Enggan Jadi Presiden Barcelona, Pep Guardiola Mengaku Tak Bisa Bayangkan Momen Itu

Selama bertahun-tahun, mimpi tentang kembalinya Pep Guardiola ke Barcelona, baik sebagai pelatih maupun sebagai figur penting di klub, terus bergaung.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 17 November 2025, 21:00 WIB
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, bereaksi selama pertandingan sepak bola Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Borussia Dortmund di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 5 November 2025. (Oli SCARFF / AFP)

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kembali menutup salah satu harapan terbesar para pendukung Barcelona. Sosok yang dianggap sebagai arsitek era kejayaan Blaugrana itu menegaskan tidak melihat dirinya menjabat sebagai Presiden Barcelona di masa depan.

Selama bertahun-tahun, mimpi tentang kembalinya Pep Guardiola ke Barcelona, baik sebagai pelatih maupun sebagai figur penting di klub, terus bergaung.

Advertisement

Keberhasilannya sebagai pemain dan terutama sebagai pelatih, ketika ia membawa Barça ke puncak dominasi Eropa, membuat banyak penggemar berharap ia suatu hari akan kembali.

Namun kenyataannya, setiap tanda dalam beberapa tahun terakhir mengarah kepada hal yang sama: kembalinya Guardiola hanyalah harapan romantis, bukan kemungkinan nyata.

 


Guardiola: Tidak untuk Kursi Presiden

Pelatih Barcelona Pep Guardiola mengangkat trofi Liga Champions usai tim asuhannya menundukkan Manchester United 3-1 pada partai final di Wembley Stadium, 28 Mei 2011. AFP PHOTO/CARL DE SOUZA

 

Dalam wawancara dengan RAC1, Pep Guardiola akhirnya bicara tentang sesuatu yang sebelumnya tak pernah ia komentari secara terbuka: rumor suatu hari ia dapat maju sebagai presiden klub.

Ia mengakui ikatannya dengan Barcelona, tetapi langsung menegaskan sikapnya.

“Menjadi presiden Barcelona? Saya tidak menolak Barcelona. Anda selalu menjadi fans klub tempat Anda memulai. Namun, saya dengan dasi di ruang presiden? Tidak, saya pribadi tidak bisa membayangkan diriku melakukan itu.”

Ucapan ini langsung menutup spekulasi yang beredar lama tentang kemungkinan sang pelatih Manchester City itu memimpin klub dari kursi tertinggi Camp Nou.


Barcelona: Klub dengan Tekanan yang Unik

Pep Guardiola tidak hanya sukses sebagai pelatih namun ternyata juga berkilau saat menjadi pemain. Pelatih Manchester City ini tercatat telah meraih 15 trofi bersama Barcelona. Termasuk enam gelar La Liga dan satu trofi Piala Eropa. (AFP/Lindsey Parnaby)

 

Guardiola kemudian menjelaskan mengapa peran kepemimpinan di Barcelona sangat berat. Menurutnya, banyaknya opini dan tekanan membuat Barcelona menjadi lingkungan yang sangat menantang.

“Barca itu unik dalam hal ini, karena semua orang punya pendapat. Hanya orang-orang di dalam klub yang seharusnya memperhatikan kebisingan itu," ujarnya.

"Itulah kenapa ini klub terbesar dan paling spesial di dunia: Semua orang ingin mencalonkan diri sebagai presiden," lanjut sosok yang pernah menjadi pemain dan pelatih Barcelona itu.

Komentarnya menggambarkan betapa kompleks dinamika internal klub yang pernah ia bela sepanjang hidupnya.


Guardiola Ingat Kembali Laga-Laga Terbaik dalam Kariernya

Manchester City - Pep Guardiola (Bola.com/Adreanus Titus)

 

Dalam momen lain, Guardiola, yang baru saja mencapai laga ke-1000 dalam karier kepelatihannya, diminta memilih pertandingan favoritnya. Ia menyebut beberapa momen penting dari tiga era klub yang pernah ia latih.

  • Dari Barcelona: Kemenangan 6-2 atas Real Madrid di Bernabéu pada musim liga pertamanya dan final Liga Champions keduanya bersama Blaugrana.
  • Dari Bayern Munchen: Laga semifinal Liga Champions melawan Atlético Madrid, yang menurutnya sangat bagus meski mereka tersingkir.
  • Dari Manchester City: Semifinal Liga Champions melawan Real Madrid di Etihad, yang ia sebut sebagai puncak performa tim dalam satu dekade terakhir.

Sumber: Barca Universal

Berita Terkait