Patung Jenderal Sudirman Akan Dipindahkan ke Perbatasan Thamrin–Sudirman, Ini Alasannya

Patung Jenderal Sudirman hendak dipindahkan ke perbatasan Thamrin-Sudirman, ini penyebabnya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 Oktober 2025, 21:20 WIB
Foto udara memperlihatkan patung pahlawan nasional Jenderal Sudirman di tengah jalan yang biasanya ramai di Jakarta pada 1 Mei 2022, setelah orang-orang kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan. (AFP/Bay Ismoyo)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memindahkan Patung Panglima Besar Jenderal Sudirman ke lokasi baru yang dinilai lebih strategis.

Rencana ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan monumen pahlawan nasional itu nantinya akan ditempatkan di perbatasan antara Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman.

"Saya akan memindahkan Patung Sudirman betul-betul di perbatasan antara Thamrin dan Sudirman sehingga tempatnya menjadi lebih ikonik," ujar Pramono di Jakarta, Jumat (3-10-2025).

Menurutnya, posisi baru itu akan membuat patung lebih mudah terlihat dan dapat dinikmati masyarakat yang melintas, terutama saat lalu lintas sedang padat.

"Apalagi kalau sedang macet, patung itu akan tampak lebih baik dan bisa dinikmati oleh warga Jakarta," kata Pramono.


Bagian Penataan Kawasan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau lokasi pertanian vertikal Ladang Farm di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2025). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Pramono menegaskan, pemindahan ini bukan sekadar relokasi, melainkan bagian dari upaya penataan kawasan.

Pemerintah ingin Patung Jenderal Sudirman tidak hanya menjadi simbol sejarah perjuangan, tetapi juga unsur estetika kota yang sejalan dengan konsep pembangunan kawasan TOD Dukuh Atas.

"Prinsipnya pasti akan mendapatkan tempat yang lebih baik," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, bersama Pramono Anung telah membahas pengembangan kawasan TOD Dukuh Atas.

Proyek ini dirancang untuk mengintegrasikan empat moda transportasi berbasis rel: LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, MRT Jakarta, dan Kereta Bandara.

"Nanti di kawasan Dukuh Atas itu, harapannya akan terintegrasi moda transportasi publik LRT, Commuter Line, MRT, dan Kereta Bandara," ujar Dudy di Jakarta, Selasa (30-9-2025).


Memudahkan Pindah Moda Transportasi

Bus yang ditumpangi Timnas Indonesia U-22 melewati Patung Sudirman saat pawai kontingen Indonesia untuk SEA Games 2023 yang bertajuk Kira87uara yang berlangsung di Jakarta, Jumat (19/05/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Menhub menambahkan, desain kawasan tersebut memungkinkan masyarakat berpindah moda transportasi dengan mudah.

Penumpang LRT Jabodebek di Stasiun Dukuh Atas, misalnya, dapat langsung mengakses KRL di Stasiun Sudirman, Kereta Bandara di Stasiun BNI City, maupun MRT di Stasiun Dukuh Atas.

"Sudah didesain sedemikian rupa agar masyarakat bisa dengan mudah berpindah dari satu moda ke moda lain, baik di Stasiun Dukuh Atas, Sudirman, maupun BNI City," jelas Dudy.

Dalam rencana yang sama, Patung Jenderal Sudirman yang saat ini berdiri di tengah Jalan Jenderal Sudirman, di antara Stasiun Sudirman dan Stasiun BNI City, akan dipindahkan ke arah utara, mendekati kawasan Thamrin.

"Pak Gubernur menyampaikan ada kemungkinan patung Jenderal Besar Sudirman itu, yang semula ada di sisi selatan, akan dipindahkan lebih ke arah Thamrin," kata Dudy.

Secara proyeksi, pengembangan kawasan TOD Dukuh Atas yang menghubungkan empat moda transportasi tersebut ditargetkan rampung pada 2027.

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait