Jangan Salahkan David Raya atas Gol Mahakarya Bruno Fernandes

Mengupas gol kelas dunia Bruno Fernandes saat MU berbagi skor 1-1 melawan Arsenal.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Maret 2025, 12:15 WIB
Gelandang Manchester United asal Portugal #08, Bruno Fernandes (Kanan), mencetak gol pembuka langsung dari tendangan bebas ini selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Arsenal di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 9 Maret 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Ada banyak alasan mengapa David Raya tidak bisa berbuat banyak saat Bruno Fernandes mencetak gol spektakuler di penghujung babak pertama.

Laga antara Manchester United dan Arsenal yang berakhir imbang 1-1 di Old Trafford, Minggu (9-3-2025), menyisakan banyak perbincangan, terutama soal gol tendangan bebas luar biasa dari Bruno Fernandes yang membuat para penggemar terpukau.

Advertisement

Gol tersebut bukan hanya bukti skill individu sang gelandang asal Portugal, tetapi juga menunjukkan kecerdasan taktik yang diterapkan oleh MU.

Beberapa pihak menilai bahwa kiper Arsenal, David Raya, berada di posisi yang kurang ideal dan gagal mengantisipasi tendangan tersebut.

Namun, apakah adil jika semua kesalahan dibebankan kepadanya?


Taktik Cerdas MU

Gelandang Manchester United asal Portugal Bruno Fernandes (2K) merayakan gol pembuka bersama rekan setimnya selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Arsenal di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 9 Maret 2025.

Pertama-tama, perlu diakui bahwa gol Bruno Fernandes bukan hanya hasil dari kemampuan individu, tetapi juga buah dari kerja sama tim yang cerdas.

Casemiro dan Joshua Zirkzee memainkan peran penting dalam menghalangi pandangan Raya tepat sebelum Fernandes melepaskan tendangan.

Seperti yang dianalisis oleh Jamie Redknapp di Sky Sports, ruang yang sengaja dibiarkan di pagar betis Arsenal diisi dengan tepat waktu oleh dua pemain Setan Merah, membuat Raya kesulitan bereaksi saat bola melayang melewati pagar tersebut.

Ini adalah strategi yang telah dipersiapkan dengan matang oleh tim asuhan Ruben Amorim, menunjukkan betapa detailnya mereka dalam mengatur skema bola mati.


Kontroversi Jarak Pagar Betis

Gol dari Man United dicetak Bruno Fernandes. Sementara itu gol Arsenal dihasilkan Declan Rice. (AP Photo/Dave Thompson)

Faktor lain yang patut diperhatikan adalah posisi pagar betis Arsenal. Wasit Anthony Taylor menginstruksikan pagar betis Arsenal untuk berdiri sejauh 11,2 yard (sekitar 10,24 meter) dari bola, lebih jauh dari jarak minimum 10 yard (sekitar 9,14 meter) yang ditetapkan dalam peraturan sepak bola.

Kendati hanya selisih satu yard, jarak tambahan ini memberi keuntungan bagi Fernandes untuk melewati pagar betis dengan lebih mudah dan mengarahkan bola dengan trajektori yang lebih tajam ke gawang.

Christian Eriksen bahkan mengakui setelah pertandingan bahwa situasi ini "sangat menguntungkan" bagi MU.

Jelas, kesalahan dalam pengaturan jarak pagar betis bukanlah tanggung jawab Raya, melainkan keputusan wasit—sesuatu yang tidak bisa dikendalikan oleh kiper Arsenal.


Tendangan Sempurna yang Sulit Dihentikan

Jelang waktu turun minum atau pada menit ke-45+2, tendangan keras Bruno Fernandes berhasil merobek jala gawang Arsenal. Manchester United unggul 1-0. (Paul ELLIS/AFP)

Terakhir, mari kita lihat eksekusi Fernandes itu sendiri. Dengan trajektori sempurna dan putaran bola yang tajam, bahkan jika Raya memiliki pandangan lebih baik, menepis tendangan seperti itu tetap menjadi tantangan besar.

Sebelumnya, Fernandes juga mencetak gol serupa saat melawan Everton, menunjukkan bahwa ia sedang dalam performa terbaik dalam urusan tendangan bebas.

Mengingat kontribusi Raya sepanjang pertandingan, termasuk penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang kedua Fernandes, tidak adil untuk menyalahkannya hanya karena satu gol ini.

Berita Terkait