Dicemooh Sebagian Fans, Dicintai yang Lain: Mengapa Vinicius Jr Memecah Belah Fans Real Madrid?

Vinicius Junior kembali menjadi pusat perhatian di Santiago Bernabeu. Bukan hanya karena gol pembuka yang ia cetak saat Real Madrid menang 2-1 atas Rayo Vallecano di ajang La Liga, tetapi juga karena gestur selebrasi yang sarat makna.

Bola.com, Jakarta - Vinicius Junior kembali menjadi pusat perhatian di Santiago Bernabeu. Bukan hanya karena gol pembuka yang ia cetak saat Real Madrid menang 2-1 atas Rayo Vallecano di ajang La Liga, tetapi juga karena gestur selebrasi yang sarat makna.

Penyerang asal Brasil itu berlari ke arah tribun, mencium lambang Real Madrid di dadanya berkali-kali, lalu mengangkat tangan meminta dukungan penuh dari suporter.

Sepanjang laga, Vinicius Jr tampak aktif berdialog dengan tribune, khususnya kelompok ultras Los Blancos yang terus menyuarakan dukungan.

Selebrasi itu terasa seperti pernyataan sikap. Sebuah pesan bahwa ia masih berdiri bersama Real Madrid, meski hubungan dengan sebagian fans Bernabeu sedang tidak harmonis.

Dalam beberapa bulan terakhir, Vinicius menjadi pemain yang paling sering mendapat siulan dari publik Bernabeu. Bahkan pada laga melawan Rayo pun, cemoohan kembali terdengar, meski ia mencetak gol penting.

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ada yang Dukung, Ada Juga yang Mengkritik Vinicius Jr

Tak bisa dimungkiri, situasi Real Madrid sedang jauh dari ideal. Mereka tersingkir dari Copa del Rey oleh tim Segunda Division, gagal lolos otomatis ke 16 besar Liga Champions, dan harus melalui fase play-off. Di La Liga, Madrid juga tertinggal dari Barcelona.

Kemenangan atas Rayo Vallecano yang berada di peringkat ke-17 pun diraih dengan susah payah. Bahkan, Real sudah berganti pelatih untuk kedua kalinya musim ini.

Dalam kondisi seperti ini, fans membutuhkan sosok untuk disalahkan. Vinicius Junior menjadi target utama.

Dari sisi statistik, kontribusinya memang dianggap belum maksimal. Gol ke gawang Rayo adalah gol pertamanya di La Liga sejak 4 Oktober. Total, ia baru mencetak delapan gol di semua kompetisi musim ini.

Bandingkan dengan Kylian Mbappe yang sudah mengoleksi 37 gol, perbedaannya terasa mencolok. Ekspektasi publik Bernabeu terhadap Vinicius jelas jauh lebih tinggi.

 

 

 

 

Sikap di Lapangan Jadi Sorotan

Reaksi Vinicius di lapangan, gestur provokatif, hingga konflik terbuka dengan mantan pelatih Xabi Alonso menjadi bahan bakar tambahan. Termasuk pula sikapnya di bangku cadangan saat Real kalah dari Albacete di ajang Copa del Rey.

Keputusan Vinicius mengganti foto profil Instagram dari nuansa Real Madrid menjadi Timnas Brasil setelah mendapat siulan, serta pernyataannya soal kurangnya penghormatan terhadap warna kulitnya, juga dinilai sebagian fans sebagai pemicu konflik baru.

“Vinicius provokatif dan arogan, tapi ia tidak mendapat penilaian netral seperti pemain lain,” kata Kolumnis BBC Sport, Guillem Balague. 

Tekanan konstan itu, dinilai Vinicius Jr, sangat melelahkan. Sementara Bernabeu dikenal tidak menyukai pemain yang terlalu emosional dan meledak-ledak.

 

 

Bayang-bayang Rasisme

Tak bisa diabaikan, isu rasisme juga menjadi faktor penting. Vinicius telah berulang kali menjadi korban serangan rasis di Spanyol.

Pada Mei lalu, lima orang dijatuhi hukuman penjara bersyarat karena menghina Vinicius dalam laga melawan Valladolid pada 2022. Sementara tiga fans Valencia juga dijatuhi hukuman delapan bulan penjara atas insiden serupa pada 2023.

Vinicius bahkan pernah menegaskan, “Saya bukan korban rasisme, saya adalah mimpi buruk bagi para rasis.”

Namun, sikap vokalnya melawan rasisme justru tidak diterima semua pihak. Masih ada anggapan bahwa pemain seharusnya “hanya bermain bola”, bukan melawan ketidakadilan.

“Vinicius tidak akan menerima itu. Ia hidup dengan diskriminasi sejak lahir,” kata Balague.

Kontrak yang Belum Diperpanjang

Situasi makin rumit karena Vinicius belum juga memperpanjang kontraknya, meski Real Madrid sudah menyiapkan tawaran sebelum Piala Dunia Antarklub musim panas lalu.

Di mata sebagian fans, loyalitas pemain tidak hanya diukur dari performa, tetapi juga komitmen jangka panjang. Penundaan ini ditafsirkan sebagai tanda bahwa Vinicius belum sepenuhnya memantapkan hati memperkuat Real Madrid. 

Ia dikabarkan menunda negosiasi karena tidak nyaman bekerja di bawah Xabi Alonso. Kini, pelatih anyar Alvaro Arbeloa secara terbuka menyatakan ingin mempertahankannya.

Balague menilai, Madrid siap memperpanjang kontraknya kapan saja sebelum berakhir pada 2027. Namun, keraguan Vinicius mungkin muncul karena ia masih merasa tidak sepenuhnya diterima.

“Mengapa bertahan di tempat di mana Anda tidak sepenuhnya diinginkan, meski Anda salah satu yang terbaik?” tutup Balague.

Sumber: BBC 

Yuk Lihat Peta Persaingan

Video Populer

Foto Populer