Habis Dipermak Atalanta, Thiago Motta: Juventus Tidak Lagi Membicarakan Scudetto

Setelah kalah telak dari Atalanta, pelatih Juventus, Thiago Motta, menegaskan bahwa timnya tidak lagi membicarakan peluang scudetto.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Maret 2025, 20:15 WIB
Pertandingan Juventus vs Atalanta pada laga Serie A di Allianz Stadium, Senin dini hari WIB (10-3-2025). (Bola.com/juventus.com)

Bola.com, Jakarta - Raksasa Serie A, Juventus, menelan kekalahan telak 0-4 dari Atalanta di depan pendukung sendiri di Allianz Stadium, Turin, Senin dini hari WIB (10-3-2025).

Hasil ini membuat Thiago Motta, pelatih Juventus, menegaskan bahwa timnya tidak lagi berbicara soal perebutan scudetto.

Advertisement

Sebelum pertandingan, Juventus hanya tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan, sementara Atalanta hanya berjarak tiga poin dari Nerazzurri.

Namun, kemenangan besar La Dea tidak hanya memperlebar jarak mereka dengan Bianconeri, tetapi juga membuat mereka tetap berada dalam persaingan dengan Inter di puncak klasemen.

Dengan hasil ini, Juventus kini tertinggal sembilan poin dari Inter. Padahal, beberapa hari sebelumnya, mereka masih disebut-sebut sebagai kandidat kuat peraih scudetto karena selisih poin yang masih memungkinkan untuk dikejar.


Pembelaan Motta

Berstatus tim tamu, Atalanta sukses mempermalukan Juventus dengan skor telak 4-0. (Isabella BONOTTO/AFP)

Usai kekalahan Juventus yang memalukan ini, Thiago Motta menepis semua pembicaraan terkait gelar Serie A musim ini.

Dalam wawancaranya, ia menegaskan:

"Kami adalah tim termuda di liga, kami ingin terus berkembang, tetapi kami menderita secara mental. Kami terlalu jauh melangkah dan akhirnya kehilangan kendali di lapangan. Tapi, sekarang, cerita tentang scudetto yang kalian bicarakan itu sudah selesai. Kami tidak akan membahasnya lagi. Sekarang kami harus bangkit dan fokus menghadapi Fiorentina," tutur Motta.


Evaluasi Performa

Manuel Locatelli, kapten Juventus, saat menghadapi Atalanta di Allianz Stadium, Turin, Senin dini hari WIB (10-3-2025). (Bola.com/juventus.com)

Motta juga menyoroti performa timnya yang kesulitan menghadapi tekanan Atalanta, terutama setelah kebobolan gol pertama.

"Di babak pertama, Atalanta yang lebih mengendalikan permainan dan tampil berbeda dari biasanya. Setelah gol pertama mereka, kami mulai membuat kesalahan teknis dalam membangun serangan," ujarnya.

"Kesalahan ini memberikan lebih banyak peluang bagi tim lawan, yang memang memiliki pemain-pemain berkualitas dalam serangan balik. Dalam situasi ini, kami benar-benar kesulitan. Sayang sekali, pertandingan berubah setelah penalti pertama yang membuka keunggulan mereka," jelas pelatih asal Brasil itu.


Laga Krusial Berikutnya

Penyerang Juventus asal Prancis, Randal Kolo Muani (kiri), dan bek Atalanta asal Italia, Raoul Bellanova (kanan), berebut bola selama pertandingan sepak bola divisi satu Serie A Italia antara Juventus dan Atalanta di stadion Allianz di Turin, Italia utara, Senin dini hari WIB (10-3-2025). (Isabella BONOTTO/AFP)

Juventus akan menghadapi laga penting lainnya minggu depan melawan Fiorentina. Saat ini, kedua tim hanya terpaut tujuh poin di klasemen.

Bagi Nyonya Tua, laga ini akan menjadi kesempatan untuk bangkit setelah kekalahan menyakitkan dari Atalanta.

Dengan peluang scudetto yang makin menjauh, fokus utama Juventus kini adalah mengamankan posisi di zona Liga Champions dan memastikan performa tetap stabil hingga akhir musim.

Berita Terkait