Di Tengah Duel Gelar Liga Inggris, Arteta Bicara soal Guardiola

Mikel Arteta memuji Pep Guardiola sebagai manajer terbaik dalam sejarah saat Arsenal mencoba membendung Manchester City dan memenangkan Liga Premier.

Bola.com, Jakarta - Mikel Arteta melontarkan pujian setinggi langit kepada Pep Guardiola di tengah persaingan ketat Arsenal dengan Manchester City dalam perburuan gelar Premier League.

Pelatih Arsenal itu menyebut Guardiola sebagai manajer terbaik dalam sejarah saat The Gunners berusaha mempertahankan posisi puncak klasemen.

Dengan 13 pertandingan tersisa, Arsenal saat ini unggul enam poin atas Manchester City. Keunggulan itu sempat berpeluang melebar menjadi sembilan poin akhir pekan lalu.

Arsenal menang telak 3-0 atas Sunderland, sementara Manchester City terlihat akan kehilangan poin setelah tertinggal dari Liverpool hingga memasuki 10 menit terakhir di Anfield.

Namun, Man City kembali menunjukkan mental juara. Dua gol telat membawa tim asuhan Guardiola meraih kemenangan penting dan memangkas jarak dengan Arsenal kembali menjadi enam poin.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sosok Terbaik

Arteta kini berambisi mengantar Arsenal meraih gelar Premier League pertama sejak era Arsene Wenger. Ambisi itu terasa spesial bagi Arteta, yang pernah merasakan dua gelar liga saat menjadi asisten Guardiola di Man City.

Pelatih asal Spanyol itu mengaku merasa terhormat pernah bekerja di bawah Guardiola dan tanpa ragu menyebut mantan atasannya sebagai sosok terbaik yang pernah ada di dunia kepelatihan.

"Saya belajar dari Pep sejak usia 15 tahun, saat kami pertama kali bertemu di Barcelona," kata Arteta kepada TNT Sports ketika ditanya apa yang ia pelajari dari Guardiola.

"Kemudian, saya mendapat kehormatan bekerja bersamanya dan mengalami begitu banyak momen luar biasa. Dia adalah seorang master, menurut saya manajer terbaik dalam sejarah," lanjutnya.

"Dia telah merevolusi permainan dan cara orang memahami sepak bola. Bisa menjadi bagian dari itu adalah pengalaman yang luar biasa. Saya sangat, sangat bersyukur," imbuh pelatih berusia 43 tahun tersebut.

Figur Lain

Guardiola memang memiliki rekam jejak luar biasa. Ia menjuarai liga domestik di Inggris, Spanyol, dan Jerman, serta memegang rekor kemenangan beruntun terpanjang di Premier League, La Liga, dan Bundesliga.

Meski begitu, satu rekor besar masih berada di luar jangkauannya. Guardiola belum menjadi manajer dengan koleksi trofi terbanyak sepanjang sejarah, rekor tersebut masih dipegang legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson.

Guardiola bukan satu-satunya figur besar yang membentuk Arteta. Dalam karier bermainnya, Arteta juga pernah dilatih oleh Arsene Wenger di Arsenal. Dari pelatih asal Prancis itu, Arteta mengaku mendapatkan pelajaran penting.

"Hal pertama adalah kecintaannya dan rasa hormatnya terhadap permainan," ujar Arteta.

"Kemudian, betapa besar keinginannya agar setiap pemain bisa mengekspresikan diri. Dia sangat tegas dengan apa yang ia inginkan, tetapi tetap memberi kebebasan dan ruang bagi Anda untuk mengambil keputusan di lapangan."

"Itu adalah keseimbangan yang luar biasa. Dia sangat konsisten dengan pendekatan tersebut, serta selalu tenang dan penuh kendali," katanya lagi.

Selisih Poin

Keunggulan Arsenal dalam perburuan gelar berpotensi kembali terpangkas. Selisih enam poin itu bisa menyusut menjadi tiga ketika Arsenal menghadapi Brentford pada Jumat (13-2-2026) dini hari WIB, dengan Man City lebih dulu melawan Fulham sehari sebelumnya.

Sebagai perbandingan, Liverpool musim lalu menjuarai Premier League dengan selisih 10 poin. Namun, musim ini, sang juara bertahan justru terpuruk dan kini berada di peringkat keenam, tertinggal 17 poin dari Arsenal dalam perburuan gelar.

 

Sumber: Metro

Video Populer

Foto Populer