Joan Laporta Ungkap Pertarungan Tersembunyi yang Selamatkan Barcelona dari Sanksi Liga Champions

Barcelona nyaris dikenai sanksi UEFA di Liga Champions.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 21 Oktober 2025, 20:30 WIB
Presiden Barcelona, Joan Laporta. (Pau BARRENA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Barcelona, Joan Laporta, akhirnya angkat bicara soal kisah di balik layar yang nyaris membuat klub tersingkir dari Liga Champions.

Dalam rapat umum anggota klub baru-baru ini, Laporta mengungkap bahwa Barcelona sempat berada di ambang larangan tampil di kompetisi elite Eropa tersebut akibat pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

Advertisement

"Saya bisa katakan, UEFA sempat ingin menjatuhkan sanksi agar kami tidak diizinkan bermain di Liga Champions musim depan," ujar Laporta di hadapan para anggota.

Menurutnya, otoritas Eropa semula berencana memberikan hukuman berat karena Barcelona dianggap berulang kali melanggar aturan keuangan. Klub bahkan telah dikenai denda sebesar 15 juta euro setelah dua tahun berturut-turut gagal memenuhi ketentuan FFP.

Namun, Laporta menyebut dirinya turun langsung bernegosiasi agar sanksi tersebut tidak berujung larangan tampil.


Negosiasi Rahasia yang Menyelamatkan Barcelona

Penyerang Barcelona asal Spanyol Ferran Torres (tengah) merayakan gol pertamanya bersama rekan setimnya selama pertandingan leg pertama perempat final Copa del Rey (Piala Raja) antara Valencia CF dan FC Barcelona di Stadion Mestalla di Valencia pada 6 Februari 2025. (JOSE JORDAN / AFP)

Laporta mengisahkan bahwa pembicaraan dengan pihak UEFA berlangsung alot dan dilakukan secara tertutup. Ia menggunakan status hukum Barcelona sebagai klub anggota (bukan perusahaan terbatas) sebagai satu di antara argumen utama untuk meringankan hukuman.

"Karena Barcelona bukan perusahaan terbatas dan tidak bisa menambah modal seperti klub lain, kami berhasil meyakinkan UEFA untuk menurunkan denda dari 60 juta menjadi 15 juta euro," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa ancaman larangan tampil sangat serius. Namun, Barcelona mampu bertahan berkat strategi finansial yang dikenal dengan istilah economic levers', langkah kreatif yang memungkinkan klub tetap bertahan di tengah krisis keuangan.

"Secara teknis, leverage bukanlah penambahan modal. Ini hanyalah pemindahan aset untuk jangka waktu tertentu, yang nantinya akan kembali ke klub. Mekanisme inilah yang menyelamatkan Barcelona," jelas Laporta.

Langkah tersebut, sederhananya, membuat Barcelona menjual sebagian hak siar televisinya untuk memperoleh dana segar, demi menjaga keberlangsungan klub.


Dari Krisis ke Kebangkitan

Gelandang Barcelona asal Spanyol, Pedri, merayakan gol pertama timnya bersama rekan-rekannya dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona melawan Girona FC di Estadi Olimpic Lluis Companys di Barcelona pada 18 Oktober 2025. (Josep LAGO / AFP)

Hasil negosiasi itu tak hanya memastikan Barcelona tetap berlaga di Liga Champions, tetapi juga menjadi titik balik penting bagi pemulihan keuangan klub.

Laporta menjelaskan bahwa kebijakan leverage dimaksudkan untuk mencegah keluarnya anggota secara besar-besaran sekaligus menstabilkan struktur organisasi.

Kini, setelah terhindar dari sanksi dan mulai menunjukkan performa positif di lapangan, Barcelona bisa kembali fokus menghadapi pertarungan sesungguhnya, di atas rumput hijau.

Namun, seperti diakui Laporta, laga terberat yang mereka jalani tahun ini justru terjadi bukan di Camp Nou, melainkan di meja perundingan.

(Razaqa Roger Arif Ali)

 

Sumber: Sporting News 

Berita Terkait