Liga Champions: Barcelona Susah Payah di Kandang Club Brugge, Ini Kata Hansi Flick

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah filosofi menyerang timnya meski kembali mendapat kritik usai hasil imbang 3-3 melawan Club Brugge.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 06 November 2025, 08:45 WIB
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, bertepuk tangan saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Elche di Barcelona, Spanyol, Senin, 3 November 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Bruges - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah filosofi menyerang timnya meski kembali mendapat kritik usai hasil imbang 3-3 melawan Club Brugge di ajang Liga Champions, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB.

Dalam laga yang berlangsung di Jan Breydel Stadium, Blaugrana harus tiga kali tertinggal dan tiga kali pula menyamakan kedudukan. Semua gol Brugge tercipta setelah mereka berhasil mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Barcelona, sistem yang menjadi ciri khas gaya bermain Flick.

Advertisement

Hasil ini memperpanjang catatan buruk Barcelona yang tak mampu mencatatkan clean sheet dalam sembilan laga beruntun, rekor terpanjang mereka sejak 2013. Hal itu pun memicu pertanyaan mengenai efektivitas pendekatan berisiko tinggi yang diusung sang pelatih asal Jerman.

Namun Flick menolak untuk meninggalkan gaya permainan menyerang yang menjadi DNA klub. Ia menegaskan bahwa intensitas dan kerja keras adalah kunci untuk bangkit, bukan bermain bertahan dan berharap kemenangan tipis.

“Kita bisa saja bertahan rendah, menunggu di area sendiri dan mengandalkan serangan balik,” ujar Flick dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

“Tapi itu bukan cara kami bermain. Filsafat kami adalah menekan, aktif, dan bermain dengan intensitas. Jika tidak ada intensitas, Anda tidak punya peluang di Liga Champions.”


Titik Lemah

Bek Barcelona, Ronald Araujo da Silva (atas) menyundul bola di atas gelandang Club Brugge, Hans Vanaken selama pertandingan sepak bola fase hari ke-4 Liga Champions UEFA antara Club Brugge dan FC Barcelona di stadion Jan Breydelstadion, di Bruges, pada 5 November 2025. (NIKOLAS TUCAT / AFP)

Flick juga menyoroti lemahnya lini tengah dalam menekan lawan, yang membuat garis pertahanan mudah ditembus oleh transisi cepat Brugge.

“Kami tidak cukup menekan bola dan tidak memenangkan duel di lini tengah. Itu membuat pertahanan kami kesulitan menghadapi pemain cepat mereka. Kami akan menganalisis ini dan membicarakannya dengan para pemain,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah ia akan melakukan perubahan kecil, Flick tetap pada pendiriannya.

“Tidak, kami tidak akan berubah. Kami adalah Barcelona, dan kami ingin bermain dengan gaya kami sendiri, aktif, menyerang, dan intens. Kami hanya kehilangan sedikit keyakinan saat ini,” katanya.


Optimistis

Penyerang Barcelona, Lamine Yamal (bawah) merayakan gol bersama gelandang Barcelona asal Spanyol, Fermin Lopez (atas) setelah mencetak gol penyeimbang 2-2 dalam pertandingan sepak bola hari ke-4 fase Liga Champions UEFA antara Club Brugge dan FC Barcelona di Stadion Jan Breydel, Bruges, pada 5 November 2025. (NICOLAS TUCAT / AFP)

Pelatih berusia 59 tahun itu juga berharap kembalinya pemain-pemain kunci seperti Raphinha, Pedri, Joan García, Dani Olmo, dan Robert Lewandowski setelah jeda internasional akan membantu tim tampil lebih baik.

“Saya yakin setelah jeda, kami bisa bermain di level lain. Ketika para pemain kembali, kami akan lebih kuat,” ucap Flick optimistis.

Sementara itu, hasil imbang ini membuat Barcelona kini berada di peringkat ke-11 klasemen Liga Champions dengan tujuh poin dari empat pertandingan, sementara di LaLiga, mereka masih menempati posisi kedua dengan selisih lima poin di belakang Real Madrid, menjelang laga tandang melawan Celta Vigo akhir pekan ini.

Sumber: ESPN

 

Berita Terkait