Paul Scholes Ungkap Penyesalan Terbesar dalam Kariernya: Minta Naik Gaji ke Ferguson!

Paul Scholes ungkap penyesalan terbesar dalam karier sepak bolanya. Bukan soal kekalahan, tetapi justru ketika ia minta naik gaji ke manajer MU saat itu, Alex Ferguson.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Oktober 2025, 20:15 WIB
CEO dan co-owner Salford City Nicky Butt (kanan) dan co-owner Paul Scholes bereaksi menjelang pertandingan putaran ketiga Piala FA Inggris antara Manchester City dan Salford City di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 11 Januari 2025. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Paul Scholes, mengungkapkan bahwa penyesalan terbesarnya sepanjang karier sepak bola bukanlah soal pertandingan atau trofi, melainkan ketika ia meminta kenaikan gaji kepada manajernya sendiri, Sir Alex Ferguson.

Scholes, yang dikenal sebagai satu di antara gelandang terbaik dalam sejarah Premier League, menceritakan bahwa momen itu terjadi setelah musim 1999/2000, saat dirinya baru saja membantu MU meraih treble bersejarah.

Advertisement

Setelah penampilan gemilang tersebut, Scholes menarik perhatian klub raksasa Italia, Inter Milan, yang menawarinya kontrak senilai 4 juta paun per tahun setelah pajak, jumlah yang disebutnya "lebih dari dua kali lipat" dari gajinya di Old Trafford pada saat itu.

Akan tetapi, alih-alih menerima tawaran tersebut, Scholes justru menolak dan memutuskan untuk meminta kenaikan gaji kepada Ferguson. Keputusan itulah yang kini ia sesali.

"Saya berusia 25 tahun dan Inter Milan ingin memberikan saya 4 juta paun per tahun, bebas pajak. Saat itu, itu jumlah yang sangat besar," ujar Scholes dalam acara "The Overlap".

"Mungkin lebih dari dua kali lipat gaji saya di United. Saya ingat melihatnya di halaman belakang koran: 30 juta paun ke Inter Milan atau sesuatu seperti itu."

"Tapi, saya tidak pernah mendengar lagi tentang hal itu. Itu hilang begitu saja. Saya menolak tawaran Harry (Swales). Saya sebenarnya masih berani (meminta kenaikan gaji kepada Fergie), saya pikir, saya tetap akan menemuinya. Saya kira saya mengatakan sesuatu seperti, 'saya pikir saya layak mendapat lebih banyak uang, atau saya ingin mendapat gaji yang lebih tinggi.'"


Respons Ferguson

Sir Alex Ferguson, eks manajer Manchester United. (Dok. manutd.com)

Namun, respons Ferguson sama sekali tidak seperti yang diharapkan Scholes.

"Apa yang saya lakukan? Saya hanya melihatnya dan dia mengeluarkan buku kecil hitam yang selalu dia bawa… Anda ingat buku kecil hitam yang dia punya?" lanjutnya.

"Jadi, dia membalik-balik halaman selama lima menit, lalu dia berkata, 'Tidak, saya pikir kamu baik-baik saja. Saya pikir kamu setara dengan yang lain. Itu sudah cukup."

"Itu saja. 'Saya pikir apa yang kamu lakukan bagus, ya. Baiklah, terima kasih. Sampai jumpa nanti,'" kata Scholes mengenang jawaban Ferguson.


Penyesalan Terbesar

Paul Scholes berada di peringkat lima daftar pencetak gol terbanyak pada laga antara Manchester United dan City. Sepanjang berseragam United, Scholes mencetak tujuh gol ke gawang City. (AFP/Paul Barker)

Scholes pun mengakui bahwa momen itu membuatnya sangat malu.

"Itu yang terburuk. Itu penyesalan terbesar saya dalam sepak bola, melakukan itu. Itu mengerikan. Jantung saya berdebar sekarang hanya memikirkannya karena saya merasa sangat buruk telah melakukannya," aku Scholes.

Gary Neville, sahabat sekaligus mantan rekan setimnya di MU, membela langkah Scholes tersebut, menyebutnya sebagai sesuatu yang wajar mengingat tawaran besar dari klub lain.

"Itu tidak gila sebenarnya," kata Neville.

"Jika kamu memikirkan level di mana kamu bermain, kamu baru saja memenangkan treble, kamu salah satu gelandang terbaik di Eropa, dan kamu meminta uang yang ditawarkan klub lain kepadamu."

"Saya tahu betapa sulitnya itu bagimu, tapi itu bukan hal yang gila untuk dilakukan," imbuh Neville.


Rasa Bersalah Membekas

Kelas 92 Manchester United (MU) yakni Paul Scholes, Phil Neville, Ryan Giggs, Nicky Butt, David Beckham, dan Gary Neville (kiri ke kanan). (AFP/Leon Neal)

Namun, bagi Scholes, rasa bersalah tetap membekas.

"Tapi, itu memang gila karena saya berada di Manchester United, klub impian saya," ujarnya.

Dalam wawancara terpisah, Scholes juga menegaskan bahwa ia tidak pernah benar-benar ingin meninggalkan Old Trafford.

"Jika manajer mengatakan kepada saya bahwa dia tidak menginginkan saya, saya pasti akan pergi," jelasnya.

"Jika ada klub besar di luar negeri yang menginginkanku, saya pasti akan pergi, tapi tidak pernah ada alasan untuk mempertimbangkan Barcelona, Real Madrid, atau AC Milan. Saya sudah berada di klub terbesar di dunia," ucapnya.

Menariknya, mantan presiden Inter Milan, Massimo Moratti, kemudian mengonfirmasi bahwa klubnya memang sempat mengincar Scholes, tetapi langkah mereka digagalkan oleh Sir Alex Ferguson.

(Razaqa Roger Arif Ali)

 

Sumber: Metro

Berita Terkait