Chelsea Bisa Dihadapkan pada Dilema Aneh usai Final Conference League

Final Conference League bisa bikin Chelsea menghadapi dilema. Apa itu?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Mei 2025, 16:20 WIB
Pemain Chelsea merayakan gol yang dicetak oleh Marc Guiu ke gawang Shamrock Rovers pada laga lanjutan UEFA Conference League di Stamford Bridge, London, Inggris, Jumat (20/12/2024) WIB. (AFP/Justin Tallis)

Bola.com, Jakarta - Chelsea telah memastikan tiket ke Liga Champions musim depan dan bersiap menghadapi Real Betis dalam finalConference League, Kamis dini hari WIB (29-5-2025).

Musim debut Enzo Maresca sebagai pelatih Chelsea memang tidak berjalan mulus sepenuhnya, tetapi pada akhirnya dapat dianggap sukses.

Advertisement

Kemenangan 1-0 atas Nottingham Forest pada akhir pekan lalu mengunci posisi keempat di klasemen akhir Premier League dan sekaligus menjamin tempat langsung ke fase liga Liga Champions 2025/26.

Namun, musim Chelsea bisa menjadi lebih manis lagi jika mereka berhasil menutup musim ini dengan trofi pertama di era Maresca.

The Blues akan bertemu wakil Spanyol, Real Betis, di final Conference League dalam upaya mengakhiri partisipasi perdana mereka di kompetisi ini dengan gelar juara.

Namun, kemenangan di Polandia itu bisa menghadirkan dilema yang tidak biasa dan cukup membingungkan menjelang musim baru.


Chelsea Bisa Saja Tidak Bermain di Liga Champions Musim Depan

Logo Liga Champions UEFA ditampilkan sebelum pertandingan Liga Champions antara FC RB Salzburg dan Paris Saint-Germain di Salzburg, Austria, pada 10 Desember 2024. (KERSTIN JOENSSON/AFP)

Chelsea sudah memastikan keikutsertaan di Liga Champions musim depan berkat posisi mereka di liga. Tetapi, jika mereka juga memenangkan Conference League maka secara otomatis akan diberikan satu tempat di Liga Europa.

Secara teknis, Chelsea kemudian memiliki opsi untuk tidak mengambil tempat di Liga Champions dan memilih tampil di Liga Europa musim depan. Keputusan itu ada di tangan mereka sendiri.

Tentu saja, dalam kenyataannya, Chelsea hampir pasti akan memilih untuk tetap tampil di Liga Champions 2025/26 tanpa ragu sedikit pun.

Namun, aturan ini sebenarnya bisa sangat menguntungkan bagi tim-tim yang lebih kecil.


Menguntungkan Tim Lebih Kecil

Liga Europa - Ilustrasi logo Liga Europa. (Bola.com/Adrenus Titus)

Sebagai contoh, jika sebuah tim memenangkan Conference League dan juga lolos ke Liga Champions lewat posisi liga domestik mereka, tetapi hanya cukup untuk masuk ke babak kualifikasi maka mereka bisa saja menilai jalur kualifikasi terlalu berat atau terlalu berisiko.

Dalam kasus seperti itu, mereka berhak memilih jatah Liga Europa yang lebih pasti dan langsung masuk fase grup.

Beruntung bagi Chelsea, mereka tidak perlu melewati kualifikasi dan telah langsung lolos ke fase liga Liga Champions yang baru — yang kini terdiri dari 36 tim. Karena itu, tidak ada keuntungan apa pun bagi Chelsea untuk memilih Liga Europa ketimbang Liga Champions.

 

Sumber: SI

Berita Terkait