Kritik Terbuka Bos Ferrari Justru Dianggap Menjatuhkan Mental Hamilton dan Leclerc

Kritik terbuka yang dilontarkan bos Ferrari, John Elkann, kepada Lewis Hamilton dan Charles Leclerc dianggap kontraproduktif.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 November 2025, 17:00 WIB
Duo Scuderia Ferrari: Lewis Hamilton dan Charles Leclerc jadi favorit juara F1 2025.(Piero CRUCIATTI / AFP)

Bola.com, Jakarta - Lewis Hamilton dan Charles Leclerc disebut berada dalam situasi yang tak nyaman usai mendapat kritik terbuka dari bos Ferrari.

Mantan juara dunia Formula 1, Damon Hill, menilai kedua pembalap itu bisa merasa "down" dan tidak dihargai setelah chairman Ferrari, John Elkann, meminta mereka lebih fokus menyetir dan tidak banyak bicara.

Advertisement

Pernyataan keras tersebut muncul setelah hasil buruk Ferrari pada Grand Prix Sao Paulo, ketika kedua mobil terpaksa mundur dari balapan akibat kerusakan.

Pada hari yang sama, tim hypercar Ferrari justru merayakan keberhasilan mengamankan gelar konstruktor dan pembalap di ajang World Endurance Championship.

Elkann yang hadir di Bahrain untuk merayakan pencapaian itu memberikan penegasan.

"Ketika Ferrari bersatu, kami meraih hasil. Kalau kita lihat yang lainnya, itu belum sesuai standar," ujar Elkan.


Sesuatu yang Lebih Besar

Pembalap Ferrari asal Monako, Charles Leclerc, terlihat di garasinya dekat jalur pit selama sesi latihan kedua untuk Grand Prix Formula 1 Kanada 2025 di Sirkuit Gilles-Villeneuve di Montreal, Kanada, pada 13 Juni 2025. (Geoff Robins/AFP)

Hill menilai persoalan Ferrari tidak berhenti pada performa Hamilton dan Leclerc saja, meski keduanya belum menang satu pun Grand Prix musim ini.

Ia melihat ada masalah struktural yang lebih besar, terlebih Hamilton masih beradaptasi di musim perdananya bersama tim merah.

'Saya lihat wawancaranya. Saya cukup terkejut dengan apa yang saya dengar, dan saya pikir banyak orang juga begitu," ujar Hill.

"Saya tidak melihat mereka berkata hal yang berlebihan, mungkin saya melewatkan kutipan lainnya. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Mereka pasti akan kritis. Mereka bagian dari tim, tapi pembalap itu pada dasarnya pengguna terakhir dari produk yang diberikan. Mereka tidak mungkin berkata semuanya baik-baik saja ketika kenyataannya tidak begitu," jelasnya.

Hill kemudian menyinggung betapa kompleksnya organisasi tim F1.

"Ada banyak bagian yang bergerak di sana. (Ferrari) musim ini tidak tampil mengesankan. Terlalu banyak naik-turun," katanya.


Dampak Negatif

Lewis Hamilton, Ferrari. (Bola.com/formula1.com)

Peraih gelar juara dunia 1996 itu memahami bahwa Elkann berhak memberi penilaian karena ia memimpin perusahaan yang menggaji Hamilton dan Leclerc dengan nilai besar.

Namun. ia menilai cara penyampaian komentar tersebut, di ruang publik, dapat membawa dampak negatif bagi mental kedua pembalap.

"Ini bisa jadi cukup… saya tidak tahu kata yang tepat. Bukan mempermalukan, tapi sedikit membuat mereka kehilangan motivasi," ucap Hill.

"Saya yakin hal seperti itu sudah ia sampaikan secara pribadi. Tapi, kalau disampaikan di depan publik, itu bisa terasa menjatuhkan. Namun, pada akhirnya, bos Ferrari yang membayar mereka dan mereka ada di sana untuk menjalankan tugas. Itu dinamika yang tidak bisa dihindari," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembalap memang harus memprioritaskan tim.

"Kalau mereka mengatakan sesuatu yang tidak sesuai, pasti akan ada respons balik. Ini juga menegaskan bahwa pembalap hanyalah sosok yang datang dan pergi, sementara tim, terutama tim sebesar Ferrari, akan terus bertahan. Untuk waktu yang sangat lama," imbuh Hill.

 

Sumber: Express

Berita Terkait