Bola.com, Jakarta - "Membosankan, membosankan Arsenal." Label itu terus melekat pada tim asuhan Mikel Arteta sepanjang musim ini.
Pengamat netral hingga suporter rival kerap mengeluhkan minimnya drama dari laga-laga di Emirates Stadium. Bahkan mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, sampai menyebut Arsenal berpotensi menjadi tim paling membosankan yang pernah menjuarai Premier League.
Tentu saja, tak ada yang bisa mengatur selera orang dalam menikmati sepak bola. Setiap penonton berhak menilai sebuah pertandingan menarik atau tidak.
Memang benar, laga-laga Arsenal kerap tidak menghadirkan duel terbuka dari ujung ke ujung lapangan.
Namun, persoalannya muncul ketika Arsenal dianggap sebagai biang keladi dari situasi tersebut.
Kritik yang mengemuka seolah menyiratkan bahwa Arteta, lulusan akademi La Masia Barcelona dan mantan asisten Pep Guardiola, dengan sengaja menginginkan pertandingan yang berjalan kaku dan ditentukan lewat bola mati.
Baca ulasan Telegraph selengkapnya, di bawah ini.
Liverpool menang tipis 1-0 atas Sunderland, Kamis (12/2/2026) dini hari WIB, tetapi harus kehilangan Wataru Endo yang mengalami cedera pergelangan kaki serius pada babak kedua. Gelandang sekaligus kapten Timnas Jepang itu ditandu keluar setelah kakin...
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Anggapan Keliru
Anggapan itu keliru.
Arteta tentu ingin melihat Bukayo Saka berhadapan satu lawan satu dengan bek kiri lawan, memamerkan kecepatan dan kelincahannya.
Ia pasti lebih senang menyaksikan Martin Odegaard leluasa mengendalikan lini tengah terbuka, memukau penonton lewat visi dan umpan-umpan akuratnya. Ia juga ingin Gabriel Martinelli berlari menembus ruang di belakang pertahanan, berduel langsung dengan penjaga gawang.
Masalahnya, hal-hal tersebut jarang terjadi karena lawan Arsenal tidak mengizinkannya.
Hampir setiap tim Premier League yang menghadapi Arsenal memilih pendekatan serupa: bertahan di wilayah sendiri, menempatkan hampir semua pemain di belakang bola, menutup ruang, dan meredam pertandingan agar tidak berkembang menjadi duel terbuka.
Dalam tiga musim terakhir, secara statistik Arsenal menjadi tim yang paling sering menghadapi low block di Premier League. Lawan-lawan mereka enggan menantang dengan permainan terbuka.
Bahkan Manchester City asuhan Guardiola, yang identik dengan dominasi penguasaan bola, memilih tidak bermain terbuka saat menghadapi Arsenal pada September lalu. Man City hanya mencatatkan 33 persen penguasaan bola, angka terendah sepanjang karier kepelatihan Guardiola.
Bukti dari Laga Liga Champions
Bukti paling jelas terlihat di Liga Champions musim ini. Arsenal tampil jauh lebih menghibur dan menjadi tim paling produktif di kompetisi tersebut.
Lawan-lawan mereka di Eropa cenderung lebih berani bermain terbuka dibanding tim-tim Premier League, dan hasilnya, pertandingan menjadi tontonan menarik bagi penikmat netral.
Duel melawan Bayern Munchen dan Inter Milan, pemuncak klasemen Bundesliga dan Serie A, berlangsung atraktif.
Namun, justru laga-laga Eropa itu menjadi alasan tambahan bagi tim-tim domestik untuk memarkir bus di Emirates. Bayern dan Inter mencoba menekan tinggi serta membangun serangan dari belakang, dan keduanya dihajar 3-1.
Tak heran Wolves atau West Ham United enggan membuka permainan saat menghadapi Arsenal. Dengan kata lain, lawan-lawan Arsenal menginginkan pertandingan berjalan membosankan karena mereka tahu laga yang terbuka hampir pasti berujung pada kemenangan nyaman bagi The Gunners.
Dalam konteks inilah kehebatan Arsenal dalam situasi bola mati perlu dipahami.
Banyaknya gol dari skema set-piece bukan semata karena mereka paling piawai, tetapi karena mereka menghasilkan begitu banyak tendangan sudut dan tendangan bebas, konsekuensi dari lawan yang terus bertahan dekat dengan gawang sendiri.
Fleksibilitas Arsenal
Musim ini Arsenal telah mendapatkan 153 tendangan sudut, jumlah yang sebelum laga tengah pekan hanya kalah dari Newcastle United.
Menariknya, rival sekota mereka, Tottenham Hotspur, sebenarnya lebih efektif dalam memaksimalkan sepak pojok. Sebelum rangkaian laga tengah pekan, Spurs mencetak satu gol setiap 10,5 tendangan sudut, sedangkan Arsenal setiap 10,9.
Arsenal memiliki total gol lebih banyak dari sudut (14 berbanding 12 milik Tottenham) bukan karena lebih efisien, melainkan karena mereka menciptakan lebih banyak peluang sudut.
Keunggulan bola mati Arsenal pada dasarnya adalah cara untuk menembus pertahanan rapat yang mereka hadapi hampir setiap pekan. Jika tak bisa membongkar pertahanan rendah lewat kombinasi umpan di darat, mereka akan melakukannya lewat duel udara.
Fleksibilitas inilah yang menjadi satu di antara alasan utama Arsenal unggul enam poin di puncak klasemen.
Bukan berarti Arsenal ingin pertandingan berjalan kacau dan penuh transisi cepat seperti di era akhir Arsène Wenger atau masa Unai Emery.
Mereka juga bukan tim yang hidup dari serangan balik cepat seperti Liverpool di bawah Jürgen Klopp. Arteta menginginkan kontrol atas penguasaan bola dan wilayah permainan.
Memang, permainan terbuka Arsenal masih bisa ditingkatkan. Namun, menuduh Arteta sengaja menciptakan laga membosankan berarti salah memahami prinsip dan karakter skuadnya.
Sebuah pertandingan biasanya menjadi tontonan menarik jika kedua tim sama-sama mau menyerang. Dalam laga-laga Arsenal, sering kali hanya ada satu tim yang bersedia melakukannya.
Hasil akhirnya mungkin terasa membosankan bagi sebagian penonton. Namun, itu bukan sepenuhnya kesalahan Arsenal. Akar persoalannya bukan pada kelemahan mereka, melainkan pada pendekatan hati-hati, bahkan cenderung takut, dari lawan-lawan mereka.
Â
Sumber: Telegraph
bola:strip_icc()/kly-media-production/avatars/337821/original/058832000_1460136394-Anugraheni_Prasetyaningjati.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5325408/original/084026500_1755971773-AP25235637150729.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492444/original/056097800_1770174268-AP26034799286530.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478846/original/009151000_1768947502-Inter_Milan_vs_Arsenal.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5443284/original/000897400_1765663198-AP25347741637653.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412362/original/085156000_1763089671-500x656_-_Timnas_Indonesia__2_.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4831400/original/093685600_1715673796-Snapinsta.app_391668558_18396780535052546_4175517254104422517_n_1080.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1169127/original/011028600_1457806934-_20160312NH_Irman_Gusman_Cup_makan_malam_02.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496828/original/076116100_1770605540-20250208IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_China-16.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500642/original/084513600_1770872667-InShot_20260212_115715744.jpg.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5320148/original/037889300_1755588308-IDN_3825.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4326913/original/079333100_1676563078-20231602IQ_Kongres_PSSI_39.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5369127/original/005067000_1759442639-Panathinaikos_vs_Go_Ahead_Eagles-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5303685/original/024245300_1754118238-hubner.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492838/original/053841400_1770187334-mauro.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5179861/original/097618100_1743664249-tonali.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5310739/original/031213200_1754766032-Gx7J9I6WQAALakQ.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5325408/original/084026500_1755971773-AP25235637150729.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4831400/original/093685600_1715673796-Snapinsta.app_391668558_18396780535052546_4175517254104422517_n_1080.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1169127/original/011028600_1457806934-_20160312NH_Irman_Gusman_Cup_makan_malam_02.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496828/original/076116100_1770605540-20250208IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_China-16.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500642/original/084513600_1770872667-InShot_20260212_115715744.jpg.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497332/original/090342400_1770625287-ortu_mbappe.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480094/original/017728600_1769036176-Bayern_Munchen_Liga_Champions.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4145420/original/031584800_1662191005-AP22246063080426.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5294460/original/077442800_1753406080-mason_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482948/original/011193900_1769304935-Victor_Montagliani.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5408157/original/046629700_1762765132-Manchester_City_vs_Liverpool-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3565733/original/054429600_1631144940-20210904BL_PSIS_Semarang_vs_Persela_Lamongan_Babak_2_11.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499351/original/070630000_1770783732-1000286259.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499343/original/018858600_1770783377-1000286258.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492453/original/041400600_1770175032-1000105845.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5083118/original/020267900_1736237221-20250107-Diskon_Tarif_Lstrik-HER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5216547/original/087226100_1746977085-voli-e3f228.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5214047/original/099114000_1746709930-Grand_Final_PROLIGA_PLN.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5201761/original/052430600_1745832872-WhatsApp_Image_2025-04-28_at_15.06.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5084947/original/041382900_1736372756-logo_proliga.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4890375/original/005197100_1720795966-Electric.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500251/original/094132900_1770847449-000_974E3FU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500402/original/093614800_1770864119-ENDO.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4128849/original/008380900_1660882071-000_328M64Y.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493167/original/090116200_1770196289-000_962866J.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4052872/original/054787300_1655212424-Manchester_City_-_Ilustrasi_Erling_Haaland_berbagai_gaya_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500939/original/051614000_1770882337-87686.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499877/original/043761700_1770798335-napoli_vs_como-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499827/original/082622300_1770796025-West_Ham_vs_Manchester_United-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496825/original/071995500_1770605539-20250208IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_China-14.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495375/original/004590100_1770367429-20250206IQ_Timnas_Futsal_Indonesia_vs_Iran-21.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5498917/original/035554800_1770728311-000_96M34JZ.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501356/original/042968800_1770896202-Perajin_tenun_troso.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1450885/original/093154300_1483085823-20161230-Malam-Tahun-Baru-Jakarta-Transjakarta-YR4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501294/original/046646700_1770893042-Banjir_lumpur_rendam_ratusan_rumah_di_Kabupaten_Bandung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501191/original/029485900_1770889140-Kapolres_Bima_Kota_AKBP_Didik_Putra_Kuncoro.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501263/original/022127200_1770891980-korban_penembakan_di_Jayapura.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500960/original/039512300_1770882966-Mobil_MBG_ringsek_dalam_kecelakaan_di_Lampung.jpg)