Rasmus Hojlund: Menang Liga Europa Bukan Penyelamat Musim MU

Jelang menghadapi Lyon, Rasmus Hojlund menegaskan bahwa menang di Liga Europa tidak akan "menyelamatkan" musim buruk MU.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 April 2025, 08:30 WIB
Pemain Manchester United, Rasmus Hojlund (kanan), mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur pada pertandingan sepak bola Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (14/1/2024). Manchester United gagal menaklukkan Tottenham Hotspur dan hanya mampu bermain imbang 2-2. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Penyerang Manchester United (MU), Rasmus Hojlund, menyatakan bahwa ia tidak menyukai narasi yang menyebut kemenangan di Liga Europa akan menjadi "penyelamat" bagi musim buruk Setan Merah.

MU akan menghadapi Lyon dalam laga leg pertama perempat final Liga Europa, Jumat dini hari WIB (11-4-2025), yang menjadi pertandingan krusial untuk menjaga asa lolos ke Liga Champions musim depan.

Advertisement

Jika gagal, MU tidak hanya kehilangan peluang tampil di kompetisi elite Eropa, tetapi juga terancam mengalami krisis finansial dengan potensi kerugian hingga 100 juta paun (sekitar Rp2,1 triliun).

Namun, dari sisi sepak bola, Hojlund menegaskan bahwa proyek pembangunan tim masih berada pada tahap awal, dan ia percaya arah yang dituju sudah tepat.


Proses Pembelajaran

Pemain Manchester United, Rasmus Hojlund (kanan), berebut bola dengan pemain Viktor Plzen, Sampson Dweh, pada laga lanjutan Liga Europa 2024/2025 di Doosan Arena, Plzen, Republik Ceska, Jumat (13/12/2024). (AP Photo/Petr David Josek)

Ketika ditanya oleh ESPN dalam wawancara eksklusif di Disney+ Denmark, apakah mengangkat trofi Liga Europa bisa menyelamatkan musim ini, Hojlund memberikan jawabannya.

"Ya, mungkin bisa dibilang begitu, dalam beberapa hal, tapi saya tidak suka kata 'penyelamat'. Ini lebih ke proses pembelajaran dan mencoba membangun fondasi yang kuat untuk musim depan," ujarnya.

"Saya rasa kita masih cukup awal dalam fase ini, bukan? Tapi, saya pikir kami sedang menuju ke arah yang benar," tambahnya.

"Kami mulai saling memahami satu sama lain, tapi seperti yang pelatih selalu katakan di media... setiap kali dia bicara, dia bilang kami masih punya banyak hal yang harus diperbaiki. Semua orang harus tampil lebih baik dan berkembang, itu target kami," jelas pemain berusia 22 tahun ini.

Jika gagal menyingkirkan Lyon dalam dua leg maka MU akan mengakhiri musim tanpa satu pun gelar, memperparah catatan buruk mereka di Premier League musim ini—yang disebut-sebut sebagai satu di antara yang terburuk dalam sejarah klub.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait