Bola.com, Jakarta - Carlo Ancelotti menyebut Vinicius Junior sempat terpukul karena gagal meraih Ballon d'Or 2024. Namun, Ancelotti menegaskan bintang Timnas Brasil tersebut memiliki karakter kuat dan berhasil bangkit dari kegagalan itu.
Pada musim 2023/2024, Vinicius menjadi motor utama dalam keberhasilan Real Madrid meraih La Liga dan Liga Champions. Dia juga sukses mencetak 24 gol dan 11 assist dari 39 pertandingan pada musim tersebut.
Performa eksplosif itu membuat banyak pihak menilai Vinicius Junior layak menjadi pemenang Ballon d’Or 2024. Bahkan, setelah mencetak hat-trick ke gawang Borussia Dortmund hanya enam hari sebelum malam penganugerahan di Paris, publik Santiago Bernabeu serempak meneriakkan: "Ballon d’Or, Vinicius Ballon d’Or!".
Namun kenyataan berkata lain. Penghargaan pemain terbaik dunia itu justru jatuh ke tangan Rodri, gelandang Manchester City.
Faktor Mbappe dan Luka Mental dari Ballon d’Or
Kabar mengejutkan itu sempat bocor sebelum malam penghargaan dimulai. Akibatnya, seluruh pemain Real Madrid termasuk Vinicius, memilih memboikot malam penghargaan Ballon d’Or 2024 sebagai bentuk protes.
Tak lama kemudian, Vinicius menulis di media sosial: "Kalau harus, saya akan melakukan 10 kali lipat. Mereka belum siap."
Sayangnya, alih-alih makin tajam, performa Vinicius justru menurun dalam setahun terakhir.
Kehadiran Kylian Mbappé pada musim panas 2024 turut memengaruhi performa Vinicius. Kedua pemain sama-sama nyaman bermain di sisi kiri, sehingga ruang gerak Vinicius sedikit tereduksi.
Terpukul karena Kegagalan Raih Ballon d'Or
Namun, Ancelotti menilai bukan hanya faktor taktik, melainkan juga beban emosional setelah gagal meraih Ballon d’Or yang berperan dalam turunnya performa sang winger.
"Mungkin itu memang sedikit memengaruhinya kegagalan meraih Ballon d'Or. Tetapi sekarang, Vini sudah mendekati bentuk terbaiknya lagi. Dia bermain sangat baik dan kembali tampil menentukan,"ujar Ancelotti kepada AS.
"Vini punya karakter kuat. Dia tidak terlalu lama larut dalam kesalahan atau kritik. Dia cepat bangkit dan menatap ke depan. Saya yakin dia akan tampil dalam kondisi terbaik di Piala Dunia nanti," lanjutnya.
Bantu Vinicius
Meski tampil brilian di level klub, performa Vinicius Junior bersama Timnas Brasil belum benar-benar konsisten. Dalam 43 caps, dia baru mencetak delapan gol, kalah jauh dari Richarlison yang sudah mencetak 20 gol meski kalah produktif di klub.
Kini, setelah resmi menukangi Timnas Brasil, Ancelotti menyadari salah satu tugas terbesarnya adalah mengeluarkan potensi maksimal Vinicius di level internasional.
"Memang benar, di tim nasional dia belum bisa mencapai level yang sama seperti di Real Madrid," jelas pelatih berusia 66 tahun itu.
Pemain Kelas Dunia
Meski begitu, Ancelotti tetap optimistis. Dia menilai performa Vinicius belakangan ini sudah membaik, terutama setelah tampil apik dalam skema empat penyerang di jeda internasional Oktober.
"Dalam beberapa laga terakhir, dia tampil sangat baik, mencetak gol, dan membuat assist. Tak ada yang bisa meragukan kualitasnya. Vini adalah pemain kelas dunia," tegas Don Carletto.
Sumber: Sports Illustrated