Cuma 10 Rider Tuntaskan Balapan! MotoGP Jerman 2025 Catat Rekor Langka Sejak 2011

Hanya 10 pembalap yang menyelesaikan MotoGP Jerman 2025.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 Juli 2025, 05:45 WIB
Pembalap MotoGP Jepang dari Tim Trackhouse MotoGP, Ai Ogura (kanan), dan pembalap MotoGP Spanyol dari Tim Honda HRC Castrol, Joan Mir, mengalami kecelakaan saat balapan Grand Prix sepeda motor MotoGP Jerman di sirkuit Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal, dekat Chemnitz, Jerman timur, pada 13 Juli 2025. (Ronny Hartmann/AFP)

Bola.com, Jakarta - MotoGP Jerman 2025 mencatatkan catatan langka yang belum pernah terjadi lagi sejak lebih dari satu dekade lalu.

Dari total 18 pebalap yang memulai balapan, hanya 10 di antaranya yang berhasil menyentuh garis finis, menandai rekor minim finis pertama sejak MotoGP Australia 2011.

Advertisement

Sebelum balapan utama digelar di Sirkuit Sachsenring, komposisi grid sudah mengalami pengurangan. Somkiat Chantra dari LCR Honda dipastikan absen akibat cedera kaki, sementara tim memilih tidak menurunkan pengganti.

Tech3 kemudian mengumumkan bahwa Enea Bastianini juga batal tampil karena sakit sehingga jumlah peserta menyusut menjadi 20 pebalap sejak hari Sabtu.

Musibah belum berakhir. Dua pebalap lainnya, Maverick Vinales dan Franco Morbidelli, harus mundur setelah mengalami kecelakaan di sesi kualifikasi dan sprint. Dengan demikian, hanya 18 pebalap yang benar-benar turun di balapan utama pada Minggu (30 lap).


Sama MotoGP Australia 2011

Pembalap MotoGP Italia dari tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi (kanan), memimpin rombongan di putaran pertama sprint race Grand Prix MotoGP Jerman di sirkuit balap Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal, dekat Chemnitz, Jerman timur, pada 12 Juli 2025. (Ronny Hartmann/AFP)

Namun, drama besar justru terjadi di balapan. Delapan pebalap gagal menyelesaikan lomba karena mengalami kecelakaan, termasuk Fabio Di Giannantonio (VR46) dan Marco Bezzecchi (Aprilia) yang sebelumnya sempat bersaing di zona podium.

Mereka menyusul enam pebalap lain yang juga tersingkir lebih dulu: Pedro Acosta, Joan Mir, Ai Ogura, Lorenzo Savadori, Miguel Oliveira, dan Johann Zarco.

Situasi ini menciptakan momen langka di mana hanya 10 pebalap berhasil menuntaskan balapan, angka yang sama terakhir kali tercatat dalam MotoGP Australia 2011.

Dalam balapan kala itu, Casey Stoner keluar sebagai pemenang dan mengunci gelar juara dunia keduanya di kelas utama, setelah beralih dari Ducati ke Honda.

Marco Simoncelli finis di posisi kedua, podium terakhirnya sebelum meninggal dunia tragis di GP Malaysia sepekan kemudian. Andrea Dovizioso menempati posisi ketiga.

Total hanya 14 pebalap yang turun di lintasan Phillip Island 2011, dengan beberapa nama besar, seperti Jorge Lorenzo, Ben Spies, dan Damien Cudlin absen karena cedera.


Marc Marquez Tampil Dominan

Marc Marquez dari Spanyol dari tim Ducati Lenovo merayakan setelah kemenangan di balapan MotoGP, Grand Prix Jerman, di sirkuit Sachsenring, di Hohenstein-Ernstthal, Jerman, Minggu 13 Juli 2025. (Robert Michael/dpa via AP)

MotoGP Jerman 2025 dan MotoGP Australia 2011 pun menjadi "dua satu-satunya" balapan di era modern (abad ke-21) yang hanya diakhiri oleh 10 pebalap. Sebelumnya, kondisi serupa terakhir terjadi di GP AS 1990.

Secara historis, hanya ada 18 balapan kelas utama yang pernah berakhir dengan jumlah finis yang begitu minim. Bahkan, rekor finis paling sedikit dalam sejarah MotoGP tercatat di GP Jerman Barat 1974, dengan hanya empat pebalap yang menyelesaikan lomba.

Di tengah kekacauan ini, Marc Marquez tampil dominan dan keluar sebagai juara. Kemenangan ini memperlebar keunggulannya di klasemen sementara dengan selisih 83 poin.

Marquez kini telah mencatatkan 69 kemenangan di kelas utama, menempati peringkat kedua dalam daftar sepanjang masa, hanya terpaut 20 kemenangan dari legenda MotoGP, Valentino Rossi (89 kemenangan).

 

Sumber: Crash

Berita Terkait