Bola.com, Jakarta - Legenda Timnas Inggris, Peter Crouch, melontarkan kritik tajam kepada manajemen Manchester United (MU). Dia menilai petinggi Setan Merah gagal mengatasi masalah di sektor penjaga gawang meskipun telah menggelontorkan hampir £200 juta pada bursa transfer musim panas 2025.
The Red Devils memperkuat skuad asuhan Ruben Amorim dengan mendatangkan Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan kiper muda Senne Lammens. Namun, investasi besar itu belum membuahkan hasil maksimal.
MU hanya meraih dua kemenangan dari tujuh laga awal Premier League musim ini.
Krisis tersebut semakin diperparah setelah MU menelan kekalahan 1-3 dari Brentford di GTech Community Stadium, Sabtu (28/9/2025). Igor Thiago mencetak dua gol cepat di babak pertama, sementara Mathias Jensen memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol di masa injury time.
Gol debut Benjamin Sesko sempat memberi harapan bagi Manchester United, tetapi penalti Bruno Fernandes yang gagal mengeksekusi membuat peluang comeback menghilang.
Memperburuk Masalah MU
Crouch menilai keputusan MU mendatangkan Lammens justru memperburuk situasi karena kini Setan Merah memiliki tiga kiper cadangan tanpa sosok utama yang dominan.
“Menurut saya, situasi kiper belum ditangani dengan baik. Mereka kini memiliki tiga kiper pelapis. Andre Onana jelas bukan pilihan utama sejak awal musim, tapi masalah ini tidak juga diselesaikan,” ujar Crouch kepada TNT Sports sebelum laga kontra Brentford, seperti dikutip dari Metro, Senin (29/9/2025).
Eks penyerang Liverpool itu menyebut United seharusnya bergerak cepat mendatangkan Gianluigi Donnarumma atau Emiliano Martinez.
Emiliano Martinez Disebut Pilihan Ideal
Kedua nama tersebut memang sempat masuk radar klub, namun Donnarumma akhirnya merapat ke Manchester City, sementara Martinez tetap bertahan di Aston Villa.
“Saya tidak mengerti mengapa mereka tidak menyelesaikan masalah ini. Martinez jelas pilihan ideal sosok dominan seperti Schmeichel atau Van der Sar yang selalu dimiliki Manchester United,” tambahnya.
Dengan performa yang masih jauh dari harapan, MU kini dituntut segera bangkit. Mereka akan berusaha memperbaiki hasil ketika menghadapi Sunderland akhir pekan depan, dalam upaya mengakhiri tren negatif sejak awal musim. (Razaqa Roger Arif Ali)
Sumber: Metro