2 Helikopter Disiagakan untuk MotoGP Mandalika, Difungsikan Sebagai Air Ambulance

Basarnas menyiagakan dua helikopter untuk mendukung perhelatan MotoGP Mandalika di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 02 Oktober 2025, 20:30 WIB
Tiga orang marshal bekerja di salah satu pos Sirkuit Mandalika pada gelaran MotoGP Mandalika 2022, Minggu (20/3/2022). (Hendry Wibowo/Bola.com)

Bola.com, Jakarta - Basarnas menyiagakan dua helikopter untuk mendukung perhelatan MotoGP Mandalika di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 3-5 Oktober 2025.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, di Sirkuit Mandalika, mengatakan dua helikopter dari Basarnas telah tiba di kawasan sirkuit pada Kamis (2/10/2025). Kehadiran helikopter ini menjadi bagian penting dari sistem pendukung keselamatan dan operasional ajang balap motor bergengsi dunia tersebut.

Advertisement

Helikopter yang didatangkan ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan standar dalam penyelenggaraan MotoGP.

Secara internasional, setiap seri balap MotoGP diwajibkan memiliki helikopter medis dan evakuasi yang siaga penuh selama rangkaian balapan, mulai dari sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga race day.

"Kehadiran helikopter memastikan apabila terjadi kondisi darurat, seperti kecelakaan serius yang menimpa pembalap, evakuasi medis dapat dilakukan dengan cepat menuju rumah sakit rujukan yang telah ditentukan," ujarnya, seperti dikutip dari Antara

 


Standar Tinggi Keselamatan MotoGP

Indonesia akhirnya berkesempatan menjadi tuan rumah satu di antara rangkaian MotoGP 2022, tepatnya di Sirkuit Mandalika. (AFP/Bay Ismoyo)

Ia menegaskan kedatangan helikopter ini merupakan bagian dari komitmen penyelenggara dalam memenuhi standar tinggi keselamatan MotoGP.

"Helikopter ini difungsikan sebagai air ambulance (ambulans udara) untuk mendukung kebutuhan medis darurat di lintasan. MotoGP memiliki regulasi yang ketat terkait standar keselamatan, dan salah satu yang utama adalah ketersediaan helikopter untuk mendukung proses evakuasi pembalap ke rumah sakit rujukan apabila terjadi insiden," kata Priandhi Satria.

Ia menambahkan helikopter ini akan stand by di Sirkuit Mandalika selama seluruh rangkaian acara berlangsung.

"Setiap kali ada sesi balap, baik itu latihan bebas, kualifikasi, maupun balapan utama, helikopter harus selalu siap mengudara. Tanpa helikopter, balapan tidak bisa dimulai karena faktor keselamatan adalah prioritas utama," katanya.

 


Mendukung Mobilitas

Sejumlah pembalap memacu motornya saat MotoGP Indonesia 2023 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, Minggu (15/10/2023). Berbeda dengan tahun lalu, balapan pada tahun ini diwarnai dengan cuaca cerah dan terik. Selain itu, beberapa kekurangan baik infrastruktur maupun pelayanan yang sempat banyak mendapatkan kritikan mampu diperbaiki pada tahun ini. (AFP/Sonny Tumbaleka)

Selain fungsi medis, Priandhi juga mengatakan helikopter ini bisa difungsikan untuk mendukung mobilitas tertentu yang bersifat darurat atau operasional penyelenggara, termasuk kemungkinan digunakan untuk kepentingan inspeksi cepat lintasan dan akses jalur udara bagi pihak keamanan. Namun demikian, fungsi utamanya tetap diarahkan sebagai fasilitas medis.

"Dalam setiap penyelenggaraan MotoGP, kehadiran helikopter medis menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar. Federasi Balap Motor Internasional (FIM) dan Dorna Sports selaku promotor MotoGP selalu melakukan pengecekan sebelum balapan dimulai. Jika helikopter tidak berada di lokasi atau tidak siap mengudara, balapan dapat ditunda hingga fasilitas ini tersedia," ujar Priandhi.

Kehadiran helikopter ini juga semakin memperkuat kesiapan Sirkuit Mandalika sejak awal dirancang dengan standar internasional. MGPA bersama berbagai pihak terkait seperti rumah sakit rujukan di Mataram dan Praya, tim medis, hingga otoritas penerbangan sipil, telah berkoordinasi memastikan jalur udara bagi evakuasi medis benar-benar siap digunakan kapan saja.

MotoGP dipastikan akan menjadi perhatian dunia. Ribuan penonton dari berbagai negara akan memadati tribun dan kawasan sekitar sirkuit. Untuk itu, kehadiran helikopter ini, penyelenggara ingin menunjukkan Indonesia siap menghadirkan balapan kelas dunia dengan standar keselamatan yang tidak kalah dengan negara lain.

"Adanya helikopter ini, kami ingin memastikan kepada seluruh pembalap, tim, dan pihak internasional, Mandalika benar-benar siap. Kami tidak hanya fokus pada infrastruktur lintasan dan fasilitas penonton, tetapi juga memastikan semua aspek keselamatan pembalap berjalan dengan baik sesuai standar internasional," katanya.

Sumber: Antara

Berita Terkait