Pidato di Forum Forbes, Prabowo Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Capai 8 Persen

Prabowo mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah sukses menciptakan sebanyak 1,5 juta kesempatan kerja.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 16 Oktober 2025, 12:20 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan pidato Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang digelar di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada Senin 22 September 2025 waktu setempat. (Ludovic MARIN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8 persen. Ia mengungkapkan keyakinan itu saat menjadi pembicara utama di Forbes Global CEO Conference 2025 di The St. Regis, Jakarta, pada Rabu (15/10/2025). 

“Saya pikir 8 persen sangat mungkin tercapai,” ungkap Prabowo ketika menjawab pertanyaan dari Malcolm Stevenson Jr, yang lebih dikenal sebagai Steve Forbes, Chairman dan Editor in Chief Forbes.

Advertisement

Menurut Prabowo, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berkontribusi dalam menciptakan 1,5 juta lapangan kerja.

“Dan masing-masing ada 30 ribu dapur kali 50 orang bekerja di dapur, dua atau tiga shift, jadi 50 orang kali 30 ribu, itu 1,5 juta,” jelasnya.

 


Prabowo Sebut Dampak Positif MBG

Presiden Prabowo Subianto berinteraksi dengan siswa. Foto: BGN

Di samping itu, sejumlah ekonom menambahkan setiap peningkatan 1 persen dalam perekonomian Indonesia dapat menghasilkan 400 ribu lapangan kerja.

Dengan adanya 1,5 juta lapangan kerja dari MBG, secara kasar dapat dihitung bahwa sudah terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 3 persen.

“Dan itu bahkan tidak dihitung dengan adanya 81 ribu koperasi, di sana kami menghitung juga akan menciptakan setidaknya 15 pekerjaan lainnya,” jelas Prabowo, menekankan dampak positif dari program tersebut.

“Bagusnya dari itu semua adalah setiap dapur telah menciptakan 15 pengusaha lokal, satu menjual telur mereka, yang lain menjual sayuran, yang lain menjual ikan, yang ini menjual daging, yang lainnya garam, dan masing-masing dari 15 vendor atau pemasok ini akan memiliki setidaknya 5, 10, atau 15 pekerja,” tambahnya. 

Sumber: Merdeka.com

Berita Terkait