Buffon Panaskan Semangat Timnas Italia Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Tunjukkan Sedikit Arogansi!

Legenda hidup Timnas Italia, Gianluigi Buffon, minta Gli Azzurri "sedikit sombong" jelang kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Norwegia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 April 2025, 06:15 WIB
Gianluigi Buffon. (Marco BERTORELLO / AFP)

Bola.com, Jakarta - Dengan musim kompetisi domestik yang hampir berakhir, perhatian kini mulai beralih ke jeda internasional berikutnya yang akan digelar pada bulan Juni.

Timnas Italia pun bersiap menghadapi jadwal penting, dan legenda hidup Gianluigi Buffon menyerukan semangat juang baru untuk Gli Azzurri.

Advertisement

Setelah kekalahan menyakitkan lewat adu penalti melawan Jerman di ajang Nations League, fokus Italia kini sepenuhnya tertuju pada awal perjuangan di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Italia diunggulkan untuk lolos ke turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, perjalanan mereka dimulai dengan tantangan berat: laga tandang menghadapi Norwegia.

Lawan Gli Azzurri tersebut sudah mengoleksi enam poin dari dua laga awal, membuat Italia harus tampil sempurna sejak pertandingan pertama untuk mengejar keunggulan lawan.


Instruksi Buffon

Pemain Italia bertepuk tangan kepada para penggemar setelah peluit akhir pertandingan leg kedua perempat final UEFA Nations League antara Jerman dan Italia di stadion Signal Iduna Park di Dortmund, Jerman Barat, Senin dini hari WIB (24-3-2025). (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Norwegia, yang gagal lolos ke Euro 2024, kini memiliki skuad yang disebut-sebut sebagai generasi terbaik dalam sejarah mereka. Dengan motivasi tinggi untuk tampil di Piala Dunia pertama sejak 1998, mereka diprediksi akan menjadi lawan yang sulit.

Menyadari potensi bahaya yang dihadirkan Norwegia, Kepala Delegasi Timnas Italia, Gianluigi Buffon, meminta para pemain Azzurri untuk memanggil kembali semangat "arogansi positif" yang pernah menjadi ciri khas tim Italia di masa lalu.

"Akan ada pertandingan penting pada bulan Juni. Di titik tertentu, kami harus menunjukkan sedikit kegilaan yang sehat dan sedikit arogansi yang membuat kami berkata, 'Kami ini Italia', seperti yang kami lakukan di Prancis setelah Euro. Kami harus hadir dan mengatakan: 'Kami ingin Piala Dunia ini, terlepas dari siapa pun yang menghadang'," ujar Buffon.


Kebahagiaan Sejati

Pemain Timnas Italia bereaksi dalam pertandingan leg kedua perempat final UEFA Nations League melawan Jerman di Signal Iduna Park, Dortmund, Senin dini hari WIB (24-3-2025). (Bola.com/figc.it)

Pernyataan itu disampaikan Buffon usai menerima penghargaan karier dari Persatuan Pers Olahraga Italia (USSI).

"Kebahagiaan sejati hanya saya temukan di lapangan; di sanalah saya bisa benar-benar mengekspresikan diri," kata kiper peraih Piala Dunia 2006 itu.

"Di luar itu ada kehidupan, di mana kita berusaha untuk tidak merusak dan menjadi contoh yang baik. Inilah warisan yang ditinggalkan Gigi Riva dan Gianluca Vialli sebagai Kepala Delegasi Azzurri," katanya lagi.


Inspirasi dari Gigi Riva dan Vialli

Gianluigi Buffon. Kiper Timnas Italia yang terakhir membela Tim Azzurri pada Piala Dunia 2014 ini menjadi kiper peraih Golden Glove di edisi 2006 saat berlangsung di Jerman. Tampil penuh dalam seluruh 7 laga Italia di Piala Dunia 2006, ia mmapu membawa Tim Azzurri meraih trofi Piala Dunia 2006 usai mengalahkan Prancis di laga final lewat adu penalti 5-3 (1-1). Timnas Italia tak terkalahkan mulai fase grup hingga laga final. Dari 7 laga Italia berhasil 6 kali menang dan 1 kali imbang atas USA 1-1 di fase grup. Buffon mencetak 5 kali clean sheet dan kebobolan 2 gol dari 7 laga tersebut. (AFP/Patrick Hertzog)

Sebagai catatan, Gigi Riva menjabat sebagai Kepala Delegasi Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006—jabatan yang kini diemban Buffon. Sedangkan Vialli, rekan setim Buffon semasa di Sampdoria, menjadi bagian dari staf kepelatihan yang membawa Italia menjuarai Euro 2020. Vialli meninggal dunia pada 2023.

"Hanya sedikit orang dalam sepak bola yang saya kagumi secara pribadi, dan Riva serta Vialli adalah contoh luar biasa," ujar Buffon.

"Saya harus tetap tenang karena saya tahu saya tidak akan pernah bisa menyamai atau melampaui mereka. Mereka selalu mengajarkan saya untuk memberikan segalanya, tanpa topeng apa pun. Saya hanya berharap itu cukup," imbuh mantan kiper Parma dan Juventus itu.

 

Sumber: Foot Italia

Berita Terkait