Mengenang Jorge Costa Pilar FC Porto dan Sosok Pemimpin Abadi

Dunia sepak bola Portugal kembali berduka atas kepergian Jorge Costa pada usia 53 tahun, mantan Kapten FC Porto yang legendaris. Sosok yang akrab disapa ‘tank’ ini dilaporkan meninggal dunia pada hari Selasa, 5 Agustus.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 06 Agustus 2025, 19:30 WIB
Jorge Costa. (Dok. FC Porto)

Bola.com, Jakarta - Dunia sepak bola Portugal kembali berduka atas kepergian Jorge Costa pada usia 53 tahun, mantan Kapten FC Porto yang legendaris. Sosok yang akrab disapa ‘tank’ ini dilaporkan meninggal dunia pada hari Selasa, 5 Agustus, setelah menderita serangan jantung di lapangan Porto di Vila Nova de Gaia, Portugal. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi klub yang telah diabdinya hingga akhir hayatnua sebagai Direktur Sepak Bola sejak Juli 2024.

FC Porto mengumumkan kepergian Costa melalui sebuah unggahan di X, yang menggambarkan betapa mendalamnya rasa kehilangan mereka: “Jorge Costa telah meninggalkan kami. Salah satu dari kami, seorang pemimpin, kapten, contoh. Simbol FC Porto. Terima kasih telah menjadi FC Porto sampai akhir. Selamanya, Jorge Costa.” 

Advertisement

Ungkapan ini jelas menunjukkan betapa berpengaruhnya Costa dalam sejarah dan identitas klub. Ia adalah kapten yang memimpin tim Porto secara heroik untuk meraih gelar Liga Champions UEFA pada tahun 2004, di bawah asuhan Jose Mourinho.

Costa mencatatkan 325 penampila di lini pertahanan Porto. Sepanjang kariernya bersama FC Porto ia memenangkan 22 trofi mayor, termasuk delapan gelar Liga Portugal.

 


Jose Mourinho Emosional

Kehilangan jorge Costa sangat dirasakan oleh banyak pihak, termasuk pelatih Jose Mourinho, yang dengan emosional memberikan penghormatan untuk sang mendiang.

Mourinho berkata melalui Voetbalzone “Ini adalah bagian dari sejarah saya yang pergi. Anda memiliki kapten, anda memiliki pemimpin, dan terkadang ini bukan tentang ban kapten, ini tentang apa yang anda wakili."

"Jorge adalah salah satu dari orang-orang yang biasa saya katakan ‘bersihkan sampah’ dan membiarkan pelatih melakukan tugasnya sebagai pelatih dan bukan sebagai pemimpin ruang ganti. Itu adalah kesempurnaan bagi pelatih ketika kaptennya melakukan pekerjaan ini.”

Mourinho juga mengenang saat ia bertemu dengan putra-putra Costa, David Costa Almeida dan Salvador Almeida, ketika mereka masih kecil.

“Tentu saja, saya sangat sedih, itu adalah bagian dari sejarah saya yang terjadi. Tapi mari kita lupakan sepak bola. Mari kita fokus padanya, para Jorge dan pada anak-anaknya yang saya temui ketika mereka benar-benar anak-anak dan sekarang tentu saja mereka sudah dewasa” kata Mourinho.

 


Amanat Mendiang

Meskipun sangat berduka, Mourinho juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Costa akan menginginkannya untuk tetap fokus pada tugasnya, termasuk pertandingan kualifikasi Liga Champions yang akan datang.

“Tentu saja, saya sangat sedih, tetapi jika dia bisa berbicara dengan saya sekarang, dia akan mengatakan kepada saya, ‘Ayo, lakukan konferensi pers anda,’ dia akan berkata ‘besok, mainkan permainan, menangkan pertandingan dan lupakan saya. Itu akan menjadi Jorge.’”

Selain kiprah gemilangnya di Porto, Costa juga memiliki pengalaman bermain di luar Portugal, termasuk masa pinjaman di klub inggris Charlton Athletic, di mana ia tampil dalam 24 pertandingan Premier League. Ia juga sempat bermain untuk tim Belgia Standard Liege sebelum pensiun pada Juli 2007. Di tingkat internasional, Costa telah mencatatkan 50 caps untuk timnas Portugal.

Penulis: Fadillah Setiawan

Sumber: Givemesport

Berita Terkait