Barcelona Tersingkir dari Liga Champions, Gavi Sebut Ada Teori Konspirasi

Barcelona tersngkir dari Liga Champions secara dramatis.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 Mei 2025, 21:15 WIB
Pemain Barcelona, Gavi. (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Jakarta - Barcelona harus menelan pil pahit tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dramatis dari Inter Milan di babak semifinal. Namun, di balik kekalahan itu, gelandang muda Gavi mengungkap sebuah teori konspirasi yang memancing perdebatan di kalangan penggemar.

Barcelona dan Inter Milan menyajikan pertarungan sengit dalam dua leg semifinal Liga Champions. Setelah bermain imbang 3-3 di leg pertama di Spanyol, Barcelona sempat unggul agregat 6-5 di leg kedua di San Siro.

Advertisement

Namun, gol Francesco Acerbi pada menit ke-93 menyamakan agregat menjadi 6-6 dan memaksa laga ke babak tambahan waktu.

Pada babak tersebut, Davide Frattesi mencetak gol penentu kemenangan Inter Milan pada menit ke-99. Barcelona pun kalah agregat 6-7 dan gagal mencapai final.


Kontroversi Kepemimpinan Wasit

Reaksi gelandang Barcelona, Pedri, terhadap keputusan wasit Szymon Marciniak pada laga semifinal Liga Champions 2024/2025 kontra Inter Milan di Stadion San Siro, Rabu (7/5/2025) dini hari WIB. (AFP/Piero Cruciatti)

Kekalahan ini tidak lepas dari kontroversi keputusan wasit Szymon Marciniak. Salah satu insiden penting adalah pelanggaran Henrikh Mkhitaryan terhadap Lamine Yamal di dekat kotak penalti.

Awalnya, Marciniak memberi penalti kepada Barcelona, namun VAR mengubahnya menjadi tendangan bebas.

Gelandang Barceloa, Pedri, mengkritik keputusan tersebut dan menyatakan bahwa banyak keputusan wasit yang tidak bisa dimengerti.

Mantan wasit FIFA, Rafal Rostkowski, bahkan menilai VAR melakukan kesalahan dan seharusnya membiarkan Marciniak meninjau ulang kejadian itu melalui monitor di sisi lapangan.


Teori Konspirasi dari Gavi

Pemain Barcelona, Gavi (kanan) menerima ban kapten saat menggantikan Pedri pada laga lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 melawan Sevilla yang berlangsung di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Spanyol, Senin (21/10/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Setelah pertandingan, Gavi menyuarakan kekecewaannya lewat Instagram dan menyebut ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Barcelona mencapai final.

"Ini sangat berat, apalagi ketika kami tahu seberapa dekatnya kami, cules. Mereka tidak ingin kami mencapai final karena mereka takut dengan musim yang kami jalani," tulis Gavi.

Meski tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan "mereka", pernyataan Gavi menimbulkan spekulasi ada intervensi atau tekanan dari pihak luar yang mempengaruhi hasil pertandingan.


Fokus Beralih ke La Liga

Pemain Barcelona tak mampu menutupi kekecewaan sekaligus kesedihan setelah takluk dari Inter Milan dalam duel leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Rabu (7/5/2025) dini hari WIB. (AFP/Piero Cruciatti)

Dengan tersingkirnya Barcelona dari Liga Champions, Hansi Flick dan anak asuhnya kini harus memfokuskan diri untuk mengejar gelar juara La Liga Spanyol.

Namun, kekecewaan dan kontroversi seputar kekalahan dari Inter Milan akan terus menghantui tim hingga akhir musim.

Sumber: Sportbible

Berita Terkait