Momen 1.000 Pertandingan dalam Karier Kepelatihan saat Man City Vs Liverpool, Pep Guardiola Merindukan Jurgen Klopp

Pep Guardiola dan Jurgen Klopp dikenal sebagai dua pelatih dengan rivalitas paling intens dalam satu dekade terakhir.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 November 2025, 11:45 WIB
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola dan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, saling menyapa pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Minggu (8/11/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Martin Rickett/Pool via AP)

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengakui ia merindukan sosok Jurgen Klopp, mantan rival abadinya di Liga Inggris. Hal itu diungkapkan jelang laga spesial menghadapi mantan klub Klopp, Liverpool, yang bertepatan dengan pertandingan ke-1000 dalam karier kepelatihannya.

Pep Guardiola dan Jurgen Klopp dikenal sebagai dua pelatih dengan rivalitas paling intens dalam satu dekade terakhir.

Advertisement

Sejak keduanya saling berhadapan di Bundesliga hingga bersaing memperebutkan gelar Premier League, duel antara tim asuhan mereka selalu menghadirkan taktik brilian dan pertarungan sengit.

Kini, dengan Klopp telah meninggalkan Anfield pada tahun lalu, Guardiola mengaku merasakan kekosongan tersendiri.

“Jika saya harus memilih satu rival untuk momen pribadi ini, tentu saja Liverpool adalah yang paling tepat,” ujar Pep Guardiola.

“Saya sudah cukup lama di negara ini, dan sepanjang waktu itu, Liverpool, terutama dengan Jurgen, adalah rival terbesar saya. Tak ada yang lebih pas dari ini. Sepertinya takdir yang menentukannya.”

 
 

Persaingan Paling Berharga

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp memeluk pelatih Manchester City, Pep Guardiola setelah berakhirnya laga pekan ke-28 Premier League 2023/2024 di Anfield Stadium, Liverpool, Minggu (10/3/2024). (AP Photo/Jon Super)

 

Pelatih asal Spanyol itu menyebut persaingannya dengan Klopp sebagai salah satu bagian paling berharga dalam kariernya yang gemilang, yang telah membawanya menjuarai berbagai trofi bersama Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City.

“Saya merasa sangat menghormati Jurgen,” ujar Pep Guardiola.

“Dia memberi saya banyak hal, karena untuk bisa mengalahkan dia, saya harus berpikir lebih keras, bekerja lebih keras, dan terus memperbaiki diri. Saya benar-benar merindukannya.”


Pencapaian Luar Biasa

Manchester City - Pep Guardiola (Bola.com/Adreanus Titus)

 

Sejak memulai karier kepelatihan bersama Barcelona B pada 2007, Guardiola telah mencatat 999 pertandingan dengan 715 kemenangan, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan konsistensi dan keunggulan taktiknya di level tertinggi.

“Angkanya luar biasa,” kata Guardiola.

“Saya tidak menjalani karier ini sambil menghitung berapa banyak pertandingan atau kemenangan, tapi ketika saya melihat kembali pencapaian itu, jumlah kemenangan, rata-rata poin, gelar di Premier League dan Liga Champions, semuanya luar biasa. Jika saya memulai lagi dari awal, mungkin saya tidak akan bisa mencapainya.”

Guardiola juga menegaskan bahwa kesuksesannya tidak akan mungkin terwujud tanpa dukungan para pemain hebat yang pernah ia latih.

“Saya sudah mengatakan hal ini berkali-kali, dan itu bukan kerendahan hati palsu,” ujarnya.

“Persentase kemenangan lebih dari 70 persen itu bisa terjadi karena saya melatih di Barcelona, Bayern, dan Manchester City dengan pemain-pemain luar biasa. Setelah itu, sisanya adalah kerja keras, dedikasi, semangat, dan cinta terhadap sepak bola.”


Terbaik Sepanjang Masa

Man City - Ilustrasi Pep Guardiola (Bola.com/Adreanus Titus)

 

Menutup konferensi persnya dengan nada bercanda, Guardiola sempat menanggapi klaim yang menyebut dirinya sebagai pelatih terbaik sepanjang masa.

“Orang-orang yang mengatakan saya yang terbaik… mereka benar sekali,” ujarnya sambil tersenyum.

“Namun serius, saya tidak pernah memulai karier ini untuk menjadi yang terbaik. Saya baik-baik saja bahkan dengan kekalahan. Yang penting, saya menikmati perjalanan ini.”

Laga melawan Liverpool di Etihad Stadium bukan hanya menjadi ujian penting bagi Manchester City dalam perburuan gelar Liga Inggris, tetapi juga momen refleksi istimewa bagi Pep Guardiola, pelatih yang telah menulis salah satu babak paling bersejarah dalam sepak bola modern, dan kini mengenang dengan hangat rival yang membuatnya menjadi lebih baik: Jurgen Klopp.

Sumber: News Letter


Persaingan di Premier League

Berita Terkait