Cerita 4 Legenda Bulutangkis Indonesia Jadi Titel Juara Superliga Junior 2025: Dulu Perebutkan Piala, Kini Jadi Nama Gelar

Keempat legenda tersebut adalah Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Sigit Budiarto, dan Maria Kristin Yulianti. Nama keempatnya dipakai sebagai piala yang diperebutkan di empat kategori baru pada Superliga Junior 2025.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 21 September 2025, 15:45 WIB
Empat mantan pebulutangkis Indonesia, Maria Kristin Yulianti, Susi Susanti, Liliyana Natsir, dan Tontowi Ahmad, saat hadir di ajang Polytron Superliga Junior 2025 di Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9/2025). (Bola.com/Muhammad Adi Yaksa)

Bola.com, Kudus - Polytron Superliga Junior 2025 menghadirkan sesuatu yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Empat legenda bulutangkis Indonesia diabadikan namanya sebagai gelar trofi yang diperebutkan dalam kategori usia muda.

Keempat legenda tersebut adalah Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Sigit Budiarto, dan Maria Kristin Yulianti. Nama keempatnya dipakai sebagai piala yang diperebutkan di empat kategori baru pada Superliga Junior 2025.

Advertisement

Rinciannya, Piala Tontowi Ahmad diperebutkan di kategori U-13 Putra. Piala Liliyana Natsir untuk U-13 Putri. Piala Sigit Budiarto untuk U-15 Putra. Sedangkan Piala Maria Kristin Yulianti menjadi rebutan di kategori U-15 Putri.

Tontowi Ahmad tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya ketika mendengar namanya dijadikan gelar turnamen untuk pemain muda. Ia menyebut hal itu sebagai sesuatu yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

"Saya tidak percayalah, dulu kan memperebutkan piala, tiba-tiba sekarang nama saya ada di situ," ujar Tontowi.

"Mudah-mudahan bisa mengapresiasi anak-anak, bisa menjadi motivasi buat anak-anak agar bisa berprestasi seperti sosok piala yang mereka perebutkan," jelasnya.

 
 

Terkejut

Anggota tim pencari bakat Audisi Umum PB Djarum 2025, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, mengamati aksi salah satu peserta audisi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Rabu (10/9/2025). (PB Djarum)

Sementara itu, Liliyana Natsir juga mengaku terkejut saat diberitahu bahwa namanya diabadikan menjadi salah satu trofi di Superliga Junior 2025.

"Kaget juga, tiba-tiba ada Piala Liliyana Natsir. Semoga dengan piala ini, semua jadi pada tahu. Liliyana Natsir yang mana, prestasinya apa, oh Maria Kristin yang mana," ucapnya.

"Jadi mengenalkan kepada mereka soal senior-senior, prestasinya seperti apa, dan bisa memotivasi mereka," tutur peraih medali emas Olimpiade 2016 itu.


Bangga

Mantan pebulu tangkis Indonesia Debby Susanto dan Maria Kristin saat diwawancarai awak media di sela-sela kegiatan Audisi Umum PB Djarum 2024 di GOR Djarum, Jati, Kudus pada Kamis (12/9/2024). (Liputan6.com/Melinda Indrasari)

Selain Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, Sigit Budiarto serta Maria Kristin Yulianti juga merasakan kebanggaan serupa. Keduanya menilai penghargaan ini sebagai cara penting untuk memperkenalkan sejarah bulutangkis Indonesia kepada generasi muda.

"Pertama kali dikasih tahu ya pasti kaget. Bangga juga. Kalau harapannya, supaya mereka lebih berpengalaman juga untuk bermain di beregu," imbuh Maria.

"Begitu dikasih tahu nama mau dijadikan nama piala, kaget dan bersyukur juga ada apresiasi yang diberikan pada kami, mantan atlet. Bangga dan tidak menyangka juga," timpal Sigit.

Berita Terkait