Bintang Madrid Terluka oleh Cemoohan Publik Bernabeu, Vinicius Junior Pecah Suara: Saya Juga Manusia!

Di balik pesta enam gol Real Madrid ke gawang AS Monaco di Liga Champions, tersimpan curahan emosi dari sang winger yang selama beberapa pekan terakhir memikul tekanan berat di Santiago Bernabeu.

Bola.com, Jakarta - Vinicius Junior akhirnya angkat bicara. Di balik pesta enam gol Real Madrid ke gawang AS Monaco di Liga Champions, tersimpan curahan emosi dari sang winger yang selama beberapa pekan terakhir memikul tekanan berat di Santiago Bernabeu.

Kemenangan telak 6-1 tersebut seharusnya menjadi malam perayaan bagi Los Blancos. Namun bagi Vinicius, laga itu justru menjadi momentum untuk menyampaikan perasaan yang selama ini terpendam, menyusul cemoohan sebagian suporter Madrid yang ia terima belakangan ini.

Penurunan performa tim secara kolektif membuat Vinicius ikut menjadi sasaran siulan. Reaksi dari tribun Bernabeu itu diakui pemain asal Brasil tersebut sangat melukai perasaannya, terutama karena terjadi di stadion yang ia anggap sebagai rumah sendiri.

Di tengah isu pergantian pelatih, spekulasi masa depan, hingga sorotan publik yang tak pernah surut, Vinicius menegaskan dirinya tetap tenang. Ia ingin fokus pada kontribusinya di atas lapangan, bukan pada hiruk-pikuk di luar sepak bola.

Penampilan gemilang melawan Monaco pun menjadi jawaban paling keras dari Vinicius, sekaligus pembuktian bahwa ia masih menjadi salah satu figur kunci Real Madrid.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Vinicius Akui Terpukul oleh Reaksi Suporter

Usai pertandingan, Vinicius tampil terbuka dalam wawancara dengan Movistar+. Ia mengakui bahwa tekanan bermain untuk klub sebesar Real Madrid tidak pernah mudah, baik secara teknis maupun mental.

“Bermain untuk klub terbesar di dunia itu sangat rumit. Tuntutannya luar biasa tinggi,” tutur Vinicius.

Namun, pemain berusia 25 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tetap manusia biasa.

“Saya juga manusia. Saya tidak ingin dicemooh di rumah saya sendiri, tempat di mana saya merasa sangat nyaman,” ucapnya.

Vinicius mengungkapkan bahwa dalam beberapa laga terakhir, atmosfer di Bernabeu membuatnya kehilangan rasa percaya diri.

“Dalam beberapa pertandingan terakhir, saya tidak merasa nyaman. Setiap kali saya melakukan kesalahan, saya langsung dicemooh,” lanjutnya.

“Saya tahu para fans membayar tiket yang sangat mahal dan mereka berhak menuntut yang terbaik,” kata Vinicius, sembari mengakui situasi tersebut terasa “sangat rumit” baginya.

 

3 dari 5 halaman

Bantah Terlibat Drama Pergantian Pelatih

Selain soal suporter, Vinicius juga meluruskan berbagai spekulasi terkait situasi internal klub, khususnya pergantian pelatih yang menyeret nama Xabi Alonso. Ia membantah keras tudingan bahwa dirinya memiliki peran dalam kepergian sang pelatih.

“Saya selalu berada di tengah-tengah semua hal, dan saya tidak ingin berada di sana untuk urusan di luar lapangan,” tegas Vinicius.

“Saya ingin berada di sana untuk apa yang telah saya lakukan untuk klub ini,” lanjutnya.

Vinicius juga menyerukan persatuan di tubuh Real Madrid, terutama setelah kegagalan di Copa del Rey dan kekalahan di final Piala Super Spanyol.

“Di dalam rumah sendiri, kami butuh dukungan fans agar semuanya kembali normal. Kalau kita bersama, musim ini akan berjalan lebih baik,” ujarnya.

 

4 dari 5 halaman

Panggung Liga Champions Jadi Ajang Pembuktian

Segala tekanan itu terbayar lunas di atas lapangan. Vinicius tampil sebagai motor utama dalam kemenangan besar atas Monaco, menjadi arsitek permainan Madrid sepanjang laga.

Ia lebih dulu berperan sebagai kreator, mencatatkan tiga assist sebelum akhirnya mencetak golnya sendiri. Gol tersebut ia sebut sebagai momen pelepasan setelah melalui periode yang penuh tekanan.

“Itu momen yang sangat indah. Saya sudah memberi banyak assist dan semua orang bilang saya harus mencetak gol,” ungkap Vinicius.

Ia juga memuji pergerakan tim yang cair, terutama kemudahan berkolaborasi dengan Kylian Mbappe.

“Kami masuk dengan fokus tinggi, mengalirkan bola dari sisi ke sisi. Dengan cara itu saya bisa sering menyentuh bola, dan itu yang terbaik untuk saya,” jelasnya.

 

5 dari 5 halaman

Soal Kontrak, Vinicius Pilih Tenang

Menutup wawancara, Vinicius turut menanggapi spekulasi mengenai masa depannya di Real Madrid. Dengan kontraknya yang tersisa sedikit lebih dari satu tahun, ia menegaskan tidak ada kepanikan.

“Saya masih punya satu tahun lagi dalam kontrak saya,” ujarnya.

“Saya percaya kepada presiden, dia percaya kepada saya, dan tidak ada yang perlu diburu-buru,” lanjut Vinicius.

Ia menegaskan keinginannya bertahan lama di Santiago Bernabeu, dengan satu tujuan sederhana.

“Saya ingin bermain dengan bahagia dan mencetak gol,” katanya, sembari menatap peluang membawa Real Madrid kembali meraih trofi.

Video Populer

Foto Populer