahasia bertahan belasan tahun di dunia si kulit bundar.

"Kenapa bisa konsisten dan bertahan sampai dengan umur sekian, jujur di tahun 2017 saya dan Hamka Hamzah serta M. Ridwan orang paling terakhir di generasi 2000 yang mengundurkan diri dari Timnas Indonesia," ungkapnya.

"Jadi kami mengundurkan diri bukan dicoret, menyatakan pensiun ya karena di tahun itu sudah bukan era kami dan sepak bola juga sudah bukan dari cara kami bermain lagi, sudah berubah,".

"Jujur bertahan sampai dengan 18 tahun di tim nasional hanya bangga dan kami tidak cepat puas diri terutama, yang kedua kami terus mengasah karena kami tahu bahwa sepak bola adalah kantor untuk kami mencari pencaharian," beber Firman Utina.

 

4 dari 4 halaman

Level Tertinggi Main di Timnas

Menjadi pemain tim nasional impian bagi setiap pesepak bola. Hal inilah yang dirasakan Firman Utina. Menurutnya, bisa berseragam Timnas Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri.

"Setiap pesepak bola level tertinggi adalah bermain di Timnas. Nah, di tim nasional kami pasti dihargai di klub-klub dan dengan kami berada di tim nasional pasti klub manapun menginginkan kami bermain di klubnya masing-masing," terangnya.

"Setelah diinginkan oleh klub maka harga di situ ada value, di situ yang kami mempertahankan bahwa tim nasional adalah tertinggi bagi pesepak bola. Jadi itu yang membuat kami bisa bertahan karena kehidupan kami tidak ada selain dari sepak bola," pungkas Firman Utina.

Berita Terkait